Pensiun Tanpa Kekalahan! Kenapa Sven Ottke dan Joe Calzaghe Masih Jadi Perdebatan?

Calzaghe dan Ottke pensiun tanpa kalah

Di postingan sebelum nya penulis sudah membahas dua penguasa terlama kelas berat ringan salah satu nya adalah Darius Michalczweski seorang juara yang membangun seluruh karir nya di Eropa. 

Kisah ini ternyata juga terjadi di kelas menengah super, ada dua juara dengan statistik yang tidak kaleng kaleng, mereka mencatat 21 kali pertahanan yang paling menakjubkan pensiun tanpa kekalahan.

Mungkin tidak ada banyak yang tahu mereka sebetul nya aktif di era yang sama tetapi tidak pernah bertemu alasan nya mirip dengan Dariusz, kedua nya sama sama superstar di kandang sendiri yaitu Sven Ottke dan Joe Calzaghe.

Ottke sangat menikmati bertarung di Jerman sedangkan Calzaghe membangun seluruh dominasi nya di Inggris dan weles.

Kita bahas mulai dari Sven Ottke, dia lahir di Jerman 3 Juni 1967 masuk ke profesional pertengahan tahun 1997, di pertarungan ke 13 kali nya dia sudah mendapat kesempatan perebutan gelar IBF yang saat itu di pegang oleh petinju Amerika bernama Charles Brewer.

Dia adalah salah satu juara yang berani ke Jerman di mana era itu memang kental dengan keputusan juri yang memihak pada petinju lokal.

Pertarungan mereka berjalan ketat, Brewer lebih agresif dan terus menekan lewat kombinasi pukulan sementara Ottke memilih bertahan, banyak bergerak, menghindar lalu membalas lawat counter dan pukulan pendek yang susahbdi nilai dengan jelas.

Sepanjang pertarungan banyak ronde berjalan tipis, tidak ada gebrakan yang mengguncang arena dan itulah yang membuat duel ini mulai memecah pendapat penonton.

Setelah 12 ronde selesai Sven Ottke akhir nya di nyatakan menang lewat split decision namun hasil itu langsung memicu kontroversi, sebagian fans dan media Amerika merasa Charles Brewer pantas mempertahankan gelar nya tapi dari pendukung Ottke menilai gaya defensif dan teknik counter berhasil mencuri banyak ronde tipis.

Karena itulah sampai hari ini duel pertama Ottke melawan Brewer masih sering di perdebatkan antara kemenangan teknikal yang sah juga  awal muncul nya istilah Jerman decision yang terus membayangi karir Sven Ottke.

Rasa penasaran publik akhir nya membawa mereka kembali rematch, kali ini Brewer datang dengan misi yang jauh lebih panas mau membuktikan bahwa kekalahan itu hanyalah hasil keputusan kontroversial.

Sejak awal laga Brewer melepaskan tekanan tanpa henti tapi yang terlihat Ottke sangat sulit di pukul dengan telak, petinju Jerman itu terus bergerak memutar arah lalu mencuri poin lewat pukulan balasan singkat yang sering membuat ronde terlihat samar samar.

Di mata sebagian penonton Brewer tanpak lebih liar dan aktif, ketika duel 12 ronde itu berakhir hasil nya tidak perubahan Ottke lagi lagi di nyatakan menang angka tipis.

Pandangan penulis, bila bertarung di Jerman era itu wajib meng KO lawan agar tidak ada silang pendapat karena kalau berakhir di tangan juri jelas akan menguatkan tuduhan bahwa mustahil mengalahkan juara lokal.

Kemudian tahun 2003 Sven Ottke akhir nya menjalani salah satu pertarungan terbesar di dalam karir nya, dia melawan Byron Mitchell sang juara WBA yang berasal dari Amerika, berbeda dengan duel sebelum nya yang banyak di penuhi kritik, kali ini Ottke menghadapi lawan yang betul berbahaya.

Sepanjang pertarungan kedua nya saling bertukar pukulan lebih terbuka, Ottke memainkan kecepatan sementara Mitchell memburu dengan tekanan dan power punch, bahkan di ronde terakhir dia mengguncang Ottke dengan pukulan keras yang membuat publik Berlin tegang, tapi dia berhasil bertahan sampai bel akhir dan dia keluar lewat split decision dan sukses menyatukan gelar IBF dan WBA.

Setelah menyatukan dua sabuk ini Ottke masih mempertahankan gelar nya sebanyak 4 kali sampai pada tahun 2004, dia resmi mengumumkan pensiun tak lama saat menang angka ka atas Armad Krajnc dengan rekor akhir tetap tak terkalahkan 34 kali kemenangan dan 6 kali di raih KO dan TKO.

2. Pangeran Wales AKA Naga italia.

Pembahasan yang kedua adalah Joe Calzaghe, lahir di London Inggris pada 23 maret 1972 tapi sejak kecil tumbuh di Wales.

