Perjalanan panjang Andrew Moloney akhir nya berujung manis, setelah melewati berbagai naik turun dalam karir nya petinju asal australia itu kembali merasakan momen yang selama ini terus dia kejar.
Bertarung jauh dari kampung halaman di hadapan publik Jepang yang di kenal sangat menghargai tinju kelas ringan Moloney berhasil merebut sabuk juara dunia IBF kelas junior bantam usai mengalahkan Willibaldo Garcia dalam duel sengit 12 ronde.
Pertarungan yang digelar di Aichi Sky Expo tokoname Jepang, sejak awal memang di prediksi berlangsung ketat, Garcia datang sebagai juara bertahan dan Moloney hadir membawa pengalaman panjang di level elite serta tekad untuk kembali mengangkat sabuk dunia.
Petinju Meksiko itu maju sambil melepaskan kombinasi pukulan dari berbagai sudut, gaya bertarung nya yang liar memaksa lawan untuk tidak fokus namun Moloney membalas dengan cara lain membiarkan bergerak aktif lalu mencari peluang untuk membalas dengan pukulan yang lebih telak.
Strategi tersebut mulai terlihat hasil nya pada ronde pertengahan, saat Garcia masuk menyerang Moloney mampu menyisipkan pukulan pendek ke arah wajah maupun tubuh lawan untuk menarik perhatian juri, sedikit demi sedikit dia mulai mengumpulkan keunggulan angka.
Meski terus mendapat tekanan tidak semua pukulan sang juara berhasil mengenai sasaran banyak serangan nya meleset atau hanya menyentuh sebagian target, sekilas Garcia lebih sibuk namun dari penilaian Moloney lebih efektif.
Memasuki paruh kedua pertarungan tensi semakin meningkat, Garcia menyadari laga mulai bergerak ke arah yang tidak menguntungkan nya, dia kemudian meningkatkan serangan dan memaksa duel saling berhadapan, kedua petinju terlibat adu pukulan yang memancing sorakan penonton.
Di sini pengalaman Moloney unggul, dia tetap menjaga ketenangan meski mendapat tekanan besar, saat Garcia mengubah momentum Moloney mampu menjawab dengan pukulan balasan yang presisi.
Ronde akhir menjadi momen paling menegangkan, Garcia mengeluarkan seluruh tenaga yang tersisa demi mempertahankan gelar nya dengan maju tanpa henti mencuri ronde penentuan dan membalikkan keadaan di kartu juri.
Sang juara menunjukkan semangat luar biasa tidak ada tanda menyerah meski pertarungan berjalan berat, dukungan dari tim nya di sudut ring juga terus memompa agar dia mampu menutup laga dengan kuat.
Namun malam itu memang milik Moloney, dia menjalankan rencana bertarung nya hingga ronde terakhir, begitu bel akhir berbunyi, proses penghitungan nilai berlangsung dengan penuh ketegangan, hasil resmi diumumkan, dua juri memberikan kemenangan untuk Moloney dengan skor 115-113 satu juri menilai laga berakhir imbang 114-114, keputusan mayoritas itu langsung disambut sorak kegembiraan dari kubu Australia.
Kemenangan ini memiliki arti jauh lebih besar bagi Moloney karena dalam beberapa tahun terakhir telah menghadapi berbagai tantangan berat di level tertinggi.
Pertama kali dia memegang gelar interim versi WBA merebut dari Elthon Dharry lewat RTD pada November 2019, kemudian Juni 2020 di pertahanan pertama nya dia sudah kehilangan lewat angka saat melawan Joshua Franco, di rematch melawan hasil nya mengecewakan karena terjadi benturan kepala tak dia sengaja.
Lalu di trilogi pada 2021 Moloney kembali kalah dan mengakui keunggulan Franco lewat angka mutlak, tak berhenti di sini dia kembali mendapatkan kesempatan perebutan gelar WBO yang kosong melawan Junto Nakatani, hasil nya lebih parah KO di detik ronde ke 12.
Pertengahan 2024 dia kembali ke jalur interim WBC melawan Pedro Guevara, lagi dan lagi dia gagal lewat split decision.
Ada masa ketika impian menjadi juara dunia semakin menjauh namun dia terus bertahan dan menolak menyerah, usaha tersebut akhir nya terbayar di sini dengan kemenangan atas Garcia Moloney kembali menempatkan dirinya di antara nama penting kelas 115 pon.
Baca juga:
#AndrewMoloney #WillibaldoGarcia









