Pertarungan yang di penuhi tensi akhir nya tidak menghasilkan kejutan, Nikita Tszyu dan Ben Mahoney bertarung selama 12 ronde, tetapi tidak ada pemenang setelah tiga juri memberikan penilaian berbeda.
Duel sesama petinju Australia di Gold Coast Convention & Exhibition Centre, Rabu, 26 Agustus 2026, berakhir dengan split draw, hasil tersebut membuat pertarungan yang seharus nya menjadi jalan menuju perebutan gelar dunia berakhir tanpa pemenang.
Dari awal laga Mahoney menunjukkan tidak datang hanya untuk bertahan menghadapi Tszyu, petinju berusia 31 tahun itu menggunakan jab dan serangan balik untuk mengganggu tekanan.
Mahoney menghasilkan salah satu pukulan paling telak di ronde pembuka melalui counter right saat dia menunggu Tszyu masuk ke jarak serang, pertarungan kemudian menjadi duel yang imbang dengan kedua petinju bergantian mendapatkan momentum.
Tszyu terlihat lebih berat dalam pukulan nya, beberapa kali berhasil mendaratkan pukulan body yang keras dan Mahoney mengandalkan variasi dan kombinasi untuk menjaga lawan tetap sibuk.
Memasuki pertengahan pertandingan, statistik pukulan bahkan masih mengunggulkan Tszyu, setelah enam ronde, Tszyu tercatat mendaratkan 94 pukulan berbanding 81 milik Mahoney.
Pertarungan semakin keras pada ronde ketiga ketika terjadi benturan kepala yang tidak di sengaja membuat Tszyu mengalami luka di atas mata kanan nya, setelah itu duel semakin berat, Mahoney terus bertinju dari jarak menengah sedangkan Tszyu berusaha mempersempit ruang dan memaksa nya bertarung dalam jarak dekat.
Pada ronde berikut nya mereka mulai menunjukkan tanda kelelahan, di situlah Mahoney membuktikan bahwa ketahanan fisik tidak hanya klaim palsu.
Tszyu kemudian mulai meningkatkan serangan ke tubuh detik detik ronde akhir, statistik menunjukkan dia mendaratkan 97 pukulan ke tubuh sepanjang pertarungan, angka yang cukup besar untuk duel 12 ronde tapi Mahoney tetap berdiri dan terus bertukar pukulan sampai bel terakhir.
Ketika bel terakhir berbunyi, tidak ada yang yakin siapa yang telah memenangkan pertarungan, juri pertama 117-111 untuk Nikita Tszyu, 115-113 untuk Ben Mahoney dan kartu ketigab114-114, hasil akhir pun resmi menjadi split draw.
Reaksi penonton langsung menunjukkan bahwa keputusani itu tidak di terima semua pihak, sebagian pendukung Mahoney bahkan mencemooh keputusan setelah pengumuman hasil.
Mahoney yang masuk sebagai underdog baru saja memberikan penampilan yang membuat nya mampu berdiri sejajar dengan Tszyu selama 12 ronde.
Usai pertandingan Nikita Tszyu sendiri mengaku merasa lawan nya mungkin telah mengungguli nya, bagi Mahoney tentu ada rasa kecewa karena berhasil memberikan performa terbaik nya di panggung terbesar dalam karir nnya tetapi tetap tidak mendapatkan kemenangan.
Ini juga berarti Tszyu gagal mendapatkan kemenangan yang seharus nya membawanya semakin dekat ke perebutan gelar dunia IBF namun karena pertarungan berakhir imbang kemungkinan paling besar mereka akan rematch.
Kalau pertandingan ulang terjadi, Mahoney memiliki alasan kuat untuk menuntut nya karena sudah membuktikan bahwa mampu bertahan 12 ronde.
Kartu pertandingan ini juga menghadirkan beberapa hasil lain, pada partai utama pendukung, Callum Peters menghentikan Blake Wells pada ronde ke 8, Kirra Ruston juga menang TKO ronde pertama atas Saundre Simmons, sementara Koen Mazoudier mengalahkan Sam Beck melalui majority decision, di kelas berat Brandon Grach mengalahkan Ike Pluto melalui split decision.
Untuk prelim, Rahim Mundine menang angka atas Jae Larsen dan Vegas Larfield juga meraih kemenangan unanimous decision atas Jubert Buhat dan pertarungan Luke Williams vs Prem Rungtiwa berakhir no contest akibat penghentian dokter pada ronde kedua.
Baca juga:
#NikitaTszyu #BenMahoney









