Edgar Berlanga petinju kelahiran purtoriko yang dulu sempat di gadang-gadang akan menguasai menengah super sebelum bersinar membuktikan bahwa masih punya pedang dalam diri nya, dua kekalahan dalam tiga pertarunagan terakhir nya dia menjawab semua nya dengan kemenangan penuh karakter saat menghentikan Steven Butler pada ronde ke 7 dalam laga utama Zuffa Boxing 09 di Madison Square Garden New York.
Tangan nya yang di angkat wasit diraih tidak semudah dulu waktu di juluki raja KO ronde 1, kali ini Berlanga berada situasi yang sangat berbahaya ketika pukulan kanan Butler menjatuhkan nya menjelang berakhir nya ronde kedua, momen itu membuat jalan nya pertandingan berubah dan memaksa nya putar otak agar tidak tenggelam lagi.
Pada dua ronde pertama, Berlanga sebenar nya lebih banyak mengandalkan jab dan memilih menjaga jarak aman, setelah mencium kanvas dia tidak lagi bermain membosankan dengan memulai meningkatkan tekanan dan mengajak Butler bertarung dalam duel terbuka yang penuh adu kekuatan.
Rupa nya trik itu perlahan membuahkan hasil, memasuki ronde ketiga Butler mulai kebingungan menghadapi rentetan pukulan keras yang terus berdatangan, beberapa kali petinju asal Kanada itu kehilangan keseimbangan setelah menerima hook kiri dan pukulan kanan dari Berlanga tapi masih mampu bertahan berkat daya tahannya.
Laga kemudian berubah menjadi pertarungan fisik, kedua nya saling bertukar pukulan tanpa banyak memberi lahan untuk menghindar seakan lagi di dalam lingkaran bulat, Butler masih mampu membalas dengan pukulan keras nya tetapi tekanan yang di berikan Berlanga terus meningkat dari ronde ke ronde.
Kondisi Butler membuat dokter di pinggir ring melakukan pemeriksaan sebelum pertandingan di lanjutkan, dia tetap memilih berdiri untuk adu jotos, harapan itu akhir nya sirna pada ronde ke 6 ketika hook kiri Berlanga menjatuhkan Butler untuk pertama kali dalam pertarungan, walaupun berhasil bangkit tanda-tanda kelelahan tak di sembunyikan dari raut wajah nya.
Menyadari lawan nya belum habis Berlanga tidak serta merta menerobos, dia memotong ruang gerak Butler sambil menunggu kesempatan yang tepat.
Di ronde ke 7 Berlanga melepaskan empat hook kiri beruntun yang menghantam sasaran secara telak hingga Butler kehilangan kemampuan untuk mempertahankan diri, melihat kondisi itu wasit Eric Dali langsung menghentikan pertandingan pada menit 1:14 ronde memberikan kemenangan TKO kepada The Chosen one.
Saat laga di hentikan, Berlanga juga unggul di seluruh kartu penilaian juri, hal itu menunjukkan bahwa dominasi nya tidak hanya terlihat pada momen penyelesaian tetapi juga sepanjang jalannya pertarungan.
Usai pertandingan Berlanga mengaku menghadapi petinju dengan daya ledak seperti Steven Butler merupakan tantangan yang memang dia cari untuk membuktikan bahwa masih pantas berada di jajaran elite kelas menengah super, dia juga mengungkapkan sengaja tidak terburu buru ketika Butler mulai lambat.
Berdasarkan dari hasil pengamatan nya terhadap rekaman pertandingan lawan, Butler tetap berbahaya meski dalam kondisi terluka dan masih memiliki kemampuan melepaskan satu pukulan untuk menutup laga.
Dari kelas berat, pertemuan antara Vladyslav Sirenko melawan Otto Wallin musuh bebuyutan Murat Gassiev.
Tidak banyak petinju yang mampu mengubah jalan nya pertandingan tepat di penghujung laga, itulah yang di lakukan Sirenko saat menghadapi Wallin, ketika duel tanpak akan berakhir melalui keputusan juri dia menghadirkan penyelesaian spektakuler dengan menjatuhkan lawan nya hanya satu detik sebelum bel akhir ronde ke-10 berbunyi.
Kemenangan ini menjadi awal yang sempurna bagi Sirenko dalam penampilan perdana nya bersama Zuffa Boxing, dia memastikan kemenangan melalui knockout setelah melepaskan kombinasi dua pukulan keras yang membuat Wallin langsung terkapar dan tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Kedua petinju langsung memperlihatkan kekuatan agresif sejak awal, mereka saling bertukar pukulan, memasuki ronde berikut nya, tempo pertarungan mulai bergeser, adu strategi lebih sering terlihat di bandingkan serangan terbuka.
Wallin yang sudah memiliki pengalaman lebih banyak beberapa kali mampu mengimbangi permainan Sirenko, petinju Ukraina itu hanya menunggu satu momen yang tepat untuk menghentikan nya.
Kesempatan itu datang pada ronde terakhir, saat Wallin mulai terdesak di dekat tali ring dan waktu pertandingan tinggal hitungan detik, kombinasi dua pukulan Sirenko dilepaskan dengan presisi tinggi langsung mengenai sasaran, Wallin seketika ambruk di atas kanvas, wasit menghentikan pertandingan karena di tidak lagi mampu melanjutkan duel.
Knockout yang tercipta pada waktu 2 menit 59 detik ronde ke-10 itu menjadi salah satu penyelesaian paling dramatis dalam ajang ini, hanya terpaut satu detik dari bel akhir Sirenko berhasil mengubah pertarungan yang sebelum nya berlangsung cukup seimbang menjadi kemenangan KO.
Hasil ini memperpanjang catatan ganas menjadi 23 kemenangan dengan 20 di antara nya di raih melalui KO dan sekali kalah lewat angka pada juli 2025.
2 kemenangan KO ini menjadi penutup dari rangkaian acara yang lebih dulu hadir antar lain Richadson Hitchins dan Jalil Hackett yang juga pulang dengan senyuman.
Baca juga:
#EdgarBerlanga #StevenButler









