Richardson Hitchins bertarung dalam kondisi fisik yang kurang baik saat menghadapi Ricardo Salas menjadi pendamping Berlanga vs Butler, cidera pada tangan nya sama sekali tidak menghalangi mantan juara dunia itu untuk menguasai jalan nya pertandingan hingga meraih kemenangan mutlak.
Usai laga berakhir, Hitchins mengungkapkan bahwa rasa sakit itu mulai muncul ketika pertarungan memasuki pertengahan ronde, cidera nya dialami sejak menjalani pemusatan latihan tapi baru mengganggu setelah beberapa kali melepaskan pukulan kanan ke arah Salas.
Karena tidak ingin memperparah kondisi nya, petinju berusia 28 tahun itu mengubah gaya bertanding mengutamakan permainan aman minimal tidak sampai kecolongan.
Hitchins tetap puas dengan penampilan nya sebab menjadi jawaban atas keraguan menganggap akan kesulitan menghadapi Ricardo Salas yang dikenal gemar memberikan tekanan sepanjang pertandingan, dia membuktikan bahwa mampu beradaptasi dengan berbagai gaya bertarung tidak hanya mengandalkan permainan jarak jauh, tetapi juga beberapa kali bersedia bertukar pukulan dari jarak dekat ketika situasi mengharuskan nya.
“Saya rasa inilah yang disebut seni bertinju. Salas adalah petinju yang tangguh, tetapi saya berhasil menunjukkan kemampuan saya. Saya bisa bertarung dari luar, masuk ke dalam ketika diperlukan, lalu kembali mengendalikan ritme pertandingan. Sekarang fokus saya adalah menatap tantangan berikutnya,” ujar Hitchins usai pertandingan.
Dengan kemenangan meyakinkan atas Salas, Hitchins berhasil membuka lembaran baru dalam karir nya di kelas welter bersama Zuffa Boxing, di pertarungan sebelum nya Jalil Hackett juga meraih kemenangan lewat angka melawan Sergiy Derevyanchenko.
Salas sendiri baru mengalami 3 kekalahan semua lewat juri, penampilan terkahir nya melawan Jesus Saracho begitu sangar dengan TKO ronde ke 8.
Lanjut dari kelas Welter, meski Moreno memiliki keunggulan tinggi dan jangkauan justru Gonzalez yang tampil lebih agresif pada awal pertandingan, dia terus maju pelan sambil mendaratkan pukulan ke arah kepala dan tubuh.
Menjelang berakhir nya ronde ke 2 Moreno mulai menemukan peluang melalui jab yang akurat, hal itu memicu pertukaran pukulan sengit di penghujung ronde, di mana kedua petinju sama-sama mendaratkan pukulan keras tepat saat bel berbunyi.
Ronde ketiga Gonzalez kembali mendominasi tekanan sepanjang ronde, tetapi pada detik terakhir Moreno justru mampu berbalik arah mendaratkan dua pukulan telak yang menjadi penutup ronde dan memberikan keuntungan bagi nya.
Keberhasilan pada akhir ronde kedua dan ketiga membuat Moreno stamina semakin meningkat, ronde pertengahan dia mulai bertarung lebih tenang, di saat yang sama dia juga mampu bertahan dengan baik melancarkan serangan bertubi-tubi dari jarak dekat.
Moreno terus mempertahankan keunggulan nya hingga pertandingan berakhir, walaupun kubu Gonzalez terus memberikan instruksi agar meningkatkan tekanan tapi kesulitan menemukan sasaran pada ronde-ronde terakhir, Moreno akhirnya mengamankan kemenangan angka dengan skor 79-73, 78-74, dan 78-74.
Kemudian di kelas Bulu, Troy Nash kembali membuktikan bahwa dia prospek yang patut di perhatikan di bawah bendera Zuffa Boxing, menghadapi sesama petinju yang belum pernah kalah bernama Ethan Perez, dia mampu mempertahankan reko setelah tampil lebih efektif sepanjang delapan ronde.
Kemenangan itu diraih melalui majority decision, hasil yang memperpanjang catatan kemenangan beruntun nya sejak bergabung dengan Zuffa Boxing, meski pertandingan berlangsung cukup ketat, Nash dinilai mampu mengendalikan jalan nya laga melalui kualitas teknik.
Di awal Perez terus bergerak maju namun strategi itu bisa di bilang gagal, Nash mampu memanfaatkan setiap peluang dengan melancarkan counter yang cepat setiap kali lawan nya membuka ruang saat menyerang.
Selain piawai dalam serangan balik, Nash juga tampil konsisten saat bertarung dari berbagai jarak, mampu menjaga efektivitas pukulan ketika bertinju dari luar dan tidak kehilangan ketenangan saat harus bertukar pukulan dari jarak dekat, keunggulan inilah yang perlahan membuat Perez tak berdaya.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Nash terus mengontrol ritme, Perez sebagian besar serangan nya gagal menghasilkan dampak karena Nash mampu menghindar juga membalas dengan pukulan yang lebih terarah.
Hingga bel akhir berbunyi, Nash tetap mempertahankan dominasi nya dan di nyatakan sebagai pemenang. Dua juri memberikan skor 79-73 untuk Troy Nash, satu juri menilai pertandingan berakhir imbang 76-76, sehingga resmi menang melalui keputusan mayoritas.
Menurut penulis, penampilan Nash kali ini memperlihatkan perkembangan yang lumayan menanjak, tidak hanya mengandalkan agresivitas tetapi juga menunjukkan kecerdasan dalam membaca serangan lawan, kedepan nya Nash berpeluang mendapat lawan dengan level yang lebih tinggi pada penampilan lain nya.
Baca juga:
#RichardsonHitchins #RicardoSalas









