Rencana pertarungan Agit Kabayel dan Nelson Hysa akhir nya menemukan kejelasan, setelah kedua kubu saling bantah mengenai siapa yang belum menyelesaikan kontrak, sekarang mereka resmi mendapatkan tanggal dan tempat.
Kabayel akan mempertahankan gelar juara dunia kelas berat WBC untuk pertama kalinya sebagai juara penuh melawan Nelson Hysa pada 28 November mendatang yang akan digelar di Merkur Spiel-Arena Düsseldorf Jerman, stadion besar yang mampu menampung sekitar 50.000 penonton.
Tanggal 28 November yang sebelum nya disebut Kabayel ketika merespons tantangan Hysa kini bukan lagi rencana yang masih di bicarakan, pertarungan tersebut sudah menjadi agenda resmi, laga ini juga menjadi awal dari era baru nya sebagai juara dunia penuh.
Awal mula Kabayel dan Hysa sebenar nya dari sebuah tantangan terbuka, setelah meraih kemenangan cepat atas Thomas Narmo dalam partai tambahan laga Moses Itauma vs Filip Hrgovic, dari sisi ring petinju Albania itu menghampiri sang juara dan menyatakan keinginan nya untuk menghadapi dimana saja.
Situasi kemudian berkembang menjadi lebih serius, Hysa di laporkan mendatangi kantor Frank Warren untuk meminta pertarungan melawan Kabayel, setelah itu muncul kabar bahwa proses kontrak sudah berjalan, namun tidak lama kemudian, muncul pernyataan bahwa pertarungan tersebut terancam batal karena disebut mundur.
Hysa langsung membantah dengan mengunggah video melalui Instagram sambil memperlihatkan sejumlah dokumen yang menurut nya berkaitan dengan kontrak, dia mengatakan sudah menandatangani kesepakatan dan meminta Kabayel melakukan hal yang sama, dia juga memberikan tenggat waktu sebelum mengancam akan membuka dokumen tersebut kepada publik.
Drama itu kemudian mendapatkan respons langsung dari Kabayel, sang juara menerima tantangan Hysa, pertarungan melawan Hysa memiliki arti penting karena ini akan menjadi pertahanan pertama gelar WBC milik nya setelah status nya berubah.
Status tersebut kemudian berubah setelah Oleksandr Usyk menolak menjalani pertarungan wajib melawan Kabayel dan memilih mengosongkan gelar nya, situasi itu membuat nya naik menjadi juara dunia WBC kelas berat penuh.
Tetapi status juara saja belum cukup, Kabayel sekarang harus mempertahankan sabuk, Nelson Hysa mendapatkan kesempatan terbesar dalam karir di usia nya yang sudah 42 tahun, petinju Albania itu memang belum pernah bertanding di level seperti ini namun catatan rekor yang di miliki nya cukup bagus 23 kemenangan KO dari total 25 kemenangan.
Angka itu membuat Hysa memiliki rasio KO yang sangat tinggi, tetapi statistik itu akan mendapatkan ujian berat karena selama ini belum menghadapi petinju dengan posisi dan pengalaman seperti sang juara WBC, Kabayel sudah melewati sejumlah pertarungan keras sedangkan dia sekarang langsung melompat ke perebutan gelar dunia.
Ada tujuan yang lebih besar bagi Kabayel setelah pertahanan gelar pertama nya, bila berhasil mengalahkan Hysa, dia akan mempunyai peluang untuk mengejar pertarungan unifikasi dengan juara dunia kelas berat lain nya, dua nama yang berada dalam jalur tersebut adalah Daniel Dubois dan Filip Hrgovic.
Dubois di jadwalkan menjalani pertandingan ulang melawan Fabio Wardley, sementara itu Hrgovic akan menghadapi penantang wajib Frank Sanchez pada tahun 2027, hasil dari rangkaian pertarungan itu akan ikut menentukan bagaimana peta perebutan gelar.
Perkembangan Kabayel juga berkaitan dengan persoalan gelar WBA yang sebelum nya sedang menjadi perhatian di kelas berat, Murat Gassiev saat ini merupakan pemegang gelar WBA regular, ada pembahasan mengenai kemungkinan gelar WBA Super kembali di perebutkan dalam duel Tyson Fury vs Anthony Joshua.
Gassiev telah menyampaikan keberatan nya terhadap rencana tersebut karena dirinya tidak merasa di libatkan dalam keputusan mengenai gelar yang sedang di pegang nya, bila WBA akhirnya membuat jalur perebutan gelar tersebut berubah, Kabayel juga memiliki kemungkinan mendapatkan pertarungan unifikasi bernilai besar lain nya.
Saat ini sudah jelas, Kabayel tidak lagi mencari siapa calon lawan nya karena sudah di tetapkan, tinggal mempersiapkan diri agar gelar itu tidak berpindah tangan, bilamana itu terjadi maka cita cita nya untuk menjadi juara tak terbantahkan akan kandas.








