Banyak Omong, Aleem Di Bungkam Diego Pacheco Ronde Ke 11

Diego Pacheco hentikan Pacheco ronde ke 11

Immanuwel Aleem tak bisa menepati janji nya akan menumbangkan Diego Pacheco seperti yang di katakan saat konferensi pers, ternyata mulut besar nya di bungkam pada putaran ke 11.

Menjadi partai puncak sebelum Leo Atang menghancurkan Glen Williams dan Andy Cruz vs Abraham Montoya, Pacheco tidak langsung menggebrak ring dengan semua kekuatan nya, dia masih menahan tekanan dari Aleem yang memang niat untuk menghentikan sejak awal lewat jab kiri ke ulu hati karena kesulitan meninju wajah lawan yang menjulang tinggi.

Detik ronde pertama akan berakhir Aleem menggelengkan kepala nya ketika kombinasi dari Pacheco mengenai sasaran seolah tak terjadi apa apa.

Ronde ke 2 jab Aleem menerobos di ikuti pertukaran jarak dekat, walaupun pacheco tangan nya lebih panjang tetap memberikan sentuhan ke arah rusuk tapi terhalang siku, jab kiri nya membuat Aleem harus mengatur ulang pertahanan lalu menyerang tapi meleset sebab Pacheco sudah membaca kemana arah tangan itu bergerak.

50 detik ronde ke 3 akan berakhir kedua tangan Pacheco dengan keras menghujam dobel cover Aleem, dia tak mundur malah maju membalas lagi lagi pukulan nya tak tepat sasaran, keunggulan jangkauan dari petinju 25 tahun ini di pergunakan dengan sangat baik, jab nya beberapa kali membuat kepala Aleem manggut-manggut segera merapat kedua tangan nya.

Di ronde ke berikut nya Aleem sudah mulai kehilangan ketajaman nya, di mulai uppercut kanan Pacheco sangat telak menghantam dagu di susul 2 pukulan kanan kiri membuat nya semakin terpuruk tapi tidak menyerah.

Pacheco mengamuk dengan serentetan pukulan brutal di akhir ronde ke 7 membuat Aleem hanya bertahan mundur sampai ke tali ring, kuda kuda nya masih kuat menahan sehingga tak sampai terkapar tapi jelas dia sudah mulai ngedrop hanya sesekali melepas jab seperti lagi sparing.

Pacheco terus menguasai jalan duel sampai pada ronde ke 11, di sini hook kanan nya keras masuk membuat Aleem terhuyung ke tali ring sebelum terkena pukulan susulan berakhir jatuh dengan posisi duduk, dia segera berdiri sebelum wasit menghitung, kemenangan sudah di depan mata di kembali melancarkan pukulan serupa membuat lutut nya menyentuh kanvas, wasit segera melangkah masuk menggantikan agar tidak semakin berbahaya.

Kemenangan ini menambah rekor Diego Pacheco menjadi 26 tanpa kalah dan 19 kali di raih KO, di bawah asuhan pelatih baru nya dia semakin tertata tak mudah di serang balik sampai parah seperti saat melawan Kevin Lele Sadjo yang menjatuhkan nya biarpun mampu berdiri dan memenangkan pertarungan.

Eddie Hearn kembali di wawancara setelah kemenangan ini, dia berkata target ke depan Pacheco akan di hadapkan melawan Jaimie Munguia.

“Tepat seperti yang kami inginkan, Diego bukan hanya petinju hebat, tetapi juga sosok yang sangat dicintai kota ini, usianya baru 25 tahun dan rekornya kini 26 kemenangan tanpa kekalahan, arena ini seharusnya menjadi rumahnya, kami ingin terus membawanya kembali bertarung di sini dalam laga-laga besar, kami berencana kembali sekitar bulan November di arena ini menghadapi nama besar lainnya, entah perebutan gelar dunia terjadi November nanti atau awal 2027, Diego pasti akan bertarung untuk sabuk juara dunia, kalau bisa menghadapi Munguia lebih dulu, kami akan mengalahkannya lalu mengejar pertarungan melawan Canelo Alvarez kata Hearn.”

#DiegoPacheco #ImmanuwelAleem

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top