Setelah berbulan-bulan mengejar pertarungan melawan Devin Haney tanpa hasil, Shakur Stevenson kini berencana comeback pada tanggal 23 Januari di kota kelahirannya Prudential Center Newark New Jersey, bila itu tidak kandas lagi dan terlaksana maka dia kembali setelah absen selama satu tahun penuh.
Yang masih menjadi misteri siapa lawan yang akan berdiri di depan nya nanti karena Zuffa Boxing belum mengumumkan nama yang akan menghadapi juara dunia multi-divisi tersebut, mereka harus menemukan petinju yang tidak hanya bersedia bertarung demi bayaran tetapi juga cukup untuk membuat laga ini layak di nantikan.
Selain Haney, Gervonta Davis, Raymond Muratalla, Richardson Hitchins dan Gary Russell termasuk nama yang bisa di pertimbangkan untuk memberikan ujian nya, bila mengarah ke lawan level bawah di pastikan duel ini akan kurang menarik penonton membeli tiket walaupun bertarung di depan pendukung nya sendiri.
Muratalla dan Russell sebelum nya sudah di kabarkan tertarik melawan Shakur dengan syarat gaji mereka 3 juta dolar bila ingin di wujudkan, namun sejauh ini belum ada konfirmasi langsung dari Dana White apakah permintaan angka itu memang benar adanya.
Zuffa tentu tidak kekurangan alasan untuk berhati-hati memilih lawan, Stevenson sudah tidak di ragukan lagi akan gaya bertarungnya yang memiliki pertahanan rapat dan susah di tembus, jika lawan nya tidak mampu menekan atau membongkar pertandingan akan berjalan satu arah dengan sedikit aksi, kemenangan mungkin tetap tercatat menjadi milik nya, yang jelas penonton belum tentu merasa mendapatkan tontonan yang sepadan.
Situasi ini sangat berharga bagi Zuffa karena pertarungan ini tidak hanya tentang menjaga rekor Stevenson, mereka perlu menjual tiket di Prudential Center sekaligus menarik penonton yang bersedia mengikuti acara tinju melalui Paramount+, sang petarung memang memiliki basis penggemar sendiri di Newark, tetapi lawan yang akan di pilih dan mampu memberikan perlawanan akan membantu memperluas daya tarik acara.
Rencana melawan Haney sebelum nya menyita waktu cukup panjang sebelum akhirnya berantakan akibat perbedaan versi mengenai persyaratan pertarungan.
Haney mengaku sudah menerima batas 145 pon siap bertarung pada bulan November, tak lama dia menuding lawan nya meminta klausul rehidrasi, Stevenson tak tinggal diam menyatakan Haney mengubah kesepakatan dengan meminta batas 147 pon, kedua kubu belum mencapai titik temu dan pertarungan yang paling di tunggu ini pun tidak terwujud.
Dengan kegagalan ini Zuffa harus segera mencari alternatif agar agenda Stevenson tidak terus tertunda, bila negosiasi dengan calon lawan baru kembali berlarut-larut dan tidak jelas maka tanggal 23 Januari pun belum tentu bisa di pertahankan, ke depan nya nanti akan menentukan apakah kepulangan nya menjadi pertarungan besar yang di tunggu penggemar atau hanya laga membosankan untuk mengakhiri masa absen.









