Hamzah Sheeraz Janji Bungkam Para Pengkritik: “Saya Akan Tutup Mulut Mereka”

Sheeraz janji tutup mulut para pengkritik

Hamzah Sheeraz kembali menjadi perhatian setelah merebut gelar dunia WBO kelas menengah super beberapa hari di mesir melawan Begic yang di hentikan nya ronde ke 2, namun di balik kemenangan tersebut muncul gelombang kritik yang mempertanyakan kualitas lawan yang dia hadapi.

Isu itu langsung di jawab oleh Sheeraz sekaligus ingin memuluskan ambisi nya menjadi penguasa penuh di kelas 168 pon, menurut nya kritik adalah bagian dari permainan dan tidak akan mengganggu fokus nya.

Sejak dia meraih sabuk sebagian pengamat menilai jalan nya menuju gelar tidak ada tantangan terutama karena perubahan lawan dan batal nya beberapa skenario pertarungan yang lebih besar, tapi Sheeraz bilang bahwa dia tidak berada dalam posisi untuk memilih lawan.

“Kalau Anda menanyakan beberapa pertarungan lalu, mungkin saya akan peduli dengan apa kata orang tapi sekarang saya tidak lagi mencari validasi kata nya.”

Dia menekankan bahwa petinju hanya bisa menghadapi siapa pun yang berdiri di depan nya di hari pertarungan.

Sikap ini menunjukkan perubahan mentalitas yang cukup signifikan, bila sebelum nya dia mengaku lebih mudah terpengaruh opini publik kini lebih fokus pada jalur karir nya sendiri.

Rematch Carlos Adames: “Saya Akan Bungkam Semua Kritik nya”.

Nama Carlos Adames kembali mencuat sebagai salah satu opsi paling panas untuk Sheeraz, meski tidak terlalu banyak membicarakan secara spesifik dia tidak menutup pintu untuk pertarungan ulang tersebut karena duel pertama hanya berakhir draw yang mengecewakan pada 22 februari 2025 kemarin.

Dia berkata bahwa selama pertarungan itu di tawarkan secara resmi tidak ada alasan untuk menolak bahkan dia menyiratkan hasil nya tidak akan sama dengan sebelum nya dan siap kembali menghadapi kritik dengan cara membuktikan di dalam ring.

Saat ini Sheeraz fokus nya tidak berhenti di satu nama dia melihat gambaran yang jauh lebih besar.

Meski baru saja menyandang status juara Sheeraz menolak anggapan bahwa sudah mencapai puncak sebalik nya dia menyebut gelar tersebut sebagai awal dari yang lebih besar.

Ini baru permulaan menjadi inti dari cara pandang nya terhadap pencapaian tersebut, dia merasa bahwa menjadi juara dunia bukanlah tujuan akhir tapi pintu masuk menuju level yang lebih tinggi.

Sheeraz juga secara terbuka menyebut bahwa tidak merasa sebagai petinju paling berbakat secara alami, menurut nya kerja keras dan disiplin dalam latihan telah mengimbangi kekurangan, konsistensi dan kerja cerdas adalah fondasi yang membawa nya ke posisi saat ini.

Peran pelatih nya juga di soroti, dia menyebut bahwa tidak ada kompleksitas berlebihan dalam strategi hanya eksekusi yang jelas dan disiplin.

Setelah mengamankan sabuk WBO pembicaraan bergeser ke arah yang lebih besar yaitu unifikasi gelar di kelas menengah super 168 pon, dengan sabuk lain masih di pegang oleh nama besar seperti WBA, WBC, dan IBF peluang untuk menyatukan seluruh gelar menjadi sangat terbuka namun penuh tantangan.

Sheeraz sendiri tidak menunjukkan preferensi terhadap satu sabuk tertentu, bagi nya semua juara di divisi tersebut adalah lawan yang valid dan layak di hadapi

Dia menyatakan dengan yakin bahwa ke depan nya mampu menjadi juara tak terbantahkan (undisputed) di kelas ini, namun dia bilang bahwa jalan menuju sana tidak akan mudah mengingat kualitas kompetisi sangat tinggi.

Nama seperti Canelo Alvarez juga masuk dalam spekulasi pertarungan besar di masa depan, meski belum ada kepastian Sheeraz tidak menutup kemungkinan untuk terlibat dalam kartu besar internasional termasuk event di Riyadh yang sering menjadi pusat pertarungan elite dunia.

Selain itu dia juga menyebut nama Jaime Munguia sebagai salah satu potensi lawan yang bagus di masa depan, pertarungan seperti ini akan menjadi pembuktian di panggung global.

#HamzahSheeraz #JaimeMunguia #CarlosAdames

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top