Headline

Selamat Jalan Prichard Colon, Perjuangan 11 Tahun Sejak Malam Tragis di Ring

Pichard Colon meninggal dunia

Tinju kembali menerima kabar duka, Prichard Colon meninggal dunia pada 13 Agustus 2026 dalam usia 33 tahun, hampir 11 tahun setelah sebuah pertarungan yang mengubah seluruh perjalanan hidup nya. 

Kabar itu di sampaikan oleh ayah nya Richard Colon dan kemudian mendapat penghormatan dari berbagai pihak di dunia tinju. 

WBA turut mengenang Colon sebagai seorang pejuang sejati, dalam unggahan nya organisasi menyampaikan bahwa dia meninggalkan pelajaran mendalam tentang kehidupan, ketangguhan dalam olahraga tinju.

Sumber Foto: WBA via X

Sebelum nama nya di kenal karena tragedi, Colon merupakan salah satu prospek muda yang tengah di elu elukan menjadi calon bintang besar, petinju Puerto Rico itu memasuki pertarungan terakhir nya dengan catatan 16 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 13 kemenangan KO. 

Pada 17 Oktober 2015, dia menghadapi Terrel Williams di Eagle Bank Arena Fairfax Virginia, saat itu tidak banyak yang membayangkan bahwa malam itu menjadi akhir dari karir profesional Colon.

Colon terkenal sebagai petinju yang memiliki kemampuan dan daya tarik besar, memenangkan lima gelar amatir sebelum menjadi profesional pada usia 20 tahun dan mengawali dengan 10 kemenangan KO beruntun, WBC kemudian menggambarkan nya pria berbakat yang memiliki karisma kuat di luar ring. 

Pertarungan melawan Williams awal nya merupakan kesempatan bagi Colon untuk terus mendaki kelas nya, saat itu dia terlihat berada dalam jalur menuju kemenangan, keadaan berubah drastis ketika pertarungan memasuki ronde akhir.

Colon beberapa kali menerima pukulan ilegal ke bagian belakang kepala, yang menyebabkan hematoma subdural dan kerusakan otak permanen.

Pada ronde kesembilan, Colon dua kali terjatuh, pertarungan akhir nya berakhir dengan kemenangan Williams melalui diskualifikasi setelah sudut Colon melepaskan sarung tangan nya karena mengira pertandingan telah selesai. 

Yang terjadi setelah pertandingan jauh lebih memilukan, Colon mengalami pendarahan otak dan harus menjalani operasi darurat, kemudian koma selama 221 hari.

Cidera itu membuat Colon tidak kembali menjalani kehidupan seperti sebelum pertarungan itu, selama bertahun tahun ibu nya Nieves Melendez yang terus mendampingi dan merawat putra nya.

WBC memberikan penghormatan khusus kepada Colon dengan menjadikannya juara kehormatan pada 2021, organisasi menyebut keberanian dan perjuangannya sebagai sesuatu yang menginspirasi banyak orang. 

Tragedi Colon juga meninggalkan pengaruh terhadap olahraga yang dia cintai, pada 2016 WBC memperkenalkan Prichard Colon Rule yang menekankan penerapan toleransi nol terhadap pukulan ke belakang kepala, aturan ini lahir dari keprihatinan terhadap bahaya rabbit punch dan penting nya tindakan tegas wasit untuk mencegahnya. 

Nama Colon tidak hanya di kenang sebagai petinju muda yang karir nya terhenti secara tragis tapi juga menjadi bagian dari pembicaraan mengenai keselamatan petinju di dalam ring.

Sebelas tahun setelah malam yang mengubah hidup Colon akhir nya berpulang, selamat jalan kawan semoga arwah mu tenang di sisi Tuhan yang maha esa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top