Ryan Garcia berhadapan dengan isu yang pernah membayangi karir nya, menjelang pertarungan nya melawan Conor Benn pada 12 September dia menjalani tes doping saat dia sedang latihan di dalam gym.
Pemeriksaan itu bukan sesuatu yang perlu di takuti karena sudah terbiasa menjalani pengujian termasuk ketika menghadapi Devin Haney, walaupun tidak menyukai tes acak di tengah pemusatan Garcia mengatakan tetap akan menjalani prosedur yang di wajibkan.
Dia tidak hanya membantah penggunaan steroid tapi mempertanyakan kenapa pengujian ini seolah olah menjadi perhatian khusus terhadap nya dan berharap seluruh petarung mendapatkan perlakuan yang sama.
“Kalau kamu sudah bertinju sepanjang hidup mu tidak perlu berbuat curang, saya sudah memiliki semua kemampuan, kcepatan, power, semua nya sudah saya punya sejak kecil, saya pernah dites ketika melawan Haney dan sekarang saya dites lagi, bagi saya ini hanya prosedur biasa, saya tidak suka kecurangan bahkan dalam video game sekalipun apalagi dalam olahraga, saya tidak pernah memikirkan nya dan itu memang bukan bagian dari diri saya, saya hanya berharap mereka menguji semua orang bukan hanya satu petarung,” ujar Garcia.
Garcia sebelum nya memang pernah terseret persoalan terkait pengujian doping, setiap pemeriksaan menjelang pertarungan besar kembali membawa isu itu dan kemenangan nya atas Haney di rubah jadi No Contest.
Saat ini dia memilih tidak menghabiskan waktu nya untuk membahas tudingan lama justru menjelaskan bahwa kemampuan fisik nya tidak bisa begitu saja di peroleh melalui obat peningkat performa atau siapa yang memiliki otot lebih besar atau mengonsumsi zat tertentu, semua itu karena timing, teknik dan kemampuan menemukan sasaran pada momen yang tepat memiliki peranan besar dalam menghasilkan serangan yang bisa menjatuhkan lawan, Gracia juga mempertanyakan anggapan bahwa steroid otomatis membuat seorang petinju lebih keras memukul.
“Saya bahkan tidak berpikir steroid membuat seseorang memukul lebih keras, Power itu relatif terhadap teknik, menurut saya itu soal timing dan bagaimana kamu mengenai lawan pada waktu yang tepat, ini bukan cuma soal seberapa keras kamu memuku, ada orang yang pukulan nya keras, tetapi tidak bisa menjatuhkan lawan, kalau kamu sudah memiliki kecepatan dan power sejak kecil, untuk apa kamu harus curang?” kata Garcia.
Seluruh perhatian nya sekarang di arahkan ke ring, setelah menjalani persiapan dia bersiap menghadapi Benn dalam pertarungan yang akan menjadi pertahanan pertama gelar WBC nya sejak merebut dari Mario Barrios.
Henry ayah dari Garcia yang ada di samping nya berani memasang taruhan pada putra nya memilih kemenangan lewat stoppage.
Prediksinya pun cukup berani, Henry awal nya menyebut ronde ke 4 kemudian membuka kemungkinan ronde ke 5 hingga 7 atau 8, yang pasti pertarungan tidak akan melewati ronde ke 9 kata nya dengan yakin.
Terlepas dari prediksi itu Garcia sekarang memiliki pekerjaan berat dan tidak penting membalas komentar siapa pun, dia harus membuktikan bahwa performa nya nanti memang sejalan dengan keyakinan nya sendiri.
Tes doping mungkin kembali menjadi bagian dari cerita tapi Garcia ingin memastikan bahwa ketika bel berbunyi pembicaraan tentang steroid berhenti dan kemampuan bertinju nya yang menjadi jawaban.









