Judul pertarungan dunia di Thailand lagi lagi jadi batu sandungan buat Carlos Canizales, bukan nya dapat panggung besar untuk mempertahankan sabuk WBC 108 lbs yang datang adalah kabar buruk dan kesialan beruntun yang sama sekali di luar kendali nya.
Jadwal yang sudah di susun rapi, persiapan yang bagus sampai promosi yang sudah berjalan semua nya buyar hanya gara gara satu trigidi Canizales tidak bisa naik pesawat.
Kedengaran nya sepele tetapi bukan perkara telat bangun atau dokumen kurang lengkap.
Baca juga: Luis arias merangkap jadi konsultan KPR demi masa depan?
Negeri asal nya Venezuela sedang memberlakukan pembatasan perjalanan internasional akibat situasi politik yang memanas dengan Amerika Serikat.
Efek nya Ribuan penumpang batal terbang beberapa bandara lumpuh dan Canizales sang juara dunia yang seharus nya tampil sebagai bintang utama event WBC ikut terseret arus masalah besar tersebut.
Yang paling di sayangkan duel itu rencananya menjadi bagian dari ajang besar konvensi WBC ke-63 di Bangkok panggung internasional yang sayang sekali harus dia lepaskan begitu saja.
Baca juga:
Di awal semua nya tanpak normal Canizales sudah packing siap goyaang bahkan sudah membuat unggahan video yang menunjukkan betapa semangat nya dia berangkat ke Thailand.
Tetapi beberapa jam sebelum terbang maskapai mengumumkan bahwa penerbangan di batalkan karena penutupan jalur udara Venezuela.
Canizales bukan satu satunya korban, menurut laporan lokal lebih dari 8.000 penumpang kena imbas pembatalan itu.
Tapi dampak paling besar jelas menimpa petinju 28-3-1 (20 KO) tersebut yang akhir nya kehilangan kesempatan membuat pertahanan gelar pertama sejak merebut sabuk hijau emas itu Agustus lalu.
Baca juga:
Dalam video yang dia unggah canizales berkata dengan nada kecewa…
“Hari ini saya sebenar nya sangat bahagia karena akhir nya bisa berangkat ke Thailand untuk mempertahankan gelar saya, tapi karena masalah penerbangan kami memutuskan untuk tidak bertarung, saya minta maaf untuk semua yang menantikan pertarungan saya Tuhan pasti punya alasan”.
Kata2 itu menggambarkan semua nya antara pasrah, sedih juga marah dalam waktu bersamaan.
Tim canizales sebenar nya mencoba mencari cara lain tapi pilihan yang tersedia sangat di luar nalar, Canizales harus naik lima kali penerbangan berbeda dari beberapa negara hanya untuk bisa sampai ke Bangkok tepat waktu.
Tak bisa di bayangkan perjalanan 40+ jam, jet lag ekstrem, tubuh letih, lalu cuma punya sedikit waktu untuk recovery sebelum naik ring untuk mempertahankan sabuk dunia. untuk petinju itu bunuh diri.
Akhir nya keputusan pahit harus di ambil pertarungan DI BATALKAN.
Baca juga:
Kekacauan ini muncul karena ketegangan antara pemerintah Venezuela dan Amerika Serikat kondisi nya sekarang sedang panas.
Dalam daftar resmi departemen Luar Negeri AS menandai Venezuela sebagai Level 4, Do Not Travel, level tertinggi yang berarti tidak di sarankan bepergian ke sana.
Alasan nya konflik politik, resiko teror, penahanan sewenang wenang sampai ancaman militer.
Dampak nya jalur udara internasional dari dan ke Venezuela ikut terganggu di situlah nasib seorang juara dunia ikut tersangkut.
Sementara Canizales tertahan di negara nya promotor tidak punya banyak waktu, event sudah dekat konvensi WBC sedang berlangsung pertarungan utama harus tetap jalan.
Akhir nya di umumkan bahwa Thammanoon Niyomtrong (28-1, 11 KO) sekarang akan menghadapi petinju Argentina Junior Zarate (26-5, 9 KO).