Perlu di ketahui Wales sendiri bukan negara terpisah dari Inggris tapi bagia dari United Kingdom namun dalam dunia olahraga termasuk boxing memiliki identitas sendiri dan itulah yang membuat Calzaghe di juluki pride of Wales, jadi secara nasional dia adalah British dari identitas adalah petinju Wales.

Memulai debut nya pada Oktober 1993 sampai pada tahun 1997 total lawan nya yang ke 22 kali di hajar KO hanya satu yang lolos dengan kemenangan poin.

Sampai pada akhir nya pada 11 Oktober 1997 dia bertemu dengan Chris Eubank mantan juara WBO menengah dan menengah super yang sudah berada di masa akhir karir dan ini adalah duel paling bersejarah bagi si raja tua karena dia tidak pernah tubuh nya menyentuh kanvas.

Pertarungan berjalan tak sampai 1 menit Calzaghe melepas left hand cepat membuat nya jatuh dengan posisi duduk di pojok lalu segera berdiri sambil tersenyum, penonton mengira dia akan hancur cepat tapi dia mulai adaptasi, mengurangi tempo dan fight berubah jadi lebih taktis dan berat.

Calzaghe tetap aktif dengan volume tinggi dan Eubank masih survive dan sesekali membalas dengan keras.

12 ronde berlalu Calzaghe di nyatakan menang lewat angka mutlak membawa pulang WBO yang sebelum nya kosong, dari sinilah di mulai era panjang 21 kali pertahanan WBO yang menjadikan nya salah satu super middleweight dalam sejarah.

Puncak dominasi Calzaghe di kelas ini terjadi pada November 2007 saat dia berhadapan dengan Mikkel Kessler dalam duel unifikasi yang mempertemukan dua juara tak terkalahkan, pertarungan itu menjadi salah satu laga terbesar karena Calzaghe membawa sabuk WBO sementara Kessler datang dengan gelar WBA dan WBC.

Di awal pertarungan Kessler mampu memberikan kesulitan melalui jab yang tajam dan pukulan kanan yang beberapa kali menemukan sasaran. 

Namun seiring berjalan nya ronde kecepatan juga volume pukulan Calzaghe mulai membuat Kessler kelimpungan, 12 ronde berlangsung sengit si pangeran Wales keluar sebagai pemenang melalui keputusan mutlak. 

Kemenangan ini mempertahankan rekor nya juga menyatukan gelar WBA, WBC dan WBO sekaligus mengalahkan salah satu petinju terbaik yang saat itu masih berada di puncak performa.

Sejarawan sepakat kemenangan atas Kessler menjadi bukti paling kuat dari kehebatan Calzaghe, itulah sebab nya nama nya tetap di anggap sebagai salah satu penguasa terbesar yang pernah lahir di kelas menengah super.

Walaupun begitu perjalanan Joe Calzaghe tidak lepas dari kritik, salah satu yang paling sering di bahas adalah keputusan nya untuk baru bertarung di Amerika Serikat di ujung karir.

Setelah lama mendominasi di Eropa Calzaghe baru menyeberang ke Las Vegas pada 2008 untuk menghadapi legenda hidup Bernard Hopkins yang saat itu sudah berusia 43 tahun jauh dari masa kejayaan nya sebagai penguasa kelas menengah. 

Tapi perlu di garis merah dengan tebal, menyebut nya petinju yang sudah habis juga tidak tepat karena Hopkins masih berada di level elite dan beberapa bulan kemudian mampu memberikan pelajaran berharga kepada Kelly Pavlik yang masih ganas ganas nya.

Dalam pertarungan yang berlangsung sengit Calzaghe mencium kanvas di ronde 1 sebelum bangkit dan meraih kemenangan angka yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar tinju.

7 bulan setelah nya Calzaghe kembali menguji diri di MSG menghadapi Roy Jones Jr, sama seperti Hopkins kapten hook juga sudah melewati masa emas namun nama besar nya tetap menjadikan laga tersebut sebagai salah satu pertarungan paling bergengsi dalam karir si naga italia ini. 

Jones menjatuhkan Calzaghe pada ronde pertama sebelum mengambil alih pertarungan dan mendominasi sebagian besar ronde berikut nya, memang benar Calzaghe tidak menghadapi Hopkins maupun Jones saat kedua nya berada di puncak kemampuan tapi kenyataan itu tidak menghapus pencapaian nya.

Sebab ketika banyak juara memilih jalan mudah seperti Sven Ottke untuk menjaga rekor, Calzaghe menutup nya menghadapi dua legenda terbesar di kandang lawan dan dia meninggalkan ring dengan catatan 46 kemenangan tanpa kalah dan 32 di antara nya lewat KO.

Bagi penggemar tinju, kisah dominasi Felix Trinidad di kelas welter maupun era kejayaan Wladimir Klitschko di kelas berat juga layak untuk di simak.

Meski menempuh jalan lain denga Sven Ottke dan Calzaghe kedua nya juga membangun sebagai juara yang mampu mempertahankan tahta dalam waktu yang cukup lama sebelum akhir nya menghadapi tantangan baru sekaligus mengakhiri masa dominasi mereka.

#JoeCalzaghe #SvenOttke

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top