Perang kata-kata antara Timothy Bradley dan Shakur Stevenson ternyata melebar jauh dari yang sebelumnya cuma perdebatan soal pertarungan Ryan Garcia menang TKO atas Conor Benn beberapa hari yang lalu.
Setelah Bradley mengkritik rencana Shakur untuk naik ke kelas welter dan menghadapi Garcia dia membalas dengan serangan keras, tidak hanya menyinggung pencapaian nya tetapi juga mengatakan dia memiliki kemampuan lebih banyak dan mengancam akan mengambil job nya.
Tak lama kemudian, Bradley memberikan bantahan atau semacam pengingat barangkali ada yang belum tahu, salah satu ucapan nya adalah tentang 3 kali masuk Hall of Fame.
Dari situ penulis penasaran, seberapa hebat sebenar nya Bradley ketika masih aktif bertinju, aakah klaim tersebut hanya bagian dari perang mulut atau memang ada rekam jejak yang mendukung nya, setelah di telusuri ternyata perjalanan karir nya memang lumayan panjang.
Bradley menjalani debut sejak 2004 dan mengakhiri karir nya pada 2016 dengan rekor 33 kemenangan, dua kekalahan, satu imbang dan satu no contest termasuk 13 kemenangan KO/TKO, bertarung di kelas ringan super 140 pound dan welterweight.
Sabuk dunia pertama nya datang pada 10 Mei 2008 ketika Bradley pergi ke Inggris untuk menghadapi juara WBC Junior Witter, setelah menjatuhkan lawan di ronde ke 6 dia menang melalui split decision.
Setahun kemudian, Bradley menghadapi Kendall Holt, pemegang sabuk WBO, menang angka dan menyatukan 2 gelar, setelah sukses di kelas ini dia kemudian naik ke 147 pound, di sinilah karir nya memasuki level lebih besar.
Pada 9 Juni 2012, Bradley menghadapi Manny Pacquiao untuk memperebutkan sabuk WBO welterweight, dia datang dengan rekor belum terkalahkan dan mengejutkan dunia dengan kemenangan split decision, 3 juri memberikan skor 115-113, dua untuk Bradley dan satu untuk Pacquiao.
Kemenangan itu memang masih menjadi bahan perdebatan sampai sekarang tetapi satu fakta tidak berubah, Badley tercatat sebagai orang yang mengalahkan Pacquiao dalam pertarungan pertama mereka, tapi persaingan itu belum selesai.
Pacquiao merebut kembali sabuk WBO dari Bradley melalui unanimous decision pada April 2014, dua tahun kemudian mereka melakukan Trilogi dan Pacman kembali menang angka, saga mereka berakhir 2-1 untuk legenda hidup dari Filipina.
Bukan cuma Pacquiao, kalau hanya mengandalkan kontroversi kemenangan atas Pacquiao, penilaian terhadap Bradley tentu tidak akan lengkap.
Pada 2013, dia menghadapi Ruslan Provodnikov dalam salah satu pertarungan paling keras, Bradley mempertahankan gelar WBO welterweight setelah menang angka dalam pertarungan yang kemudian di kenal luas sebagai salah satu laga terbaik pada tahun itu, bahkan sebelum pertarungan organisasi sudah mencatat nya sebagai juara dunia welterweight yang juga masuk jajaran top-10 pound-for-pound.
Beberapa bulan kemudian, Bradley menghadapi Juan Manuel Marquez, dia kembali menang melalui split decision yang kkemudian menjadi anggota International Boxing Hall of Fame.
Pada periode tersebut, Bradley bahkan pernah berada di peringkat No. 3 pound-for-pound versi The Ring, ketika dia mengatakan kepada Shakur pernah berada di posisi yang sekarang di tempati nya memang ada dasar historis di balik ucapan nya.
Bila menghitung reign gelar dunia utama nya, Bradley memiliki lima gelar, dua kali menjadi juara WBC junior welterweight, sekali menjadi juara WBO junior welterweight kemudian dua kali memegang sabuk WBO welterweight.
Bagaimana dengan tiga Hall of Fame?
Bagian ini ternyata juga bisa diverifikasi, Bradley masuk International Boxing Hall of Fame sebagai bagian dari kelas 2023 bersama Carl Froch dan Rafael Marquez, kemudian nama nya masuk Nevada Boxing Hall of Fame dalam kelas 2023, induksi tersebut di rayakan dalam seremoni di Las Vegas pada Agustus 2024.
Yang terbaru, Bradley kembali mendapat kehormatan sebagai anggota National Boxing Hall of Fame kelas 2026, di induksi bersama nama besar seperti Erik Morales, Rafael Marquez dan Felix Trinidad sang juara terlama IBF dalam acara di California pada April 2026.
Ucapan Bradley kepada Shakur bahwa diri nya telah masuk tiga Hall of Fame memang benar, International Boxing Hall of Fame, Nevada Boxing Hall of Fame dan National Boxing Hall of Fame.
Itulah konteks yang di bawa Bradley ketika membalas Shakur, dia memang mengakui bahwa petinju yang sekarang ada di naungan Zuffa Boxing itu memiliki lebih banyak uang tetapi dia ingin perdebatan tersebut di kembalikan kepada apa yang sudah di lakukan masing masing petinju ketika berada di dalam ring.
Setidak nya dari catatan sejarah karir nya, klaim Bradley tentang pernah menjadi juara dunia dan tiga kali masuk Hall of Fame bukan bualan semata.









