Headline

Gradus Kraus Tantang Ben Whittaker: “Saya Beri Dia 3 Ronde”

Gradus Kraus tantang Ben Whittaker

Gradus Kraus baru saja menambah satu kemenangan KO dalam catatan profesional nya ketika dia menghajar Hemphill di ronde pertama yang menjadi partai tambahan Callum Simpson vs Troy Williamson 2, usai pertandingan dia menantang satu nama yang lagi ramai di bicarakan yaitu Ben Whittaker.

Kraus tidak membutuhkan waktu lama untuk menyatakan bahwa dia akan menang tak sampai di tangan juri, bila pertarungan tersebut benar terjadi, Whittaker tidak akan bertahan lama di hadapan nya.

“Saya beri dia tiga ronde, divisi ini di huni dengan banyak petinju bagus, tetapi saya mengatakan kepada semua orang, saya adalah yang terbaik di divisi saya dan saya bisa membuktikan nya, jadi saya memilih Ben Whittaker karena dia bukan yang terbaik di divisi saya”

Ben Whittaker sendiri di kenal salah satu petinju light heavyweight yang mengandalkan kecepatan, refleks dan kelincahan membuat lawan tak mampu dengan mudah memukul nya, tahun 2025 sampai 2026 petinju berjuluk The Surgeon itu melahap 4 lawan nya dengan KO dan TKO semua tak sampai 3 ronde, yang terakhir Richard Rivera di pukul jatuh 2 kali di putaran pertama dan kedua sebelum duel di hentikan.

Kraus dari Belanda saat ini berusia 25 tahun dengan rekor 12-0-( 11 KO) sedangkan Whitaker 28 tahun 12-9-1-(9 KO).

Dia menyadari bahwa kemenangan terlalu cepat membuat publik belum melihat seluruh kemampuan nya dan siap menjalani pertarungan yang berlangsung lebih lama dan ingin mendapatkan lawan yang mampu memaksa nya melewati ronde awal karena selama ini penonton lebih banyak melihat kekuatan pukulan nya.

Potensi pertarungan melawan Whittaker akan di paksa menunjukkan sisi lain sari permainan nya, bila Kraus berhasil menemukan peluang dengan pukulan telak duel bisa berubah menjadi situasi yang sangat berbahaya dalam hitungan detik.

Kraus sendiri tidak melihat Whittaker sebagai ancaman terbesar, malah sebalik nya dia merasa pertarungan itu bisa menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa berada di level yang lebih tinggi.

Paman dari Gypsy King, Peter Fury yang kebetulan ada di samping nya juga memberikan penilaian kepada Kraus, menurut nya kekuatan itu tidak hanya terletak pada kemampuan menjatuhkan lawan tapi juga memiliki kemampuan daya tahan juga kekuatan alami yang membuat nya beda dari prospek biasa.

Fury mengklaim pernah melihat Kraus menjalani latihan dan pertarungan dengan intensitas tinggi selama ronde panjang, dari situ dia tidak khawatir bila suatu saat di paksa bertarung sampai 10 ronde melawan lawan berkualitas.

“Dia petarung sekaligus boxer yang punya kekuatan knockout luar biasa, dia light heavyweight terbaik, sekarang kamu masih membicarakan Beterbiev, membicarakan Bivol mereka masih ada di sana, percayalah, jika Ben Shalom dan Mick bisa mendapatkan Beterbiev besok, dia akan menjadikannya pertarungan berikutbnya. Begitulah bagusnya dia, orang-orang tidak sedang berkhayal soal dirinya,.”

Klaim tersebut tentu masih harus di buktikan di atas ring, sebab mengatakan seorang petinju sebagai yang terbaik di dunia jauh lebih mudah dari pada membuktikan nya ketika berhadapan dengan elite divisi.

Memang Kraus memiliki kombinasi yang sangat berbahaya, dia buktikan dari seluruh total duel nya sejak masuk profesional lawan yang di hadapan nya menyerah tak sampai 3 ronde, hanya 1 kali dia menang PTS pada September 2025 ketika melawan Scott Forrest selama 6 putaran.

Bagaimana menurut kalian semua?

#GradusKraus #BenWhittaker #PeterFury

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top