John Riel Casimero tampil menggila di Jepang, mantan juara dunia 3 divisi asal Filipina itu menghancurkan Luis Nery dengan kemenangan KO ronde ke 4 yang berlangsung di Aichi Sky Expo Sabtu 6 Juni 2026, duel ini sebelum nya di jadwalkan tanggal 18 april di bishkek kyrgystan namun di batalkan dengan alasan masalah logistik dan faktor keamanan yang mempengaruhi penyelenggara acara.
Yang membuat hasil ini mencolok tidak hanya kemenangan Casimero tapi cara dia meraih nya karena menjatuhkan Luis Nery sebanyak enam kali, bahkan sebelum laga memasuki satu menit pertama dia sudah lebih dulu mengirim petinju Meksiko itu ke kanvas melalui hook kiri keras.
Nery memang bangkit tetapi itu baru permulaan, masih di ronde ini dia kembali di jatuhkan dua kali total tiga knockdown terjadi hanya dalam tiga menit pertama pertarungan.
Memasuki ronde ke 2 situasi tidak banyak berubah, saat Nery maju menekan dan ingin masuk menyerang Casimero menyambut dengan pukulan balasan yang membuat nya kembali mencium kanvas untuk ke 4 kali nya.
Mantan juara dunia 2 divisi berjuluk Panter ini masih mampu bertahan hingga ronde ke 3 namun menjelang akhir ronde hook kiri kembali mengenai sasaran dan menghasilkan knockdown kelima, saat itu banyak penonton mulai bingung bagaimana Nery masih bisa melanjutkan pertarungan.
Kemudian pada ronde ke 4 Casimero lebih dulu membuka pertahanan lawan nya dengan pukulan kanan lurus sebelum melepaskan hook kiri ke arah pelipis, Nery terjatuh untuk ke 6 kali nya dan kali ini tidak mampu menyelamatkan diri pertarungan berakhir dengan kemenangan KO untuk Casimero.
Kekalahan ini semakin pahit bagi Luis Nery karena dia datang ke Jepang dengan membawa reputasi besar sebagai salah satu sedikit petinju yang pernah membuat Naoya Inoue berada dalam masalah serius.
Saat menghadapi Inoue di Tokyo Dome pada Mei 2024 Nery membuat penggemar terkejut, hook kiri di ronde 1 menjatuhkan Inoue untuk pertama kali sepanjang karir profesional nya, sampai hari ini knockdown tersebut masih menjadi satu satu nya resmi yang pernah di alami sang Monster itu.
Namun sejarah tidak berpihak kepada Nery setelah itu, Inoue bangkit mengambil alih pertarungan lalu membalas dengan tiga knockdown sebelum menghentikan nya di ronde ke 6.
Dua tahun berselang luka itu seolah kembali terbuka di negara yang sama, jika Inoue menjatuhkan nya tiga kali Casimero melakukannya enam kali, yang lebih mencengangkan Nery kembali tersandung masalah yang sudah lama melekat pada nya yaitu berat badan.
Menjelang duel melawan Casimero ini Nery di laporkan gagal memenuhi batas berat yang telah di tentukan dan datang sekitar tiga pon lebih berat dari yang di sepakati, bagi penggemar lama tinju kejadian ini bukan sesuatu yang baru.
Nama Nery memang beberapa kali terseret kontroversi terkait disiplin timbang badan, kasus paling terkenal terjadi pada 2018 ketika dia datang jauh di atas batas kelas bantam menjelang laga melawan petinju Jepang Shinsuke Yamanaka, akibat pelanggaran tersebut gelar nya di cabut dan mendapat sanksi keras dari otoritas tinju.
Karena itu banyak pengamat melihat kekalahan dari Casimero jelas memperburuk di atas ring juga pukulan telak bagi upaya Nery untuk kembali masuk ke perebutan gelar.
Di usia 31 tahun kini menelan 3 kekalahan KO, sebalik nya kemenangan ini membuat nama John Riel Casimero kembali ramai di perbincangkan, dia memang sudah tidak muda lagi tetapi performa nya melawan Nery menunjukkan bahwa pukulan keras nya masih menjadi ancaman tak heran jika setelah laga berakhir pembicaraan langsung mengarah pada pertarungan besar berikut nya.
Casimero mungkin belum berada di jalur langsung menuju Inoue tapi setelah menghancurkan petinju yang pernah menjatuhkan sang Monster itu sangat mungkin dia akan di bandingkan dengan sang penguasa mutlak bantam super itu.
Baca juga:
#JohnRielCasimero #LuisNery









