Zuffa Boxing tak henti-henti nya merekrut para petarung untuk memperkuat roster mereka, paling terbaru menggaet petinju muda Inggris berusia 23 tahun Lucas Roehrig yang berada di bawah asuhan mantan juara dunia WBA kelas menengah super George Groves.
Roehrig merupakan prospek kelas penjelajah yang belum terkalahkan dengan rekor profesional 9-0 dengan 5 kemenangan KO dan akan menjalani debut pada 7 November di Copper Box Arena London.
Kehadiran Roehrig menambah kekuatan Zuffa di kelas cruiserweight, sebelum nya sudah ada nama besar seperti Jai Opetaia yang baru saja menghancurkan Noel Mikaelian, selain itu juga ada Chris Billam-Smith dan Ryan Rozicki.
Bergabung nya di bawah kendali Dana White ini tidak cuma pindah promotor tapi melihat kesempatan untuk membawa karir nya ke level yang lebih tinggi, dia mengatakan sudah melewati berbagai tahapan tetapi juga tidak menghindari pertarungan di ajang ajang kecil.
Sekarang dia merasa sudah berada pada situasi yang tepat untuk mulai menguji diri melawan prospek lain yang juga belum terkalahkan.
“Saya sudah melewati berbagai level, pernah bertanding di pertunjukan Sky, BoxNation dan Channel 5 juga bertanding di ajang-ajang kecil, tidak melewati satu tahapan pun, saya pikir sekarang adalah platform dan waktu yang tepat untuk menghadapi prospek-prospek lain nya. Zuffa Boxing memiliki banyak petarung yang belum terkalahkan, bagi saya ini kesempatan untuk benar-benar membuat gebrakan bukan hanya di Inggris tetapi juga secara internasional kata Roehrig pada Sky Sports.”
Roehrig tidak ingin hanya menjadi petinju muda yang mengisi daftar roster namun memanfaatkan lingkungan baru itu untuk mendapatkan pertarungan yang bisa mempercepat pengenalan nya kepada publik.
Di antara para cruiserweight Zuffa, nama Jai Opetaia berada di posisi paling atas, Roehrig sudah mengenal nya karena mereka pernah menjalani sejumlah ronde latihan bersama, target Roehrig bukan berhenti di level prospek tapi menginginkan gelar dunia.
“Tentu saja..saya sudah mengatakan nya berkali-kali dalam olahraga ini, saya membidik gelar dunia, itu adalah tujuan utama, itulah alasan saya bekerja sangat keras dan akan mengambil resiko pertarungan pertama saya akan berlangsung pada 7 November, membuat gebrakan, kemudian terus berkembang dari sana, saya tahu ada sabuk lain yang ingin saya kumpulkan sepanjang perjalanan tetapi sabuk Zuffa dan gelar-gelar dunia adalah tujuan akhir nya.”
Pertarungan nya nanti menjadi langkah pertama Roehrig di bawah bendera Zuffa Boxing, belum diketahui seberapa cepat promotor akan menaikkan level lawan nya, tetapi dari pernyataan sang petinju dia memang menginginkan ujian yang lebih berat.
George Groves sendiri melihat ada potensi besar di dalam diri Roehrig, sebagai mantan petinju yang pernah merasakan keras nya persaingan, dia tentu memahami bahwa kemampuan seorang prospek tidak cukup hanya di lihat dari rekor tanpa kekalahan masih ada banyak hal yang harus di buktikan ketika level lawan nya meningkat.
“Dia punya potensi untuk menjadi luar biasa, untuk melangkah sangat jauh dan bahkan melampaui nya, tetapi mengatakan nya tentu lebih mudah daripada mewujudkan nya, saya harus membuat nya tetap membumi, rendah hati, termotivasi, terus bekerja keras dan terus berkembang, saya tidak membawa nya ke sini sambil berkata, ‘Ini sudah petarung yang sempurna..jauh dari itu, tetapi dia memiliki potensi untuk menjadi petarung yang lengkap saya percaya akan hal itu, saya selalu berusaha menempatkan nya dalam situasi di mana dia harus menunjukkan kepada saya bahwa dia sudah menyelesaikan satu tahapan, sejauh ini dia selalu berhasil melewati nya.”
Roehrig pernah merasakan situasi berat, pada November 2025, dia menghadapi Brice Clavier dalam 8 ronde di Brighton, di pertarungan itu berada dalam ancaman di hentikan, namun mampu melewati ujian dan sejak saat itu mencatat dua kemenangan sebelum batas waktu termasuk menghentikan Faton Tolak di ronde ke 2.
Dengan masuk nya Roehrig, Zuffa kini memiliki satu lagi petinju muda yang bisa di kembangkan di kelas penjelajah, setelah itu harus membuktikan sendiri apakah semua pembicaraan mengenai potensi nya memang bisa di terjemahkan menjadi kemenangan ketika lawan yang di hadapi nya bukan ecek ecek.
Perekrutan ini menunjukkan bahwa Zuffa tidak hanya mencari nama besar yang sudah jadi, mereka juga mulai mengumpulkan petarung muda yang bisa menjadi bagian dari masa depan.









