Pertarungan unifikasi yang mempertemukan Jaron Boots Ennis dan Xander Zayas tinggal 2 Minggu lagi, pembahasan mereka selalu di goreng oleh pengamat, analisis juga fans masih penasaran siapa yang akan remuk atau pulang dengan wajah lesu.
Pelatih kenamaan dan mantan juara dunia Robert Garcia juga ikut nimbrung memberikan penilaian yang kata nya Xander Zayas memiliki peluang lebih besar.
Pandangan itu bahan diskusi karena selama ini Boots Ennis sudah di anggap sebagai salah satu petinju paling lengkap juga disebut sebagai calon penguasa baru divisi welter super.
Ennis memang membawa banyak keunggulan dari kecepatan tangan, variasi serangan, kemampuan bergangi kidal ke orthodox sampai daya gebrak membuat nya menjadi ancaman bagi siapa pun di kelas 154 pound itu terbukti saat menghancurkan Uisma Lima cuma di ronde 1, namun saudara dari Danny Garcia itu melihat ada faktor lain yang tidak boleh di lewatkan saat membahas peluang Zayas.
Petinju asal Puerto Rico ini di nilai memiliki ukuran tubuh yang sangat ideal untuk divisi, selain tinggi dan jangkauan nya yang pas Zayas juga atlet yang sangat disiplin di luar ring.
Karir nya di bangun secara bertahap sejak usia muda dan sejauh ini mampu menjawab setiap tantangan yang datang tanpa mengalami kemunduran.
Yang paling mendapat perhatian dari Robert Garcia adalah mentalitas bertanding Zayas, kebanyakan petinju memiliki bakat besar tetapi tidak semua mampu menjaga fokus ketika berhadapan dengan lawan yang lebih berpengalaman atau memiliki reputasi lebih tinggi apalagi sekelas Ennis.
Dalam penglihatan nya Zayas memiliki karakter petarung yang tidak mudah Tremor atau gemetaran ketika berada di bawah tekanan.
Karena alasan itu Robert tidak menutup kemungkinan lahir nya kejutan apabila laga berlangsung hingga ronde ronde akhir sebab Zayas memiliki ketahanan fisik dan semangat bertarung yang bisa menjadi masalah serius bagi siapa pun yang gagal menghentikan nya lebih awal.
Perhatian utama nya tertuju pada Boots Ennis saat menghadapi pertarungan panjang dengan lawan yang terus menekan dan tetap berbahaya hingga ronde ke 12, Robert Garcia menilai pertandingan akan berubah menjadi sangat mengancam apabila Zayas mampu melewati di awal tanpa menerima kerusakan.
Skenario membuka peluang terjadi nya pertarungan yang jauh lebih ketat sekaligus kesempatan Zayas untuk memanfaatkan ukuran tubuh dan daya tahannya.
Robert Garcia tetap mengakui kualitas di miliki Boots Ennis, dia paham kenapa sebagian besar pengamat menjagokan petinju asal Philadelphia itu, namun dari sudut pandang nya, duel ini tidak bisa di ukur hanya berdasarkan nama besar atau posisi dalam peringkat pound-for-pound.
Di tengah pembahasan mengenai duel Ennis kontra Zayas, muncul pula percakapan yang melibatkan Shakur Stevenson dan Raymond Muratalla.
Setelah merampas gelar WBO milik Teofimo Lopez Stevenson 5 bulan yang lalu baru baru ini menyambangi sasana milik Robert Garcia, kehadiran nya mengejutkan banyak petinju muda yang berlatih di sana, tetapi pembicaraan dengan nya sangat serius.
Dalam pertemuan itu nama Raymond Muratalla menjadi topik utama, juara IBF saat ini sedang menikmati momentum besar setelah menunjukkan performa penampilan nya saat menghadapi Andy Cruz menjadi salah satu laga yang semakin mengangkat reputasi nya di divisi ringan.
Robert Garcia mengungkapkan bahwa Shakur Stevenson menunjukkan ketertarikan untuk menghadapi Muratalla yang sempat di bicarakan secara langsung.
Perkembangan ini tentu menjadi kabar baik bagi penggemar walaupun saat ini mereka berada di kelas berbeda, berarti salah satu ada yang naik dan turun kelas, entah Muratalla atau stevenson.
Meski peluang duel Stevenson vs Muratalla mulai di bicarakan pertarungan itu belum bisa langsung di wujudkan dalam waktu dekat karena dia masih memiliki agenda bertanding pada awal Agustus melawan Robson Conceicao sehingga fokus utama tetap tertuju pada tugas yang ada di depan mata.
Baca juga:
#XanderZayas #JaronEnnis #RobertGarcia









