Headline

Pertahankan Sabuk IBF, Raymond Muratalla Kubur Mimpi Terakhir Robson Conceicao

Muratalla pertahankan IBF atas Conceicao

Kesempatan terakhir Robson Conceicao untuk kembali menjadi juara dunia harus berakhir dengan kekecewaan, veteran asal Brasil itu tidak mampu membendung penampilan Raymond Muratalla yang sukses mempertahankan gelar kelas ringan IBF melalui kemenangan mutlak dalam pertarungan yang berlangsung di Virgin Hotels Resort Casino Las Vegas.

Ketiga hakim memberikan kemenangan kepada Muratalla dengan skor identik yang meyakinkan, yaitu 118-110, 117-111, dan 117-111, hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan beruntun kedua Muratalla atas petinju peraih medali emas Olimpiade termasuk dengan Andy Cruz di bulan Januari kemarin.

Muratalla bertarung santai tidak mau mengambil resiko berlebihan, petinju asal Fontana California itu membaca pergerakan Conceicao lebih duli sambil menyelinap untuk melepaskan pukulan kanan keras.

Conceicao memanfaatkan pengalaman dan kreativitas nya demi menciptakan peluang serangan meski upaya tersebut belum banyak membuahkan hasil.

Memasuki ronde kedua, tempo Muratalla mulai meningkat, dia mampu melewati jab jab Conceicao yang selama ini menjadi senjata lalu membalas dengan pukulan kanan yang di padukan kombinasi ke arah body, tekanan itu membuat sang penantang semakin terpojok kesulitan mengembangkan serangan nya.

Saat pertarungan berubah menjadi duel jarak dekat pada ronde ketiga Muratalla unggul, pukulan kiri keras dan uppercut mengenai dan pertukaran serangan pada ronde berikut nya kembali berpihak kepada sang juara melalui sistem penilaian terbuka.

Keunggulan itu tidak membuat nya mengendur, pada ronde kelima Muratalla meningkatkan cara bertarung nya dengan kombinasi tangan yang lebih cepat dan terus memaksa Conceicao di dekat tali ring, pembengkakan yang muncul di mata kiri nya pun tidak mengurangi efektivitas permainan nya.

Semakin lama laga berlangsung Conceicao mengubah strategi termasuk mempertimbangkan bertarung dari posisi southpaw, tapi perubahan tersebut gagal menghentikan dominasi Muratalla yang terus mendaratkan pukulan telak.

Setelah delapan ronde seluruh juri kembali menempatkan Muratalla di depan dengan skor seragam, mengetahui diri nya tertinggal agak jauh Conceicao akhir nya meningkatkan agresivitas demi mengejar ketertinggalan, yang terjadi malah menjadi bumerang, ruang terbuka yang di tinggalkan di manfaatkan Muratalla untuk melancarkan serangan balasan yang lebih keras dan akurat, menjelang berakhir nya ronde ke 9 tanda terkuras nya tenaga mulai terlihat dari petinju Brasil tersebut yang semakin sering bergerak mundur.

Muratalla sendiri datang ke laga ini sebagai juara bertahan setelah mewarisi sabuk IBF milik petinju Ukraina yang memutuskan pensiun pada tahun lalu, tapi kabar terbaru nya dia akan comeback untuk mengejar kembali dalam perebutan gelar walaupun belum pasti siapa yang akan di lawan.

Conceicao yang kini berusia 37 tahun dan pernah menyandang gelar juara dunia kelas bulu super, duel ini menjadi kesempatan terakhir untuk kembali bersaing di level tertinggi, namun pengalaman panjang nya tidak mampu menghentikan Muratalla yang lebih muda, lebih cepat dan konsisten sepanjang 12 ronde.

Di luar ring, perhatian juga tertuju kepada sejumlah nama besar yang hadir menyaksikan pertandingan, termasuk juara dunia empat divisi Shakur Stevenson juga juara WBO Abdullah Mason yang berada di bawah naungan Top Rank.

Dominasi Muratalla semakin terlihat pada dua ronde terakhir, pukulan-pukulan keras yang terus di lepaskan nya membuat semangat Conceicao perlahan memudar pada ronde ke-11 sebelum sang juara menutup penampilan nya dengan ronde ke-12 yang memastikan kemenangan mutlak sekaligus mempertahankan sabuk IBF kelas ringan, di partai pendukung sebelum ini menghadirkan duel yang tak bagus untuk di ikuti karena berakhir KO/TKO juga lewat tangan juri.

Bila ada yang bertanya siapa lawan Muratalla selanjutnya belum ada kepastian, tapi melihat persaingan di kelas ringan saat ini, duel penyatuan gelar seperti nya menjadi langkah paling bagus bagi juara IBF tersebut.

Salah satu nama yang paling layak di pertimbangkan adalah William Zepeda setelah berhasil meraih sabuk WBC mengalahkan Lamont Roach menjadi lawan ideal bila Muratalla ingin menambah koleksi gelar nya sekaligus membuktikan diri sebagai salah satu petinju terbaik di divisi kelas ringan, pertarungan ini juga memiliki nilai jual yang tinggi karena mempertemukan dua petinju yang sedang berada di puncak performa.

Apabila duel unifikasi itu belum bisa, Abdullah Mason juga berpotensi menjadi pilihan, selain menyandang gelar juara dunia WBO pertarungan ini di prediksi akan lebih mudah di wujudkan karena mereka berada di bawah promotor yang sama.

Tapi ada satu faktor yang bisa mengubah seluruh rencana, bila Muratalla mulai kesulitan mempertahankan berat badan di kelas ringan mungkin dia memilih naik ke divisi 140 pon, apabila itu terjadi kemungkinan akan melepaskan sabuk IBF dan memulai tantangan baru di kelas yang lebih tinggi.

#RaymondMuratalla #RobsonConceicao #IBF

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top