Jaron Ennis Bongkar Kelemahan Xander Zayas: “Dia Delusional, Punya Banyak Celah!

Jaron Ennis bongkar kelemahan Xander Zayas

Sebelum naik ke atas ring perang urat saraf antara Jaron Ennis dan Xander Zayas kembali memanas, Kali ini Boots tidak hanya membalas komentar tetapi juga mengklaim sudah menemukan banyak kelemahan yang siap dia manfaatkan pada malam pertandingan.

Kata itu muncul setelah Zayas sebelum nya menilai gaya bertarung nya terlalu flat-footed atau terlalu banyak berdiri di tempat ketika bertukar pukulan, penilaian itu rupa nya membuat Ennis tersenyum sinis.

“Dia delusional. Saya tidak tahu apa yang dia bicarakan, Flat-footed? Ya, terserah saja yang jelas dia punya banyak celah dalam permainan nya. Kalian akan melihat nya pada Sabtu malam, saya tidak akan membocorkan game plan, tapi saya akan menunjukkannya langsung. Sebaiknya dia jangan membuat kesalahan,” tegas Ennis.

Petinju berusia 28 tahun itu memang sengaja menutup rapat strategi yang sudah di siapkan bersama tim pelatih nya, hanya memberi isyarat bahwa kesalahan sekecil apa pun dari Zayas bisa berujung sangat mahal.

Pertarungan ini kesempatan membuktikan bahwa Ennis memang berada satu tingkat di atas petinju purtoriko yang belum terkalahkan itu, walaupun melontarkan kritik tajam dia tetap memberikan penghormatan, dia mengakui memang layak menyandang status juara dunia tetapi kemampuan Zayas masih belum berada di level elite.

“Saya tidak bilang dia petinju yang jelek, dia juara dunia karena suatu alasan, dia petinju yang solid tapi menurut saya dia hanya petinju biasa.”

Ini berkaitan dengan komentar Ennis beberapa waktu lalu yang menyamakan Zayas seperti mobil biasa yang hanya membutuhkan bensin, selain merasa telah membaca permainan dia juga percaya kondisi fisik jauh lebih baik setelah menetap di kelas 154 pon, tidak lagi di paksa memangkas berat badan.

“Saya merasa lebih kuat, cepat, lebih sehat, dan lebih bijak di divisi ini.”

Dia juga datang dari persiapan yang tidak sembrono, selama training campbEnnis mengaku berlatih bersama berbagai tipe petinju dengan ukuran tubuh yang jauh lebih besar.

“Saya mendapat banyak ronde dengan petinju 160 pon, 168 pon, 175 pon, cruiserweight bahkan dua heavyweight juga ikut membantu persiapan saya.”

Program latihan itu di yakini nya akan membuat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul di atas ring termasuk jika Zayas memilih bertarung liar sejak bel pertama.

“Ukuran tubuh tidak berarti apa apa, Skill yang membayar tagihan, begitu bel berbunyi dia akan merasakan sendiri beda nya, saya lebih cepat, pukulan lebih keras dan lebih bertenaga, saya rasa dia akan terkejut.”

Petinju asal Philadelphia itu juga menepis anggapan bahwa terlalu mudah terkena pukulan saat menyerang karena lupa dengan pertahanan yang terbuka.

“Saya tidak sering di pukul seperti yang orang katakan, setelah bertanding saya tidak pernah keluar ring dengan wajah rusak atau mata bengkak, saya justru menerima pukulan lebih sedikit di banding banyak petinju favorit kalian.”

Ennis bahkan tidak mau membuang energi membahas peluang taruhan maupun prediksi para pengamat, fokus nya hanya satu memastikan duel melawan Zayas berakhir sesuai rencana nya.

“Saya tidak peduli dengan odds atau prediksi siapa pun, pastikan saja dia lolos timbang badan dan naik ke ring setelah itu saya akan mengurus sisa nya.”

Saat di tanya apakah Zayas merupakan ancaman terbesar di kelas menengah junior Ennis juga tidak memberikan jawaban yang memuaskan bagi para pemburu sensasi, dia mengakui masih banyak nama kuat tetapi untuk saat ini seluruh pikiran nya hanya tertuju kepada satu orang.

“Saya tidak memikirkan petinju lain. Fokus saya hanya Xander Zayas, sabtu malam nanti kalian akan mendengar kalimat, ‘Juara dunia terpadu WBO dan WBA yang baru.’

Kini semua perang kata telah selesai, Ennis mengklaim sudah mengetahui titik lemah sementara Zayas datang dengan keyakinan bahwa mampu menggagalkan ambisi sang rival. 

Duel mereka ini memang banyak mengundang prediksi dari para legenda, Roy jones jr berkata jujur bahwa Ennis sudah berada di level tinggi dengan segudag pengalaman walaupun dia juga tidak meragukan kemampuan Zayas, sedangkan pelatih kawakan Robert Garcia bilang sebalik nya jika Boots tidak aman dan melihat peluang kejutan besar dari sang juara.

Berbeda dengan Jarrett Hurd yang menyebut lebih keras yaitu RIP Zayas dan Ennis terlalu buas untuk di hentikan.

Kemudian Shane Mosley juga ikut memberikan analisis nya, bila Zayas berdiri terlalu lama di depan Ennis itu sangat berbahaya karena itu wilayah nya, namun dia juga menolak menyebut petinju 23 tahun itu kurang pengalaman, dengan jam terbang yang lumayan dia yakin akan memberikan perlawanan ketat.

Menurut kalian siapa yang akan keluar sebagai pemenang?

#JaronEnnis #XanderZayas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top