Headline

Eddie Hearn Khawatir Lihat Conor Benn: “Saya Bisa Lihat Rasa Sakit di Matanya!”

Eddie Hearn khawatir soal Benn

Eddie Hearn melihat sesuatu yang mengkhawatirkan dari persiapan Conor Benn menjelang pertarungan nya melawan Ryan Garcia, bukan soal teknik atau strategi tapi kondisi tubuh nya yang harus kembali turun drastis ke kelas welter.

Benn memang tengah menghadapi tantangan besar sebelum pertarungan dimulai, belakangan dia bertarung di kelas yang lebih tinggi kembali ke batas 147 pound untuk perebutan gelar WBC di T-Mobile Arena Las Vegas pada 12 September.

Sebelum nya dia sudah mengakui bahwa proses ini sangat berat bahkan memastikan pertarungan melawan Garcia akan menjadi penampilan terakhir nya sebelum kembali naik ke 154, 160 atau 168 pound.

Di sini Hearn melihat apakah Benn mampu mencapai angka di timbangan justru mempertanyakan apakah tubuh nya masih bisa bekerja secara maksimal setelah melewati proses pengurasan berat badan yang ekstrem.

Hearn mengaku bisa melihat dampak nya langsung dari penampilan nya, penilaian nya tidak berubah karena dia tau Benn memang memiliki etos kerja luar biasa dan sangat disiplin di kamp latihan, tetapi kerja keras ini juga membuat tubuh nya berada dalam kondisi yang terkuras tidak hanya terlihat wajah semakin tirus namun dari mata nya.

“Conor berlatih sangat keras, saya tahu kami pernah punya perbedaan pendapat tetapi etos kerja nya luar biasa, apa yang dia lakukan terhadap tubuh nya secara konsisten ketika berada dalam kondisi kekurangan energi itu benar-benar sangat berat, kalian bisa melihat dari wajah nya semakin tirus, saya bisa melihat dari matanya dan itu jelas sakit, ungkap Hearn pada Fighthype.”

Menurut Hearn, perbedaan kondisi Benn ketika bertarung di kelas 154 atau 160 pound dengan apa yang akan di alaminya di 147 pound sangat besar.

Saat berada di kelas yang lebih tinggi, Benn dapat menjalani latihan, makan, memulihkan tubuh, kemudian kembali berlatih, kini situasinya berubah ketika harus mengejar batas 147 pound.

Hearn memperkirakan Benn akan menjalani defisit kalori yang besar dan semakin membatasi makanan serta cairan ketika memasuki fight week dari sinilah mantan promotor nya melihat potensi masalah.

Dia membandingkan nya dengan pengalaman nya bekerja bersama Carl Froch yang waktu itu tidak harus melakukan pengurasan berat badan ekstrem menjelang pertandingan.

Froch bisa bangun pada hari pertarungan dengan kondisi tubuh yang sudah siap, sementara petinju yang masih berusaha memulihkan cairan setelah melakukan weight cut dapat memasuki pertandingan dengan tubuh tidak akan 100 persen.

Hearn juga menceritakan percakapan nya dengan Katie Taylor untuk menggambarkan betapa aneh nya situasi tersebut, Taylor saat itu sudah berada pada berat yang sesuai meskipun pertarungan nya berlangsung di kelas 140 pound, kondisi seperti itu lebih masuk akal di bandingkan harus kehilangan beberapa kilogram dalam waktu singkat sebelum naik ke ring, untuk kasus Benn dia memperkirakan tantangan nya begitu berat.

“Kalau dalam 24 jam sebelum pertarungan kamu harus kehilangan sekitar tiga, empat, bahkan lima kilogram dengan cara melewatkan makanan, memakai pakaian sauna, masuk sauna, mandi air panas atau apa pun yang dilakukan untuk mencapai berat badan, bagaimana mungkin dalam waktu 24 jam kamu bisa bangun dan berada dalam kondisi 100 persen untuk bertarung? Kamu memang melakukan itu karena berpikir akan memiliki keunggulan fisik di dalam ring karena tubuhmu lebih berat setelah nya, tapi di sisi lain kamu baru saja membuat tubuhmu mengalami dehidrasi, kamu tahu akan bangun dalam kondisi yang tidak 100 persen sementara lawan mu mungkin tidak mengalami hal yang sama.”

Masalah semakin serius karena lawan Benn bukan yang jauh di bawah level nya, Hearn melihat Ryan Garcia memiliki karakteristik yang sangat berbahaya untuk petinju yang masuk ring dalam kondisi terkuras, kecepatan reaksi dan kemampuan melakukan counter punch menjadi senjata yang sangat menentukan mengakhiri pertarungan.

Terlebih lagi, Benn terkenal petinju yang senang masuk ke dalam pertukaran pukulan, gaya ini bisa menjadi masalah besar apabila sudah kehilangan sebagian tenaga akibat proses pemotongan berat badan.

Dia kemudian mengingat kembali pertarungan pertama Benn melawan Chris Eubank Jr, dia bertahan dalam perang karena berada di kelas yang lebih tinggi tetapi situasi serupa tidak boleh terulang ketika menghadapi Garcia.

Hearn memberikan gambaran sangat tegas mengenai resiko yang mungkin dihadapi, kalau Benn menerima pukulan telak tepat di dagu dari Garcia dalam kondisi bertarung di 147 pound dia tidak yakin mampu bertahan, karena itu harus bertarung dengan otak.

Garcia adalah counter puncher yang sangat reaktif walaupun bukan petinju yang mustahil dilukai, Hearn meragukan apakah Benn masih memiliki daya pukul yang sama ketika turun kelas.

Keraguan itu sudah terlihat dalam penampilan Benn ketika menghadapi Regis Prograis pada batas 150 pound, Hearn sebelum nya juga mengatakan terlihat kehilangan sebagian tenaga di berat tersebut dan menganggap Garcia akan terlalu kuat pukulan nya.

Hearn memperkirakan Benn masih harus menurunkan sekitar tujuh atau delapan pound sebelum pertarungan dan dia meminta publik menunggu sampai berdiri di atas timbangan.

Meskipun sangat kritis terhadap kondisi fisik Benn, Hearn tetap mengakui akan keberanian yang tidak perlu di pertanyakan karena bersedia mengambil pertarungan besar setelah berkompetisi di kelas yang lebih tinggi. 

Dalam sesi yang sama, Hearn di tanya mengenai Ben Davison setelah Anthony Joshua memberikan tanda suka pada unggahan yang mengkritik sang pelatih menyusul kekalahan Moses Itauma dari Filip Hrgovic.

Dia mengatakan Joshua masih menghormati Davison dan menganggap nya orang yang luar biasa, Hearn juga menolak anggapan bahwa pelatih bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di dalam ring.

Pelatih dapat memberikan instruksi tetapi sang petaraung tetap menjadi orang yang harus menjalankan nya, Davison tidak bisa serta merta di jadikan alasan untuk kekalahan itu sebab dia tidak mungkin bertarung menggantikan petinju nya.

Pendapat Hearn sejalan dengan Fabio Wardley saat di wawancara usai konfrensi pers rematch dengan Dubois, dia membela Davison selalu di jadikan kambing hitam termasuk saat kalah melawan di duel pertama, padahal instruksi sudah di berikan hanya saja dia tidak bisa menjalankan dengan baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top