Headline

Timothy Bradley Bela Teofimo Lopez, Kritik Penampilan Rolly Romero

Timothy Bradley bela Lopez, kritik Romero

Timothy Bradley tidak terima melihat Teofimo Lopez masih di salahkan setelah mengalahkan Rolly Romero.

Di dalam mobil pribadi nya dia mengarahkan kritik nya kepada Romero, Lopez sudah melaksanakan apa yang seharus nya di lakukan seorang petinju untuk memenangkan pertarungan dan Rolly terlalu banyak menunggu tidak berani mengambil pertukaran pukulan.

Lopez keluar sebagai pemenang melalui keputusan mayoritas di T-Mobile Arena Las Vegas, Minggu (23/8) WIB, dua juri memberikan kemenangan 115-113 dan 116-112, satu juri lain nya memberi skor 114-114.

Kemenangan itu banyak yang tidak terima karena Rolly sempat memiliki beberapa momen bagus terutama ketika pukulan kiri nya membuat Lopez goyang pada ronde ke 5, setelah itu sang penantang mengendalikan pertarungan lebih aktif sepanjang ronde.

Bagi Bradley, masalah utama nya ada pada Romero, dia melihat Rolly sudah berubah sejak mengalami kekalahan KO dari Gervonta Davis dan kemudian dari Isaac Cruz, gaya agresivitas yang dulu menjadi ciri bertarung nya sudah menghilang, dia lebih berhati hati apalagi berhadapan dengan petinju yang mampu memberikan serangan balik.

“Lihat bagaimana Rolly dulu bertarung ketika masih bersama Bullet, dia agresif, terus maju dan bertarung seperti seekor anjing, kemudian dia di hentikan Gervonta Davis, lalu Pitbull Cruz, sejak kalah dari Pitbull, dia bertarung seperti orang yang selalu bermain aman, dia tidak percaya pada dirinya sendiri dan tidak mau terkena pukulan, sementara Teofimo terus maju, menentukan tempo, mengontrol pertarungan dengan jab dan menyerang tubuh nya, Teofimo membuat Rolly menjadi counter puncher, padahal itu bukan sesuatu yang dia kuasai dengan baik,” kata Bradley.

Statistik pertarungan memang memperlihatkan perbedaan aktivitas kedua petinju, Lopez mendaratkan 124 pukulan berbanding 73 milik Romero dan jab menjadi salah satu senjata utama Lopez sepanjang laga.

Bradley juga menyoroti bagaimana Romero gagal memanfaatkan momen ketika sebenar nya dia berhasil membuat Lopez berada dalam masalah.

Rolly memiliki kekuatan untuk mengubah jalan nya pertarungan, tetapi tidak cukup berani untuk melanjutkan serangan setelah menemukan sasaran, hal itu yang membuat Lopez semakin tenang melancarkan serangan lalu menghindar.

Bahkan Bradley menilai sudut Romero sendiri sudah menyadari masalah itu, Instruksi dari tim nya agar lebih agresif menjadi bukti bahwa mereka tidak puas dengan penampilan petinju nya.

Kritik Bradley kemudian semakin tajam ketika membahas alasan orang orang yang di gunakan untuk menilai kemenangan berdasarkan kerusakan wajah.

Dia menolak anggapan bahwa wajah yang rusak pasti menentukan pemenang dalam tinju, satu atau dua pukulan keras tidak bisa menghapus menit menit ketika seorang petinju terus kehilangan ronde karena kalah aktivitas dan di kontrol lawan.

“Rolly tidak mau bertukar pukulan, itu saja, dia tidak mau melakukannya dan itu bukan kesalahan Teofimo, Teo adalah orang yang mengambil resiko juga mencari peluang, bahkan ketika dia mulai mengambil lebih banyak dan menempatkan dirinya dalam bahaya dia tetap yang berusaha membuat pertarungan terjadi, Teofimo berdiri di depan nya seperti berkata, ‘Ayo, kita bertarung,’ tetapi Rolly tidak mau, saya sudah bilang bahwa Rolly tidak akan mampu menghadapi Teofimo Lopez, saya tidak peduli kalau para juri membuat skor nya terlihat dekat, pertarungan yang tepat di menangkan oleh Teofimo.”

Bradley memang tidak menganggap Lopez sebagai petinju tanpa kelemahan, dia mengakui masih ada sejumlah masalah dalam gaya bertarung yang belum terselesaikan sebab sudah melekat sejak masih kecil karena cara latihan nya tidak banyak berubah, tapi untuk pertarungan kali ini dia tidak melihat alasan untuk mengurangi apresiasi terhadap Lopez.

Perbedaan itulah yang menurut Bradley menentukan hasil pertandingan, kemenangan ini membawa nya ke puncak dan Rolly harus menerima kenyataan kehilangan sabuk WBA yang sebelum nya di rebut dari Ryan Garcia.

Setelah pertarungan yang sejak awal di bangun dengan latar belakang persahabatan serta perseteruan pribadi itu berakhir, Bradley memilih satu pihak yaitu Teofimo Lopez.

#TimothyBradley #TeofimLopez #RolandoRomero

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top