Gelar WBC Aman! Foster Jinakkan Ford, Shakur Selanjut nya?

Foster jinakkan Ford, selanjut nya Shakur Stevenson

Persaingan panas Raymond Ford dan O’Shaquie Foster sudah berakhir dengan penuh cucuran keringat selama 12 ronde penuh dan gelar WBC masih aman di tangan petinju berjuluk Ice Water itu.

Foster bertarung penuh kontrol tidak ada usaha untuk mencari penyelesaian cepat atau terlibat dalam perang terbuka yang beresiko, dia memilih cara yang selama ini membawa nya ke puncak mengandalkan teknik, pergerakan kaki dan arah serang yang membingungkan.

Hasil nya Ford yang datang dengan ambisi merebut sabuk dunia kesulitan menemukan sasaran untuk mencetak poin.

Hubungan kedua nya sudah riuh sejak masa promosi, adu komentar terjadi beberapa kali sebelum hari pertandingan tiba, karena itu banyak penggemar berharap duel ini akan berlangsung sengit sampai berdarah darah.

Ford datang dengan status mantan juara dunia yang memiliki kemampuan teknis tinggi, di usia 27 tahun dia dianggap memiliki kecepatan dan refleks yang cukup untuk merepotkan Foster.

Namun begitu adu jotos di mulai Foster segera menunjukkan mengapa diri nya masih memegang sabuk juara.

Petinju asal Texas itu membaca gerakan lawan nya terlebih dahulu sambil sesekali melepaskan jab kecil untuk merombak pertahanan lalu di susul pukulan yang akurat, counter kanan di ronde ini seperti tanda Foster telah menemukan jarak yang di inginkan nya.

Meski Ford terlihat sedikit lebih cepat dalam beberapa pertukaran pukulan Foster memiliki kemampuan mengendalikan tempo, dia sudah punya cara untuk membuat penantang itu maju mundur, serangan itu kadang dengan jab atau kombinasi pendek juga langkah kecil yang membuat pukulan lawan nya ngempos.

Pemandangan tak mengenakkan terjadi ketika mereka terlibat pergumulan di dekat tali ring, dalam situasi tersebut Ford sampai terlempar keluar melalui tali dan kejadian itu yang membuat penonton bersorak.

Walau bukan momen yang menentukan hasil laga insiden itu menggambarkan bagaimana pertarungan berlangsung, Foster terlihat lebih mampu mengendalikan situasi.

Memasuki ronde berikut nya Ford beberapa kali berhasil mendaratkan pukulan kanan namun tak lama di balas oleh Foster dengan kombinasi yang lebih nendang, dia memperlihatkan kemampuan bertahan nya yang selama ini sering kurang mendapat perhatian.

Foster bergerak keluar dari bahaya pada saat yang tepat dan tidak memberi lawan nya kesempatan untuk terlalu lama menerobos lebih jauh.

Salah satu fokus utama kubu Ford sebelum pertandingan adalah menghentikan jab Foster, mereka percaya jika jab sang juara bisa di netralkan maka peluang untuk menguasai pertarungan akan terbuka lebar, tapi rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Ford malah sering di buat sibuk mengejar, Foster terus bergerak dan berganti sudut serangan sehingga dia kesulitan menemukan target yang konsisten, pukulan nya ada yang masuk memang namun itu tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan.

Memasuki pertengahan laga bahasa tubuh Ford mulai berubah, rasa bosan perlahan terlihat, dia menurunkan tangan nya memancing Foster untuk bertukar pukulan secara terbuka tapi sang juara tidak terpancing tetap berpegang pada rencana yang telah di susun nya.

Ronde ke 9 menjadi periode terbaik bagi Foster, dia menyeret Ford mundur ke arah tali ring dan melepaskan kombinasi beruntun yang membuat penonton semakin bersemangat.

Ford masih memberikan perlawanan tapi masih kesulitan menciptakan variasi serangan, sebagian besar datang dengan pola yang hampir sama dan Foster sudah membaca hal itu lalu mengantisipasi banyak pukulan sebelum di lepaskan, situasi itu membuat Ford semakin jengkel.

Sedangkan Foster terus menunjukkan berbagai cara untuk mengumpulkan poin, dia menyerang kepala, bergerak ke samping lalu kembali menyerang dari sudut kiri.

Momen terbaik Ford datang ketika saat dia mendaratkan pukulan kanan, penonton sempat berdiri karena serangan itu mengenai sasaran dengan baik.

Foster tetap tenang tidak menunjukkan ada perubahan strategi secara mendadak, dia kembali bergerak menggunakan jab memaksa Ford bertarung dengan cara yang di inginkan.

Saat memasuki ronde akhir kondisi mulai terlihat Ford membutuhkan sesuatu yang besar untuk membalikkan keadaan, dia harus menciptakan knockdown atau knockout, tapi untuk mewujudkan nyabmemerlukan Foster berdiri tepat di depan nya dan terlibat dalam adu pukulanm

Yang terjadi Foster terlalu cerdas untuk melakukan itu, dia terus mengitari ring sehingga Ford mengejar nya.

Ketika bel terakhir berbunyi skor pun di umumkan 114-114, 118-110, dan 116-112, kemenangan atas Raymond Ford kembali memperkuat posisi O’Shaquie Foster sebagai salah satu petinju terbaik di kelas junior ringan saat ini.

Setelah laga usai perhatian mulai mengarah pada kemungkinan pertarungan besar berikut nya.

Shakur Stevenson yang hadir langsung di arena terlibat adu mulut setelah pertandingan berakhir, tentu saja pertarungan itu akan menjadi tantangan, Stevenson baru saja merampas gelar Teofimo Lopez di kelas ringan super dan semua pengamat bilang dia adalah salah satu petinju paling berbakat di dunia saat ini.

#O’shaquieFoster #RaymondFord #WBC

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top