Headline

Turun 3 Kelas Demi Sejarah, Claressa Shields Tantang Kaye Scott di Atlanta

Shields akan hancurkan Scott demi sejarah

Claressa Shields sudah memenangkan hampir semua yang bisa di kejar seorang petinju dalam karir nya, tetapi dia masih mencari satu lagi untuk menciptakan sejarah baru.

Kesempatan itu datang ketika Shields turun tiga kelas untuk menantang Kaye Scott, pemegang gelar kelas menengah wanita WBC dan WBA di State Farm Arena Atlanta pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Pertarungan ini menjadi partai utama dan di siarkan langsung melalui DAZN, Shields datang dengan rekor 18-0 dengan tiga KO, sementara Scott memiliki catatan 5-1-1.

Keputusan Shields turun dari kelas berat ke kelas menengah tidak hanya mengejar sabuk tapi ingin kembali melakukan sesuatu yang belum pernah di lakukan sebelum nya.

“Yang memotivasi saya adalah terus menciptakan sejarah,” kata Shields.

Shields sudah menjadi juara dunia di lima kelas dan pemegang 18 sabuk, saat ini dia mencoba menambah pencapaian lain dengan kembali ke kelas menengah untuk merebut gelar WBC dan WBA yang sebelum nya pernah dia kuasai, Shields terakhir bertanding di kelas menengah pada 2023 melawan Maricela Cornejo dan kemudian menjalani empat pertarungan terakhir nya di kelas berat.

Selain tantangan di dalam ring, ada pencapaian lain yang membuat pertarungan ini penting bagi Shields, dia akan menjadi petinju wanita pertama yang menjadi headline di State Farm Arena.

“Menjadi wanita pertama yang menjadi petarung utama di sini, di State Farm Arena di Atlanta itu luar biasa,” ujar Shields.

Dia juga melihat pertarungan nya sebagai bagian dari perjuangan yang lebih besar untuk membuka jalan bagi generasi berikut nya, petinju muda seperti Caroline Dubois dan Tamm Thibeault nanti nya bisa mendapatkan panggung yang lebih besar karena batasan yang sekarang sedang dia coba tembus.

Scott memiliki kesempatan untuk mengubah seluruh peta persaingan kelas menengah wanita, petinju asal Sydney morning Australia itu memang baru memiliki total tujuh pertarungan profesional tetapi angka itu tidak menggambarkan seluruh pengalaman yang di miliki nya.

Scott telah menjalani lebih dari 50 pertarungan internasional ketika masih amatir dan mengoleksi medali dari kejuaraan dunia serta Commonwealth Games di tiga kelas berbeda.

Sekarang dia juga datang sebagai pemegang sabuk WBC dan WBA kelas menengah setelah mengalahkan Olivia Curry melalui keputusan mayoritas dalam pertandingan ulang pada Desember 2025, Scott berusaha melakukan sesuatu yang lebih besar menghentikan Shields sekaligus mempertahankan dua gelar nya.

“Yang bisa saya lakukan hanyalah mengendalikan hal-hal yang bisa saya kendalikan, latihan sparring saya berjalan dengan baik, kondisi fisik saya juga baik, pola makan baik dan pola pikir saya juga baik, kesempatan ini datang dan saya akan memanfaatkan nya dengan seluruh kekuatan, saya pikir bisa menciptakan sejarah dan membuat pertarungan ini benar-benar sulit lalu membawa sabuk-sabuk itu pulang ke Australia.”

Scott menyadari bahwa mayoritas perhatian menjelang pertarungan berada di pihak lawan nya, tapi dia percaya pengalaman panjang nya di level amatir membuatnya tidak akan mudah terpengaruh oleh besar nya panggung.

“Ini membantu, meskipun ini akan menjadi panggung terbesar yang pernah saya jalani, di level amatir saya pergi ke kejuaraan dunia dan Commonwealth Games dan melewati semua rasa gugup itu.”

Scott bahkan merasa dia mungkin berada dalam posisi lebih siap menghadapi tekanan di bandingkan beberapa lawan Shields sebelum nya, tapi ketika muncul anggapan bahwa Shields mungkin meremehkan nya, sang juara lima kelas itu langsung memberikan respons.

Shields menegaskan bahwa ia menjalani persiapan 12 minggu, dua kali lebih lama dari kamp pelatihan enam minggu yang biasa nya di jalani.

“Saya sama sekali tidak meremehkanmu. Saya pikir kamu yang meremehkan saya, dengan berpikir bahwa saya tidak berada di gym dan berlatih tiga atau empat kali sehari, kata hields.

Dia juga mengakui bahwa Scott memiliki pengalaman amatir yang jauh lebih panjang dan memahami kualitas yang di miliki lawan nya, Shields mengatakan sudah melakukan banyak ronde sparring serta mempelajari rekaman pertarungan Scott secara serius.

“Saya tidak menganggap remeh rekor 5-1-1 milik mu, saya menjalani begitu banyak ronde sparring dan kami menonton begitu banyak rekaman dan saya tidak meremehkanmu.”

Semua pertimbangan itu tidak membuat Shields mengurangi ambisi nya, dia dengan lantang mengatakan bahwa kesempatan tampil sebagai petarung utama di Atlanta membuatnya ingin menunjukkan performa terbaik, terlepas dari siapa lawan yang berdiri di depan nya.

“Saya hanya harus tampil di level yang sangat tinggi untuk menghancurkanmu,” kata Shields.

Dia menolak memprediksi ronde kemenangan tetapi percaya akan ada satu momen ketika Scott menyadari bahwa pertarungan tersebut berada di luar perkiraan nya.

“Saya tahu akan ada momen di dalam ring ketika dia akan berkata, ‘Saya seharusnya tidak berada di sini.’”

Pertarungan Shields vs Scott bukan satu satu nya di dalam kartu ini, di bawah partai utama tersebut terdapat sejumlah pertarungan lain termasuk laga Ernesto Tito Mercado melawan Roger Hilley

Mercado semula di jadwalkan menghadapi Emmanuel Tagoe tetapi perubahan mendadak membuat Hilley masuk sebagai lawan pengganti, akhir nya malam bersejarah yang di pimpin Shields di Atlanta juga menjadi panggung untuk mempertahankan momentum nya.

Dengan Shields mempertaruhkan status nya melawan juara yang lebih tinggi dan lebih besar secara fisik sementara Scott berusaha mempertahankan dua sabuk nya di hadapan penonton yang di perkirakan mayoritas mendukung lawan nya.

Apakah pengalaman dan kehebatan Shields cukup untuk mengatasi penurunan tiga kelas atau Scott yang akan menciptakan kejutan merusak sang juara kelas berat itu?

#ClaressaShields #KayeScott

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top