Headline

Kasus Hukum Edgar Berlanga Bisa Ganggu Rencana Zuffa Boxing

Edgar Berlanga di tangkap polisi

Petinju yang dulu raja KO ronde pertama, Edgar Berlanga saat ini sedang menghadapi masalah, bukan dengan lawan tapi berjejer dengan aparat kepolisian, dia di laporkan di tangkap di Florida pada 26 Oktober, dugaan insiden yang terjadi 8 hari sebelum nya.

Berlanga menghadapi dua dakwaan, yakni tingkat pertama yang tergolong pelanggaran ringan dan aggravated battery tingkat kedua yang merupakan tindak pidana berat, catatan pengadilan menyebutkan hakim menetapkan uang jaminan gabungan sebesar 16.000 dolar AS atau sekitar Rp264 juta kurs Rp16.500 per dolar.

Berlanga menjalani persidangan awal di Bartow Courthouse pada 27 Oktober, di jadwalkan kembali ke pengadilan pada 17 November pukul 08.45 waktu setempat untuk proses pembacaan dakwaan dan penyampaian pembelaan.

Perkara tersebut masih berjalan, tuduhan yang di kenakan kepada nya belum membuktikan bahwa Berlanga bersalah, sehingga perkembangan kasus ini perlu di lihat berdasarkan proses hukum yang berlangsung.

Kabar penangkapan itu datang ketika Berlanga masih berusaha menjaga posisi nya bersama promotor barunya, ini akan menambah masalah baru bagi Zuffa Boxing yang telah menempatkan nya sebagai salah satu petinju andalan nya.

Berlanga terakhir kali naik ring pada 26 Juli di Madison Square Garden Theater New York, dalam pertarungan itu dia menghentikan Steven Butler pada ronde ke 7.

Hasil itu belum bisa menghapus pertanyaan para penggemar mengenai kemampuan nya bersaing dengan petinju papan atas kelas menengah super karena sempat terjatuh pada awal pertarungan sebelum bangkit.

Keraguan terhadap Berlanga tidak hanya sekarang, kekalahan brutal dari Hamzah Sheeraz sudah menunjukkan sedikit kerapuhan di dalam dirinya, padahal sebelum menghadapi lawan berlevel tinggi, dia sangat di takuti sehingga di juluki the chosen one lewat pukulan cepat mengakhiri pertarungan.

Di bawah promotor Dana White, Berlanga memiliki nilai komersial sebagai petinju yang sudah di kenal publik, pernah mendapatkan kesempatan menghadapi Canelo, bagi Zuffa menentukan lawan berikut nya memang bukan perkara mudah, jika kembali menghadapi lawan yang lemah, kemenangan sekalipun mungkin tidak cukup untuk menjawab keraguan mengenai kualitas nya.

Sementara waktu ini, belum ada pengumuman bahwa Zuffa menjatuhkan sanksi kepada nya juga bagaimana perkembangan kasus tersebut akan memengaruhi jadwal bertanding maupun hubungan kontraktual nya.

Dampak nya bisa meluas apabila perkara ini membuat pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan meninjau kembali rencana mereka, tapi tidak bisa di simpulkan bahwa kerja sama Berlanga dengan Zuffa pasti akan berakhir.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top