Devin Haney memiliki peluang untuk memberikan kekalahan pertama bagi Shakur Stevenson, Robert Garcia pelatih kawakan menyebut sebagai lawan yang paling berbahaya bagi juara dunia 4 divisi bila pertarungan mereka terjadi.
Kemampuan bertinju Haney bukan satu satu nya yang bisa menyulitkan Stevenson tapi keunggulan jangkauan tangan juga ukuran tubuh dapat mengantisipasi berbagai serangan.
Renacan mengenai ini semakin menguat setelah pertarungan Stevenson menghadapi petinju lain tidak berlanjut ke arah yang pasti, sebelum nya di kabarkan akan menghadapi Manny Pacquiao dalam partai tambahan pada acara Tyson Fury melawan Anthony Joshua di Cardiff, tapi menuai kritik dari sejumlah kalangan penggemar dan pengamat.
Tak lama kemudian di rumorkan dengan pertarungan unifikasi melawan juara kelas welter super WBA Gary Antuanne Russell, lewat postingan di media sosial nya Stevenson menambah daftar lagi lawan yaitu Raymond Muratalla, dua petarung itu disebutkan memintan bayaran 3 juta dolar bila ingin bertemu, tapi setelah beberapa pekan seperti hilang beralih kepada Devin Haney.
Di ProBox TV, Garcia menjelaskan kenapa Haney bisa menjadi lawan yang sangat berat bagi Stevenson karena kecepatan juga kemampuan nya dalam mengendalikan pertarungan melalui teknik tinju.
“Menurut saya, Devin adalah ancaman terbesar bagi Shakur, saya pikir Devin bisa mengalahkan Shakur karena postur tubuh dan jangkauan nya, dia cepat dan juga bertinju dengan sangat baik,” kata Garcia.
Garcia tidak memandang Haney hanya sebagai lawan dengan nama besar tapi dari keunggulan fisik yang bisa di manfaatkan nya untuk mengimbangi kemampuan teknis Stevenson.
Stevenson selama ini memiliki pertahanan rapat, kontrol yang baik dan membaca pergerakan lawan dengan cepat, menghadapi nya membutuhkan kecerdikan tingkat tinggi dan ketepatan dalam menyerang, Haney memiliki pengalaman bertanding di level tertinggi walaupun pernah di cemooh usai kalah dengan Ryan Garcia, beuntung rekor nya terselamatkan karena kasus doping yang menimpa King Ry.
Tetapi Garcia tidak mengatakan mutlak Haney akan menjadi pemenang, sebab Stevenson juga mempunyai keuletan untuk mengatasi lawan sekalipun memiliki keunggulan berat badan.
“Dialah orang yang bisa mengalahkan nya, namun Shakur juga bisa melakukan hal yang sama yakni mengalahkan Haney, dia bisa menambah berat badan lebih dari 20 pon, tetapi Shakur masih bisa mengalahkannya berkat bakat yang di milikinya,”
Dalam rencana duel ini adalah batas berat badan, Bill Haney ayah sekaligus pelatih nya menyebut kedua kubu telah menyepakati pertarungan pada batas catchweight 145 pon atau sekitar 65,8 kilogram.
Kesepakatan itu di laporkan tidak menyertakan klausul larangan penambahan berat badan setelah timbang badan atau rehydration clause yang biasa nya membatasi berat badan petinju setelah proses resmi untuk mengurangi penambahan berat secara berlebihan sebelum pertandingan.
Haney terakhir kali bertarung ketika merebut gelar juara dunia kelas welter WBO dari Brian Norman Jr pada November tahun lalu, bila duel melawan Stevenson terlaksana, maka itu akan menjadi kesempatan bagi nya untuk kembali menghadapi lawan papan atas dan mengakhiri pertanyaan para penggemar siapa lawan Shakur ke depan nya.
Kalau saja Keyshawn Davis tidak mundur dari pertarungan, Haney sudah mempertahankan gelar nya, sang penantang itu di kritik habis habisan sebab sebelum nya ngebet ingin bertarung, setelah resmi malah menghilang.
Sementara itu, Stevenson memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa kemampuan teknis dan penguasaan ring milik nya cukup untuk mengatasi petinju yang mempunyai keunggulan fisik.
Pertarungan kedua nya di laporkan berlangsung di Atlanta pada 28 November, namun masih perlu mengikuti pengumuman resmi dari pihak terkait, duel juga akan menjadi yang pertama di debut nya bersama Zuffa Boxing,
Haney sendiri memiliki kesepakatan eksklusif dengan DAZN, perbedaan hubungan promosi dan penyiaran kedua petinju menjadi salah satu aspek yang perlu di perhatikan dalam perkembangan negosiasi, bila pertandingan ini di umumkan, para penggemar tidak hanya tertuju pada rekor tak terkalahkan mereka tetapi juga pada pertarungan gaya yang akan di bawa ke atas ring.
Penilaian Robert Garcia berbanding terbalik dari mantan juara dunia Timothy Bradley, dia mengunggulkan Shakur untuk menang walaupun secara pribadi tidak menyukai nya.









