Selisih 140 Pound! Eddie Hall Mengaku Bisa Di Bikin KO Oleh Tommy Fury Tapi…

Eddie Hall mengaku bisa KO oleh Tommy Fury

Hitung mundur menuju Eddie Hall melawan Tommy Fury kini semakin dekat, pertarungan yang di jadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026 menghadirkan dua sosok ibarat kurcaci dan raksasa.

Saudara Tyson Fury ini lahir sebagai petinju profesional yang sudah terbiasa bertanding di atas ring sementara lawan nya mantan World’s Strongest Man yang membangun reputasi nya lewat kekuatan fisik yang ngeri.

Banyak penggemar langsung melihat perbedaan ukuran tubuh sebagai faktor utama dalam pertarungan ini namun Hall sendiri memilih untuk tidak terjebak dalam anggapan bahwa ukuran besar otomatis menjamin kemenangan.

Pria asal Inggris malah mengakui bahwa dia bisa saja kalah KO saat menghadapi Tommy.

Pengakuan itu memang jujur tak seperti yang biasa nya di penuhi dengan kata sesumbar, Hall tidak menjual cerita bahwa kebal terhadap pukulan atau merasa akan menang dengan mudah hanya karena memiliki tubuh yang jauh lebih besar.

Dia memahami bahwa lawan yang akan di hadapi nya memiliki pengalaman, Tommy mungkin bukan petinju kelas dunia seperti sang kakak tetapi ia tetap seorang profesional yang sudah menghabiskan bertahun tahun berlatih tanding di bawah aturan tinju.

Eddie Hall juga tak ragu bilang satu pukulan telak bisa mengubah jalan nya pertandingan dalam hitungan detik tapi dia menjadikan ancaman itu bagian dari persiapan nya.

Bagi nya mengabaikan kemungkinan tersebut hanya akan menjadi kesalahan yang merugikan diri nya sendiri saat malam pertandingan tiba.

Meski demikian bukan berarti Hall merasa berada dalam posisi yang tidak di unggulkan, program persiapan yang di jalani berjalan sesuai harapan, sparring di mulai jauh sebelum hari pertandingan dan fokus utama di arahkan untuk meningkatkan kebugaran juga kemampuan bertahan selama ronde berlangsung.

Perubahan kondisi fisik nya juga menjadi salah satu hal yang paling dia soroti, pada masa kejayaan nya sebagai atlet strongman Hall pernah mendekati 200 kilogram kini berat badan nya berada di sekitar 150 kilogram.

Untuk orang biasa angka itu tentu masih luar biasa besar namun bagi dia jauh lebih ringan di banding ketika aktif mengangkat beban ekstrem di berbagai kompetisi dunia.

Saat membahas kemungkinan jalan nya pertandingan Hall tanpak nya sudah memiliki gambaran yang jelas mengenai trik yang akan di gunakan Tommy Fury, dia memperkirakan tidak akan berdiri di depan dan bertukar pukulan secara terbuka.

Tommy di prediksi akan menggunakan gaya yang lebih aman bergerak masuk untuk mencetak poin lalu keluar dari jangkauan sebelum lawan sempat membalas.

Strategi seperti itu tentu bukan sesuatu mengejutkan, dalam dunia tinju profesional, kecepatan kaki dan kemampuan menghindar menjadi senjata utama apalagi saat menghadapi lawan yang memiliki ukuran tubuh lebih besar.

Namun Hall percaya itu juga memiliki titik lemah, bergerak terus menerus membutuhkan energi yang besar, semakin lama pertarungan berlangsung maka berat pula beban yang harus di tanggung bila di paksa menjaga tempo tersebut.

Karena itulah Hall tidak tertarik untuk bermain dalam permainan lawan nya dan tidak ingin mengejar kemenangan lewat teknik atau pertukaran kombinasi cepat seperti yang biasa di lakukan petinju profesional, dia akan membawa pertarungan ke wilayah yang paling menguntungkan.

Rencana nya Hall terus maju membuat Tommy terus bergerak mundur menghabiskan energi sepanjang ronde berjalan.

Dalam pandangan nya tidak mudah mempertahankan mobilitas tinggi ketika ada lawan dengan ukuran tubuh raksasa yang terus datang tanpa henti, Hall juga meyakini bahwa Tommy belum pernah menghadapi situasi yang serupa sepanjang karir nya, tentu saja itu masih harus di buktikan saat bel pertandingan berbunyi.

Sebab pengalaman bertinju tetap unggul di banding dengan seseorang yang bukan petinju murni, kita bisa jadikan contoh saat Rico Verhoeven melawan Usyk di ronde ke 11, mantan kickboxer itu terlihat kaku menyerang seperti anak kecil menyeruduk tanpa perhitungan yang kemudian uppercut telak menghantam dagu nya sampai tersungkur ke tali.

Menurut pandangan penulis inilah yang harus di waspadai Hall karena Tommy Fury telah menghabiskan sebagian besar hidup nya di dalam ring memahami ritme pertandingan, tahu cara mengontrol dan terbiasa menghadapi sorakan penonton yang bisa membuat petarung gugup.

Kalau Tommy Fury ingin memenangkan pertarungan lewat kecepatan dan pergerakan maka Hall berencana membalas nya dengan tekanan tanpa henti sejak ronde pertama dan jika strategi itu berjalan laga yang semula di anggap mudah bisa berubah menjadi ujian paling berat yang pernah di hadapi nya di atas ring.

#TommyFury #EddieHall

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top