Conor Benn datang ke Las Vegas dengan tubuh yang jauh lebih berat setelah proses rehidrasi, semua keuntungan fisik yang diharapkan bisa menjadi senjata justru tidak terlihat ketika dia berhadapan dengan Ryan Garcia.
Garcia mempertahankan sabuk WBC kelas welter setelah menghentikan Benn pada ronde kedua di T-Mobile Arena sabtu malam 12 September 2026, wasit Thomas Taylor mengakhiri pertarungan pada menit 1:25 setelah sebuah overhand kanan membuat Benn terjatuh.
Kemenangan ini membawa Garcia ke rekor 26-2 dengan 21 KO, sekaligus menjadi pertahanan pertama atas gelar yang ia rebut dari Mario Barrios pada Februari.
Benn harus meninggalkan Las Vegas dengan kekalahan 25-2, kesempatan pertamanya untuk merebut gelar dunia berakhir bahkan sebelum pertarungan memasuki lima menit.
Sejak ronde pertama, Benn menjadikan tekanan sebagai senjata utama, dia terus bergerak maju dan berusaha membuat Garcia bertukar pukulan, strategi tersebut justru memberi Garcia ruang untuk bekerja.
Ryan tidak berdiri di depan Benn, bergerak ke luar, menunggu lawan nya masuk lalu membalas dengan pukulan yang lebih cepat dan tajam, salah satu momen paling jelas terjadi ketika left hook Garcia mengenai Benn dengan telak, lutut nya gemetar dan dia harus merangkul Garcia untuk menghentikan serangan lanjutan.
Benn berhasil memulihkan diri dan kembali menekan, namun semakin memaksakan serangan banyak pula kelemahan yang terbuka, Garcia kemudian menemukan sasaran lain ketika Benn menunduk untuk menghindari hook, right uppercut menyambut gerakan nya dan kembali menunjukkan perbedaan kecepatan di antara kedua nya.
Benn memang tetap aktif hingga akhir ronde pertama tetapi pukulan Garcia terlihat lebih terarah dan memiliki dampak lebih besar.
Pada ronde kedua, Garcia tidak perlu mengandalkan senjata yang sama, Benn sudah terlihat waspada terhadap left hook yang menjadi salah satu pukulan paling berbahaya nya, perhatian tersebut malah membuat tangan kananbnya tidak mampu mengantisipasi serangan lain.
Garcia melepaskan overhand kanan yang melewati pertahanan Benn dan menghantam kepalanya dengan keras dia langsung jatuh, melihat kesempatan tersebut dan tidak membiarkan lawan nya mendapatkan waktu untuk memulihkan kondisi, begitu Benn bangkit dia kembali menyerang di sepanjang tali ring.
Benn sebenarnya masih mampu berdiri, mengangkat sarung tangan dan berusaha memberikan respon namun Taylor memilih menghentikan pertandingan, keputusan tersebut langsung memunculkan perdebatan, sebagian penonton menilai Benn masih layak diberi kesempatan karena dia baru mengalami satu knockdown dan masih menunjukkan respons setelah bangkit.
Dari sudut pandang Garcia, kerusakan sudah terlihat jelas, salah satu cerita yang mengiringi pertarungan ini adalah kondisi fisik Benn.
Dia masuk timbang badan dengan berat 146 pound, tetapi setelah rehidrasi bobot nya dilaporkan mencapai 178,4 pound, dengan tambahan berat sebesar itu Benn diharapkan memiliki keunggulan fisik ketika berhadapan dengan Garcia yang memiliki berat 145,5 pound.
Kenyataannya berbeda, Garcia tetap mampu menjaga dan bergerak lebih cepat dan menemukan sasaran sebelum Benn sempat memaksakan pertarungan jarak dekat, kekuatan fisik Benn juga tidak cukup untuk menetralisir kecepatan tangan sang juara.
Ternyata kekhawatiran Oscar De La Hoya dan Eddie Hearn terbukti, Benn tak akan bisa bertahan dari serangan Garcia, kemenangan ini bukan hanya mempertahankan sabuk WBC, dia juga membuktikan bahwa ukuran tubuh tidak otomatis menghapus keunggulan daya pukul yang dimiliki nya.
Debutnya dalam perebutan gelar dunia berakhir dengan cara sakit dan akan segera pergi naik kelas sesuai dengan ucapan nya sendiri.
Kali ini prediksi penulis salah yang awal nya memang mengunggulkan Benn untuk menang dan penilaian banyak analisis patut di acungi jempol sebab Garcia sudah membuktikan apa yang mereka harapkan.
Dengan kemenangan spektakuler ini, kemungkinan besar nya Garcia akan mengincar pemegang sabuk lain seperti Teofimo Lopez juara WBA atau melawan rival nya Devin Haney yang sudah memegang gelar WBO.
Di pendamping utama duel ini, Jai Opetaia hancurkan Noel Mikaelian di ronde ke 9, setelah itu David Benavidez langsung naik ring menantang duel tahun 2027 mendatang, selain itu di pertarungan lain nya adik kandung Ryan Garcia juga memetik kemenangan, lalu Jose Ramirez harus menerima kenyataan pahit dengan kalah 3x beruntun atas Alexis Rocha.
Masih di panggung yang sama, kelas berat Damazion Vanhouter hajar Raphael Akpejiori di ronde pertama sampai terkapar di bawah tali ring, sedangkan Andres Cortes pertahankan rekor tak terkalahkan nya dengan meredam kekuatan mantan juara dunia Mark Magsayo selama 10 ronde.









