O’Shaquie Foster belum berniat meninggalkan kelas bulu super sebelum menuntaskan misi terbesar nya yakni menguasai seluruh gelar juara dunia, setelah mengalahkan Emanuel Navarrete dan menyatukan sabuk WBC, WBO, serta IBF, dia memburu satu gelar utama yang masih kurang yaitu WBA demi menyandang status juara tak terbantahkan (undisputed champion) di kelas 130 pon.
Kemenangan nya atas Navarrete menjadi langkah besar bagi Foster tetapi dia tidak ingin berhenti hanya dengan tiga sabuk, harus menyelesaikan pekerjaan nya di kelas bulu super sebelum mencari tantangan baru di kelas ringan (135 pon).
Foster mengatakan bahwa gelar undisputed menjadi prioritas, setelah itu dia siap menghadapi nama nama besar di kelas yang lebih tinggi termasuk Shakur Stevenson.
“Saya ingin menjadi juara tak terbantahkan, malam ini saya baru saja mencatatkan sejarah dengan menjadi juara yang menguasai tiga sabuk di kelas bulu super, sekarang saya hanya membutuhkan satu sabuk lagi untuk menjadi undisputed dan mewujudkan impian terbesar saya, setelah itu saya akan menemui Shakur,” kata Foster.
Satu gelar yang masih harus di buru Foster adalah sabuk WBA, Anthony Cacace tercatat sebagai pemegang nya sejak Maret 2026 merebut dari Jazza Dickens sehingga jalur menuju status undisputed masih menyisakan pekerjaan yang harus di tuntaskan Foster.
Foster memperkirakan hanya akan menjalani satu atau dua pertarungan lagi di kelas 130 pon, dia tidak ingin terlalu lama bertahan setelah berhasil mengumpulkan seluruh sabuk yang di butuhkan, begitu misi itu tercapai dia siap naik ke kelas ringan dan membuka lembaran baru dalam karirbnya.
“Saya mungkin hanya punya satu atau dua pertarungan lagi di kelas 130 pon, saya bisa menuntaskan semua nya untuk menjadi juara tak terbantahkan, lalu setelah itu saya akan naik kelas,”
Keinginan naik kelas bukan berarti Foster sudah menentukan satu lawan tertentu sebagai sasaran utama, dia tetap siap menghadapi siapa pun yang berada di jalur nya tanpa tebang pilih, nama maupun status juara bukan alasan untuk menghindari pertarungan.
Setelah meraih gelar undisputed nanti, Foster ingin membuktikan nya lagi di kelas ringan dengan menghadapi petinju terbaik disana, dia tidak ingin memilih lawan berdasarkan kenyamanan atau menghindari nama tertentu hanya karena reputasi mereka.
“Semua nya…siapa pun yang punya gelar, siapa pun yang berada di sana, saya akan datang untuk kalian,”












