Headline

Lucas Bahdi Respon Schofield: “Dia Dipaksa Bertinju Ayahnya”

Lucas Bahdi respon Floyd Schofield

Foyd Schofield sudah lebih dulu berbicara keras menjelang perebutan gelar kelas ringan WBA melawan Lucas Bahdi, sekarang giliran petinju Kanada itu membalas dengan mempertanyakan apakah dia bertarung karena keinginan nya sendiri atau hanya mengikuti dorongan sang ayah.

Bersama Most Valuable Promotions, Bahdi membahas persiapan, perjalanan menuju perebutan gelar dunia sampai komentar pedas dari ayah Schofield yang sebelum nya menyebut terlalu kecil dan tidak memahami keras nya kehidupan yang pernah mereka jalani.

Pertarungan Schofield dan Bahdi sendiri akan berlangsung 10 Oktober di Wintrust Arena Chicago 1 panggung dengan Ricardo Sandoval vs Sergio Yoreme Mendoza dalam perebutan gelar WBA dan WBC kelas terbang, Schofield datang dengan rekor 19-0, 13 KO sedangkan Bahdi juga belum terkalahkan dalam 20 pertandingan dengan 15 kemenangan KO.

Bahdi sudah menjalani persiapan di Montreal sejak Juli setelah sebelum nya berlatih di Toronto, sekarang bekerja bersama pelatih Howard Grant yang tidak mengubah gaya bertarung nya tapi mempertajam senjata yang sudah di miliki.

Perjalanan menuju pertarungan perebutan gelar ini juga tidak datang sebagai pengganti dadakan, kesempatan besar Bahdi bermula ketika dia menerima tawaran menghadapi Ashton Sylve hanya tiga pekan sebelum pertandingan, duel itu menjadi berkah karena dia menghentikan nya dengan spektakuler, sejak saat itu mulai mendapat perhatian lebih besar dari MVP.

Setelah kemenangan itu, Bahdi kembali menghadapi 3 lawan berat termasuk Roger Gutierrez pada Agustus 2025 yang di menangkan nya lewat angka mutlak, bagian paling panas ketika Bahdi di suruh merespon soal komentar ayah Schofield.

Dengan meremehkan latar belakang Bahdi orang Kanada yang pernah bermain hoki dan menyebut tidak mengenal keras nya kehidupan seperti yang di alami keluarga Schofield dan berharap melihat nya terkapar.

Bahdi tidak membalas dengan membahas seluruh komentar satu per satu, dia mengarahkan serangan nya kepada hubungan antara Floyd Schofield dan sang ayah.

“Ayah nya yang melakukan semua pembicaraan untuk nya, saya memang berasal dari Kanada dan pernah bermain hoki, tapi saya adalah bintang hoki, jangan sampai dia kena blocker saya..[tertawa], saya tidak di paksa bertarung tetapi memilih nya, saya rasa dia justru di paksa bertarung oleh ayah nya. Saya tidak yakin dia benar-benar ingin berada di sana.”

Bahdi tidak hanya membantah kurang keras karena berasal dari Kanada, tetapi juga membalikkan semua kata dari mereka karena dia telah melewati banyak situasi sulit termasuk pernah mengalami cidera pada kedua tangan nya dalam pertarungan tetapi harus mencari cara untuk menang.

Dengan pengalaman amatir yang panjang dan rekor profesional 20-0, Bahdi tidak punya alasan untuk meragukan kemampuan nya menjalani pertarungan panjang.

“Saya sudah menghadapi banyak kesulitan dan saya tidak pernah mundur, saya pernah mematahkan kedua tangan saya dalam sebuah pertarungan dan tetap harus mencari cara untuk menang, orang-orang boleh melihat saya dan berkata, ‘Ya, dia bisa menjadi petinju. Bagus.’ Kalau begitu, lakukan, buktikan selama 12 ronde, semua pengorbanan, karier amatir.dan semua yang saya lakukan mengarah ke 10 Oktober, semua nya di pertaruhkan.”

Bahdi tidak meremehkan terhadap kualitas Schofield yang memiliki kecepatan dan kekuatan yang berbahaya, kemenangan cepat atas Tevin Farmer juga mendapat perhatian khusus karena dia sudah pernah menjalani pertarungan ketat melawan William Zepeda, sehingga penghentian pada ronde pertama menjadi bukti bahwa dia kualitas penghancur.

Pertarungan mereka nanti bisa berakhir dengan banyak cara, mereka sama sama memiliki kecepatan dan power, kemungkinan akan menjadi pertarungan terbaik tahun ini, Bahdi sudah menyampaikan pesan terakhir nya, “bersiaplah untuk perang karena saya sudah siap”.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top