Kemenangan begitu manis karena lahir dari penderitaan, Liam Paro merasakan hal itu di depan pendukung nya sendiri di Queensland Australia dalam pertarungan yang menguras tenaga dan emosi, dia berhasil melewati ujian berat dari Lewis Crocker untuk merebut sabuk IBF kelas welter sekaligus menambah status nya sebagai juara dunia di dua divisi berbeda.
Malam ini sebenar nya berjalan cukup baik bagi Paro pada awal pertarungan, awal pembuka petinju tuan rumah itu mampu mengontrol jalan nya laga, dia lebih akurat saat mendaratkan pukulan dan berhasil mematahkan upaya Crocker yang ingin membawa pertarungan ke jarak dekat.
Crocker kesulitan menemukan momentum, saat mau membangun serangan Paro lebih dulu memasang kombinasi, dari pengumpulan poin dia berada dalam posisi yang menguntungkan.
Pertarungan kejuaraan dunia kadang tidak berjalan semudah prediksi, menyadari diri nya bisa saja tertinggal dalam penghitungan angka, Crocker mulai meningkatkan tekanan saat laga memasuki ronde akhir.
Petinju asal Irlandia Utara itu bermain lebih agresif dan memilih mengelurakan semua kekuatan nya demi mencari satu pukulan yang telak, strategi tersebut hampir membuahkan hasil.
Dalam pertukaran pukulan sengit serangan nya membuka luka besar di area mata kiri Paro, darah mulai mengalir dan situasi mendadak berubah terutama di wajah kekhawatiran terlihat di sudut ring Paro persis seperti duel melawan David papot yang mengalami bengkak parah di mata kanan nya.
Luka itu bukan seperti masalah kosmetik, semakin lama pertarungan berlangsung jelas penglihatan nya terganggu, Crocker pun memanfaatkan situasi dengan terus maju dan memaksa pertarungan berlangsung ketat.
Paro tidak larut dalam tekanan dia tetap tenang dan fokus menjalankan rencana pertarungan nya meski harus bertarung dengan wajah berlumuran darah tapi dapat mengumpulkan poin penting hingga ronde terakhir berakhir.
Ketika bel penutup berbunyi kedua kubu sama sama merasa telah melakukan cukup banyak untuk menang, namun hasil akhir berpihak kepada petinju Australia tersebut, tiga juri memberikan skor 115-113 untuk Paro memastikan nya keluar sebagai pemenang dan membawa pulang sabuk IBF kelas welter.
Kemenangan ini sangat spesial, Paro sebelum nya sudah pernah mencicipi status juara dunia saat di 140 pon, namun cuma sebentar setelah di rampas oleh Hitchins.
Kini dia berhasil menambah pencapaian baru dengan menaklukkan kelas welter salah satu divisi paling bergengsi, usai pertarungan emosi Paro di keluarkan, dia mengaku perjalanan menuju titik ini tidak mudah, ada masa sulit yang harus di lalui sebelum akhir nya bisa kembali berdiri di puncak.
Walaupun baru saja memenangkan sabuk Paro sudah mulai berbicara mengenai masa depan, selama ini banyak petinju Australia harus terbang ke Amerika Serikat atau Inggris untuk mendapatkan pertarungan besar, kini dia sebagai juara dunia ingin para penantang datang ke wilayah nya.
Dia menegaskan tidak tertarik lagi terus menerus bepergian mencari peluang karena Australia sudah layak menjadi tuan rumah pertarungan besar di divisi welter.
Kemudian nama yang di sebut sebagai lawan berikut nya adalah Paddy Donovan, petinju asal Irlandia itu berstatus penantang wajib dan akan menjadi orang pertama yang mencoba merebut sabuk dari tangan Paro.
Setelah malam yang membuat wajahnya berdarah dan tubuh nya di paksa bekerja sampai batas kemampuan Paro berhak menikmati momen yang telah lama dia kejar dan bisa bersaing dengan para pemegang sabuk lain seperti Ryan Garcia, Devin Haney dan Rolando Romero.
Baca juga:
#LiamParo #LewisCrocker #IBF