Menurut laporan duel baru ini bahkan akan tetap memperebutkan sabuk WBC 108lbs yang lebih membuat banyak penggemar geleng geleng kepala Canizales akan di jadikan Champion in Recess.
Baca juga:
Apalagi ini ini recess bang.??
Sini tak kasih tahuu..sabuk itu tetap milik canizales tapi status juara nya di hentikan sementara dan pemenang pertarungan ini bisa jadi juara baru.
Looo…kok gitu bang?? kasian canizales doong..sama saja di cabut itu kan??
Di cabut penuh sih tidak, aturan nya emang gitu kalo semisal ini benar terjadi katakanlah niyomtrong menang dan juara WBC canizales berhak bertarung lagi dengan niyomtrong untuk meng klaim sabuk nya kembali.
Keputusan ini jelas tidak adil masalah yang muncul sama sekali bukan kesalahan Canizales tapi mau gimana lagi duel itu harus tetap jalan.
Sampai artikel ini di tulis pihak WBC belum memberi konfirmasi resmi karena perbedaan waktu Thailand Meksiko cukup jauh.
Untuk yang mengikuti perjalanan Canizales drama di Thailand ini bukan yang pertama, sebelum nya dia juga sudah pernah kena keputusan kontroversial saat menghadapi Panya Pradabsri rekan Niyomtrong.
Pertemuan pertama mereka berakhir dengan kekalahan yang sangat di ragukan banyak orang.
Bahkan Presiden WBC Mauricio Sulaiman ikut menyebut bahwa keputusan juri merupakan salah satu yang terburuk tahun itu, untung nya WBC gerak cepat dan langsung memerintahkan rematch.
Di partai ulang pada 1 Agustus lalu Canizales membalas dengan sangat meyakinkan, bermain di kandang nya sendiri di Caracas dia menghentikan Pradabsri hanya dalam lima ronde dan merebut sabuk WBC junior flyweight.
Setelah rematch itu sempat ada wacana trilogi namun Pradabsri justru memutuskan pensiun beberapa minggu kemudian membuat jalan Canizales terbuka untuk menghadapi kontender berikut nya.
Lalu muncullah nama Niyomtrong mantan penguasa kelas strawweight yang pernah memegang gelar WBA selama lebih dari delapan tahun.
Dia juga sempat menjadi pemegang rekor juara aktif terlama sebelum di kalahkan Oscar Collazo dalam unifikasi brutal di Arab Saudi tahun lalu.
Kini dengan lawan baru Niyomtrong kembali mengejar gelar di divisi baru.
Siapakah Junior Zarate lawan niyomtrong??
Bagi sebagian besar penggemar tinju nama Junior Zarate mungkin kurang banter terdengar.
Petinju argentina berusia 36 tahun ini memang jarang bertanding di luar negara nya, ini baru kali kedua dia bertarung di luar Argentina.
Namun jangan anggap remeh Zarate adalah petarung yang tangguh punya pengalaman panjang dan berada di peringkat lima besar WBC.
Dalam dua pertarungan terakhir dia menang dan merebut beberapa sabuk regional setelah sebelum nya kalah split decision di Afrika Selatan.
Kesempatan menghadapi Niyomtrong di konvensi WBC jelas merupakan tiket emas yang tidak mungkin dia tolak.
Di sisi lain Canizales kini hanya bisa menahan diri dan melihat situasi politik negara memburuk tanpa tahu kapan bisa berkarir normal lagi.
Dia menutup pernyataan nya dengan penuh rasa tanggung jawab.
“Saya mengambil keputusan ini dengan sangat berat hati, saya ingin meminta maaf kepada Presiden Mauricio Sulaiman dan WBC, mereka tahu komitmen saya terhadap sabuk, saya harap segera mendapatkan tanggal baru dan kembali mempertahankan nya, terima kasih atas dukungan kalian tutup canizales.
Saat ini dia memang harus menunda pertarungan tetapi bukan berarti menyerah, sebab tidak ada politik yang bisa mematikan ambisi seorang juara sejati.
#CarlosCanizales #ThammanoonNiyomtrong #JuniorZarate









