Conor Wallace tidak akan datang ke Inggris seorang diri dan tim nya untuk menghadapi Ben Whittaker, dia akan membawa dukungan besar dari para penggemar nya sekitar 500 orang yang di sebut datang dari Irlandia untuk menyaksikan langsung pertarungan final eliminator IBF kelas berat ringan di Birmingham.
Pertarungan ini akan menjadi pengalaman berbeda bagi Wallace, dia sudah terbiasa tampil sebagai salah satu daya tarik utama bila berlangsung di Australia dan memiliki basis pendukung yang cukup besar, sekarang situasi nya berubah karena memasuki wilayah Whittaker menghadapi dukungan besar dari publik tuan rumah, dengan rekor 17-1-(12 KO), kemenangan terakhir nya menggetarkan Queensland dengan menghentikan Walter Sequeira dengan KO ronde ke 6.
Dalam konferensi pers tadi malam Wallace menyambut kondisi tersebut, dia mengaku menyukai atmosfer besar dan sorakan penonton akan menjadi semangat tambahan ketika berada di dalam ring.
“Seperti yang saya katakan sebelum nya, saya sangat menyukai dukungan seperti ini, saya suka kerumunan besar dan itu yang mendorong saya, terkadang orang-orang akan sangat berisik dan mereka bisa terbawa suasana tetapi tidak masalah, kami punya penonton luar biasa yang akan datang untuk mendukung pada Sabtu malam, saya tidak sabar menantikan untuk masuk ke ring di depan mereka. kata Wallace”
Dukungan itu tidak hanya datang dari Australia, Wallace memiliki hubungan dengan komunitas Irlandia yang akan mendapatkan sambutan khusus siap melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertarungan.
Jumlah itu membuat kehadiran Wallace di Birmingham akan berbeda dari pertarungan tandang biasa, dia tidak hanya datang sebagai petinju yang ingin merebut kesempatan besar tetapi juga membawa kelompok pendukung yang siap membuat suara mereka menggema ketika berhadapan dengan publik Inggris.
Suasan seperti itu sesuai dengan apa yang selama ini di cari, dia mengaku sejak menjadi petinju profesional ingin mendapatkan pertarungan dengan lawan yang lebih berkualitas, duel melawan Whittaker adalah kesempatan untuk melejitkan nama nya ke panggung tertinggi yang tujuan nya tak lain melawan sang juara dari Rusia yang harus menyelesaikan kewajiban nya dengan Callum Smith.
“Tanpa bermaksud merendahkan lawan lawan saya sebelum nya saya memang sangat ingin melawan Bivol, saya tidak memiliki ilusi bahwa ini akan menjadi pertarungan mudah tapi akan menjadi pertarungan yang sulit tetapi saya berada dalam kondisi terbaik sepanjang hidup saya, secara mental maupun fisik dan saya akan memberikan pertunjukan yang bagus”
Whittaker sendiri tidak terpengaruh akan besar nya dukungan Wallace dan bukan penghalang yang akan mengubah penampilan esentrik nya justru melihat kesempatan tampil di depan penonton sendiri alasan untuk membuat malam pertarungan ini semakin istimewa.
“Saya akan selalu membawa kemewahan dan gaya setiap kali saya tampil, tetapi kali ini sesuatu yang berbeda, sesuatu yang spesial karena saya kembali bertarung di rumah sendiri dengan penonton yang sangat besar, jadi..sudah sepantas nya lagi melakukan sesuatu yang lebih besar lagi.”
Keberanian Wallace di akui oleh Whittaker tapi memastikan rintangan yang terakhir juga puncak bagi nya, dengan kata lain pemenang nya adalah dia sendiri menuju puncak tertinggi, selama tahun 2025/2026 dia bertarung sebanyak 4 kali semua di hajar KO, yang paling ganas ketika membekuk Braian Suarez beberapa detik ronde pertama akan berakhir.









