Jaime Munguia memang berhasil mempertahankan sabuk WBA nya, tetapi penampilan nya melawan Nikita Zon tidak membuat penonton sumringah melihat jalan nya pertandingan, dia berada dalam ancaman kekalahan KO pada ronde 6 setelah pukulan keras lawan nya berhasil masuk.
Munguia akhir nya mampu melewati nya menang angka mutlak setelah 12 ronde, Zon datang dengan pengalaman yang sangat jauh di bawah sang juara, rekor nya 12-1-1 belum pernah menjalani pertarungan 12 ronde sebelum mendapat kesempatan ini, namun kekurangan ini meninggalkan kesan kagum dari para penggemar.
Dengan posisi bertinju kidal, menjadi masalah bagi Munguia, ketika terlalu fokus menyerang, kombinasi yang di lepaskan nya memang cukup banyak untuk mengumpulkan poin, namun sering membiarkan lawan mendapat kesempatan membalas, Zon memanfaatkan keadaan itu dengan baik, tidak selalu sibuk, tetapi pukulan nya memberikan dampak lebih besar.
Puncak kesulitan Munguia datang pada ronde ke 6, Zon berhasil melukai nya dan terus menyerang ketika melihat sang juara berada dalam kondisi oleng, ada ancaman nyata bahwa pertarungan akan berakhir dengan kekalahan penghentian, tapi dia mampu bertahan, kembali membalas serangan perlahan mengambil alih jalan nya pertandingan.
Pengalaman Munguia menjalani pertarungan panjang ikut membantu nya, dia kembali melepaskan kombinasi dan meningkatkan jumlah serangan, Zon masih bisa menemukan sasaran, tetapi tidak mampu menjaga intensitas sepanjang waktu, sang juara memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengumpulkan poin hingga bel terakhir.
Hasil akhir adalah kemenangan angka mutlak untuk Munguia, ketiga juri memberikan skor 117-111, 116-112 dan 117-111 menutup rangkaian menuju partai utama Canelo Alvarez melawan Christian Mbilli.
Menurut sebagian pengamat angka ini terlalu lebar jika melihat beberapa momen saat Zon berhasil membuat nya berada dalam kesulitan walaupun lebih aktif.
Keputusan wasit juga menjadi bahan perdebatan, dua kesempatan itu Munguia terlihat terjatuh, kedua nya tidak di nyatakan knockdown, dia pun tidak perlu menjalani hitungan yang bisa mempengaruhi jalan nya pertandingan maupun penilaian juri.
Selain itu, Munguia juga tidak mendapat pengurangan poin setelah melakukan pukulan ke bagian belakang kepala Zon, dua kejadian yang tidak di hitung sebagai knockdown dan pelanggaran yang tidak berujung pengurangan poin membuat kinerja wasit ikut di pertanyakan, apalagi sang penantang sudah menghadapi tantangan besar karena minim nya pengalaman bertarung.
Kemenangan ini tidak menjawab masalah lama yang di miliki Munguia, dia sebelum nya pernah mengalami kekalahan KO dari Bruno Surace dan pertarungan melawan Zon memperlihatkan banyak celah dalam pertahanan nya masih bisa dimanfaatkan lawan, kali ini dia berhasil lolos dari ancaman penghentian, belum tentu nanti bila bertemu dengan Bektemir Melikuziev yang sudah standby sebagai mandatory.
Sabuk WBA masih berada di tangan nya dengan rekor 47-2 dan 35 KO, tapi kemenangan ini seharus nya menjadi peringatan, dia tidak bisa terus membiarkan lawan mendaratkan pukulan keras hanya karena dmampu membalas dengan kombinasi yang lebih banyak.
Bila menghadapi petinju yang lebih berpengalaman dan punya kemampuan menyelesaikan pertarungan, kesalahan seperti itu bisa pulang dengan menangis karena kehilangan gelar nya.












