Filip Hrgovic sudah menjadi juara dunia kelas berat IBF, tapi ada satu nama masih mengganjal dalam pikiran nya sampai saat ini adalah Daniel Dubois.
Kemenangan atas Moses Itauma pada Agustus lalu membawa Hrgovic ke puncak divisi kelas berat namun perjalanan belum selesai karena ada satu kekalahan yang ingin di bayar sebelum pergi meninggalkan ring atau pensiun.
Hrgovic kalah dari Dubois pada Juni 2024 di Riyadh, tapi bukan terjadi karena dia dibuat tak mampu bangun sampai teler, pertarungan dihentikan pada ronde ke 8 setelah dokter ringside menyarankan wasit menghentikan nya karena luka parah di atas mata nya.
Sekarang setelah berhasil juara Hrgovic kembali menyebut Dubois sebagai target paling utama, dengan lantang dia mengatakan tidak ingin pensiun sebelum mendapatkan kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut.
“Dia satu-satu nya orang yang pernah mengalahkan saya, jadi ini bersifat pribadi, saya tidak ingin pensiun sebelum membalas kekalahan dalam pertarungan itu, itu jelas menjadi tujuan terbesar saya bertarung dengannya dan mengalahkan nya, pada pertarungan pertama itu saya sudah mengatakan seribu kali bahwa saya cidera, saya sakit, kondisi saya kacau dan meremehkan nya, sekarang pertarungan nya akan benar-benar berbeda, saya tidak akan pensiun sampai mendapatkan pembalasan saya.”
Dubois kini bukan lagi petinju yang sama seperti ketika mengalahkan Hrgovic, dia telah merebut sabuk WBO dari Fabio Wardley di bulan Mei 2026, kala itu dia di ambang kekalahan setelah di pukul jatuh tapi mampu bangkit sampai memenangkan duel lewat penghentian di ronde ke 11 mirip dengan Hrgovic waktu itu bukan karena jatuh tapi kondisi nya sudah tidak memungkinkan di lanjut karena wajah nya berlumuran darah.
Tak lama lagi mereka akan melakukan pertarungan ulang, Wardley berjanji akan merebut kembali gelar nya dengan menghentikan Dubois tanpa ampun.
Saat ini Hrgovic tidak hanya membicarakan rematch tapi juga mengincar unifikasi bila Dubois sukses mempertahankan gelar nya, andai saja kalah dia akan terus mengejar nya sampai dendam terbalas lunas, tapi sebelum itu terjadi dia tidak bisa menghindari kewajiban nya atas Frank Sanchez yang sudah menjadi mandatory, Frank Warren pun sudah memastikan akan bertemu di tahun depan.
Selain Dubois, Hrgovic juga menyebut Murat Gassiev dan Agit Kabayel, petinju Rusia itu saat ini memegang sabuk WBA memiliki rekor 34-2 dengan 27 KO, setelah merebut gelar dia mempertahankan gelar nya dengan mengalahkan Peter Kadiru pada Juli 2026.
Sedangkan Kabayel masih belum bisa langsung masuk ke perebutan unifikasi, juara WBC tersebut memiliki rekor sempurna 27-0 dengan 19 KO dan di jadwalkan mempertahankan gelar nya melawan Nelson Hysa pada 28 November di Düsseldorf.
Pertarungan Kabayel vs Hysa juga punya cerita tersendiri karena kedua nya sudah beberapa kali menjadi bagian dari pemberitaan sebelum nya.
Hrgovic kini tinggal menunggu bagaimana peta bergerak setelah pertarungan tersebut, dia menganggap dirinya sebagai petinju kelas berat terbaik saat ini sampai meremehkan status Gassiev dan Kabayel serta mempertanyakan bagaimana mereka mendapatkan gelar masing masing.
“Saya menganggap diri saya nomor satu sekarang, saya mengalahkan petarung paling berbakat di divisi ini, dia [Moses] dianggap sebagai Muhammad Ali atau Mike Tyson berikutnya, seluruh dunia sebelum pertarungan ini membicarakan Moses Itauma, bahwa dia istimewa dan merupakan talenta generasional, jadi saya pikir saya adalah yang terbaik.”
Ucapan nya hanya bisa di buktikan langsung ketika Hrgovic mampu menyapu bersih semua sabuk dan di nobatkan sebagai juara tak terbantahkan seperti Oleksandr Usyk sebelum semua sabuk bercerai berai setelah mengosongkan nya demi petinju lain mendapatkan kesempatan untuk saling bertarung memperebutkan nya.









