Filip Hrgovic tidak hanya berbicara soal cara mengalahkan Moses Itauma tapi mengatakan sesuatu yang mengejutkan tentang masa depan lawan nya menjelang pertarungan perebutan gelar IBF pada 29 Agustus.
Di tengah banyak nya prediksi yang menempatkan Itauma sebagai favorit, Hrgovic melihat kekalahan ini bisa menjadi yang terbaik bagi petinju Inggris berusia 21 tahun itu.
Hrgovic menilai Itauma masih terlalu muda untuk langsung menghadapi konsekuensi yang datang bersama status juara dunia, karena pada usia semuda itu harus berhadapan dengan tekanan besar, uang, ketenaran dan ekspektasi yang ikut membungbung tinggi.
“Menurut saya, hal terbaik untuk nya adalah kalah dalam pertarungan ini, kalau dia menjadi juara dunia di usia semuda itu, saya pikir tekanan tersebut bisa menghancurkan hidup dan jiwa nya, dia masih muda dan belum tentu mampu menghadapi nya, saya sudah berusia 35 tahun dan telah melewati banyak hal dalam hidup, jadi saya bisa menangani tekanan itu jauh lebih baik,” ujar Hrgovic dalam wawancara nya dengan DAZN.
Kekalahan bukan berarti akhir dari perjalanan Itauma, hasil tersebut masih memberi nya kesempatan untuk berlatih tanpa harus langsung memikul beban seorang juara dunia.
Dia menyarankan Itauma membangun kembali karir nya secara perlahan jika kalah nanti, ucapan nya terdengar seperti nasihat, tetapi tetap memiliki bumbu psikologis yang kuat karena Hrgovic sendiri merupakan orang yang akan memberikan kekalahan kepada nya.
Tak berhenti di situ Hrgovic melihat Itauma masih seperti anak anak dan belum mendapatkan penghormatan yang layak bahkan mengatakan bahwa ketika melihat nya yang terlihat bukan seorang juara dunia masa depan tapi seorang anak muda yang masih memiliki banyak hal untuk di pelajari.
“Dia masih anak-anak bukan dalam arti saya ingin menghina dia, tetapi itu kenyataan nya, kita semua pernah berada di usia itu, pernah melakukan hal-hal bodoh tetapi ketika semakin tua dan melewati banyak hal dalam hidup, pendapat dan sikap kita berubah, jadi menurut saya dia hanya anak muda, dan itu bukan salah nya,” kata Hrgovic.
Dia datang ke pertarungan ini dengan pengalaman yang jauh lebih panjang sementara Itauma bergerak sangat cepat menuju puncak kelas berat, Hrgovic merasa pengalaman hidup membuat lebih siap menghadapi tekanan yang mungkin muncul setelah memenangkan sabuk dunia.
Di sini Hrgovic juga tidak mengklaim bahwa pasti akan memenangkan pertarungan dengan cara tertentu karena dia mengakui Itauma mempunyai ancaman besar pada ronde ronde awal, sedangkan dia merasa lebih berbahaya ketika pertarungan berlangsung panjang.
Kemungkinan pertarungan berakhir sangat cepat di kedua sisi, Hrgovic bisa saja menghentikan Itauma pada ronde pertama, tetapi dia juga bisa melakukan hal yang sama pada ronde ke-12.
Dia mengatakan tidak peduli apakah orang orang menjagokan Itauma atau memilihnm nya, yang paling penting hanyalah keyakinan yang ada di dalam diri nya sendiri.
Pertarungan di O2 Arena nanti sekaligus akan menentukan juara dunia IBF kelas berat yang kosong, namun ada satu nama yang sudah menunggu siapa pun yang keluar sebagai pemenang yaitu Frank Sanchez.
Sanchez sebelum nya memberikan jalan kepada pertarungan ini setelah menerima bayaran dari IBF, sebagai ganti nya dia tetap berada dalam antrein untuk menghadapi pemenang Itauma vs Hrgovic.
Menurut penulis, ucapan Hrgovic sebenar nya tidak salah mutlak, memang terdengar aneh ketika seorang lawan mengatakan kekalahan justru akan menjadi hal terbaik, tetapi kalau melihat sejarah kelas berat, ada alasan mengapa kekhawatiran itu layak di pertimbangkan.
Contoh nyata adalah Mike Tyson, hingga sekarang rekor nya sebagai juara dunia kelas berat termuda masih belum terpecahkan, dia merebut gelar WBC pada usia 20 tahun dan 150 hari ketika menghentikan Trevor Berbick pada 1986.
Tyson kemudian menjadi salah satu nama terbesar dalam sejarah tinju, ketenaran yang datang begitu cepat juga membawa tekanan dan berbagai masalah, karir sempat jatuh, kehidupan pribadi nya berantakan dan finansial kocar kacir juga pernah menghampiri nya.
Tetapi kisah Tyson tidak berakhir di titik terburuk itu, setelah melewati nya dia berhasil membangun kembali kehidupan nya, Iron Mike masih aktif menjalankan sejumlah bisnis dan proyek hingga sekarang sehingga masa tua nya tidak berakhir bangkrut total.
Itulah bagian yang mungkin ingin di sampaikan Hrgovic, menjadi juara dunia pada usia 21 tahun memang terdengar seperti akhir dari sebuah perjalanan, padahal sebenar nya bisa menjadi awal dari ujian yang jauh lebih berat, uang akan bertambah, sorotan media semakin besar, lawan yang datang semakin berbahaya, dan setiap langkah akan di perhatikan publik.
Itauma belum tentu mengalami apa yang pernah di jalani Tyson, setiap orang memiliki karakter, lingkungan dan kemampuan menghadapi tekanan yang berbeda, kata kata Hrgovic bahwa kekalahan mungkin baik bagi nya memang terdengar provokatif namun ada logika di balik nya.
Baca juga:
#MosesItauma #FilipHrgovic #IBF









