Dalton Smith ingin membuktikan bahwa dirinya layak menjadi raja kelas welter super, namun Alberto Puello datang ke Sheffield dengan tujuan merebut kembali sabuk juara dunia WBC yang pernah menjadi milik nya.
Kedua nya akan bertemu pada 24 Oktober di Sheffield Inggris dalam pertarungan yang menjadi pertahanan pertama Smith sejak merebut gelar dari Subriel Matias melalui kemenangan TKO pada Januari lalu di New York.
Sebelum Matias menguasai sabuk tersebut, Puello lebih dulu menjadi juara WBC, petinju Republik Dominika itu kehilangan gelar nya setelah kalah dari Matias lewat majority decision (MD), setelah Matias di hentikan Smith dia mendapat kesempatan untuk mengambil kembali gelar yang lepas dari tangan nya.
Puello tidak datang ke Inggris hanya untuk menjadi lawan dalam pesta kepulangan Smith sebagai juara dunia tapi ingin membawa pulang sabuk yang seharus nya masih berada di pundak nya.
“Ya, hasil itu sangat sulit saya terima, namun sekarang kami datang untuk berperang, kami datang untuk merebut kembali gelar yang..seperti Anda katakan, telah di renggut dari saya, kali ini kami datang dengan persiapan yang lebih baik di bandingkan ketika menghadapi Subriel Matias dan kami siap merebut nya kembali,” kata Puello.
Kekalahan dari Matias memang belum bisa dia lupakan, dalam konferensi pers tersebut, Puello kembali menyinggung hasil pertarungan mereka yang berlangsung ketat dan seharus nya keluar sebagai pemenang di New York.
Sebelum bisa kembali mengangkat sabuk WBC, Puello harus melewati Smith petinju yang menghentikan laju Matias dan merebut gelar tersebut pada Januari lalu.
Kemenangan atas Matias merupakan pencapaian besar bagi Smith, tetapi dia belum merasa cukup karena masih ingin membuktikan kepada khalayak tinju yang lebih luas bahwa posisi nya di papan atas kelas 140 pon memang pantas.
Smith saat ini menempati peringkat pertama kelas versi The Ring Magazine, sedangkan Puello berada di peringkat ketiga, dia juga menyadari bahwa kemenangan besar seperti yang di raihnya di New York bisa membawa seorang petinju ke level berbeda, makanya dia memilih langsung menghadapi lawan sekelas Puello untuk menunjukkan kemampuan nya sekali lagi tanpa ada embel embel takut kalah apalagi menghindar.
“Petinju terbaik justru mengeluarkan kemampuan terbaik dari diri saya, itulah sebabnya pada Sabtu malam nanti, Anda akan melihat Dalton Smith dalam versi terbaik nya,” kata Smith.
Persiapan nya kali ini sama saja saat menghadapi Matias, dia selalu bersiap seperti seorang penantang bukan juara yang datang untuk mempertahankan sabuk.
“Saya melakukan persiapan seperti seorang penantang, sama seperti yang saya lakukan pada pertarungan sebelum nya, saya akan membuktikan kepada dunia tinju yang lebih luas kenapa saya berada di peringkat pertama,” katanya.
Smith ingin kemenangan atas Matias menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar, dia tidak hanya ingin dikenal sebagai petinju yang berhasil merebut gelar dunia, tetapi juga ingin menjadi salah satu wajah utama tinju Inggris dan dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Pertarungan nya kali ini menjadi kesempatan untuk memperkuat ambisi nya, tapi lawan nya bukan petinju yang datang tanpa pengalaman apalagi level bawah, Puello sudah berada di posisi nya dulu dan sekarang ingin kembali ke sana mengulangi lagi mengangkat sabuk hijau legendaris.












