Headline

100% Keok! Moses Itauma Menyerah, Filip Hrgovic Buktikan Prediksi Kami! Kejutan Besar di O2 Arena

Hrgovic juara IBF kalahkan Itauma

Moses Itauma datang ke O2 Arena dengan beban ekspektasi yang luar biasa besar, dia disebut sebut sebagai calon penguasa baru kelas heavyweight, di jagokan banyak pengamat untuk merebut gelar IBF yang lowong bahkan peluang nya di pasar taruhan jauh lebih besar di banding Filip Hrgovic, sejumlah panel prediksi juga hampir sepenuh nya mengarah kepada petinju Inggris berusia 21 tahun tersebut.

Tetapi kami memilih jalan lain, dalam artikel prediksi sebelum pertarungan, kami menjagokan Hrgovic untuk membuat kejutan, bukan meragukan bakat Itauma tapi karena ada sang petinju muda belum bisa menjawab bagaimana dia akan bertahan ketika menghadapi pertarungan berat yang berlangsung jauh lebih lama dari biasa nya, jawaban akhir nya datang di London.

Hrgovic tidak hanya membuktikan bahwa prediksi mayoritas bisa salah tapi dia merebut gelar IBF heavyweight setelah menghentikan Itauma pada ronde ke 9 dalam pertarungan yang awal nya berjalan sangat menguntungkan sang petinju Inggris.

Kalau pertarungan hanya berlangsung beberapa ronde pertama mungkin tidak banyak orang yang akan mempertanyakan prediksi mereka, Itauma tampil cepat sejak bel pembuka, pukulan kiri, feint, kombinasi ke tubuh dan kepala membuat Hrgovic sedikit kesulitan menemukan peluang karena kecepatan Itauma terlihat jelas menjadi masalah di awal.

Memasuki ronde ke 2, Hrgovic bahkan sempat menyentuh kanvas setelah menerima hook kanan pendek, dia tidak terluka tetapi momen tersebut memperlihatkan betapa berat nya dia mengimbangi pergerakan lawan nya.

Itauma kemudian terus mengumpulkan ronde, dia bergerak keluar masuk jarak pukul, memilih untuk menyerang dan memaksa Hrgovic banting tulang hanya untuk mendapatkan sasaran.

Ronde demi ronde berlalu dan gambaran pertarungan semakin sesuai dengan dugaan para pengamat, tapi Hrgovc tenang tidak terlihat getir walaupun tahu sedang tertinggal di hitungan poin juri.

Petinju Kroasia ini terus mencari sasaran sambil membiarkan Itauma mengeluarkan energi dalam setiap serangan, ketika menerima pukulan keras, Hrgovic tidak kehilangan stamina, inilah yang menjadi kunci kemenangan nya.

Setelah ronde ke 7 tanda kelelahan mulai terlihat pada Itauma, kecepatan nya masih ada etapi tidak lagi sama seperti di awal, tangan nya mulai turun dan dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengatur nafas.

Pertarungan mulai berubah menjadi ujian yang sebenar nya, ronde ke 8, Itauma masih mampu memberikan kerusakan, dia menghantam tubuh Hrgovic dengan sejumlah pukulan keras membuat nya mundur menutup pertahanan nya.

Sekilas, Itauma masih seperti petinju yang mengendalikan pertarungan, tetapi ada masalah besar dia sudah sangat kelelahan, serangan yang sebelum nya keluar dengan cepat mulai membutuhkan tenaga yang lebih besar, Hrgovic melihat semua nya dia sudah menunggu nya sejak ronde pertama.

Saat Itauma keluar dari sudut pada ronde ke 9 dengan gerakan yang lambat Hrgovic langsung mengambil kesempatan duel pun berubah menjadi baku pukul brutal.

Hrgovic mulai menemukan sasaran dengan pukulan kanan yang telak Itauma masih berusaha membalas tetapi respons nya mulai hilang, serangan sususlan kemudian membuat nya terhuyung huyung mengelilingi ring.

Ben Davison pelatih Itauma melihat situasi tersebut dan akhir nya mengambil keputusan handuk d lemparkan ke dalam ring, wasit Howard Foster menghentikan pertarungan.

Filip Hrgovic resmi menjadi juara dunia IBF heavyweight, Itauma tidak di jatuhkan ke kanvas dengan brutal namun dia sudah tidak mampu memberikan pertahanan yang cukup ketika Hrgovic mulai melepaskan pukulan bertubi-tubi.

Sebelum pertarungan, kami memprediksi Hrgovic menang TKO ronde ke 8 hasil akhir menang di putaran berikut nya, berarti tidak hanya pemenang nya yang sesuai dengan prediksi, skenario pertarungan nya juga berjalan cukup dekat dengan apa yang kami perkirakan, Itauma unggul dengan kecepatan pada awal laga tetapi ketika pertarungan menjadi semakin berat pengalaman dan daya tahan Hrgovic mulai tak bisa di hindarkan, sekarang dia tak bisa enak enak menikmati kesuksesan nya karena Frank Sanchez sudah menunggu giliran untuk merebut nya.

Sebelum bel berbunyi, hampir semua orang bisa memiliki alasan untuk memilih seorang petinju namun setelah 12 ronde yang di rencanakan berubah menjadi 9 ronde, ring akan memberikan jawaban nya sendiri.

Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Itauma, dia datang dengan rekor 14-0 dan 12 kemenangan KO, banyak orang bahkan sudah membicarakan nya sebagai calon bintang terbesar generasi berikut nya sebelum memiliki sabuk dunia, sekarang rekor itu berubah menjadi 14-1.

Tetapi kekalahan ini tidak menghapus semua kualitas yang dia tunjukkan, Hrgovic sendiri memberikan penilaian tinggi setelah pertarungan.

“Daya tahan pukulan itu penting. Dia petarung yang luar biasa. Saya adalah masa sekarang dan dia jelas merupakan masa depan. Dia adalah petarung terbaik yang pernah saya hadapi, tetapi dia membutuhkan lebih banyak pengalaman. Saya tahu saya kalah dalam ronde-ronde tersebut, tetapi dia mulai kehabisan tenaga, dia membutuhkan lebih banyak pengalaman, tetapi dia adalah petarung yang luar biasa, sejak ronde pertama saya sudah melihat dia mulai kehabisan tenaga, saya tahu pada akhir nya dia akan kehabisan tenaga dan ketika kesempatan saya datang, saya harus menekan.”

Kemenangan Hrgovic ini mengubah seluruh karir nya, dia di kenal sebagai petinju heavyweight elite yang pernah mengalami satu kekalahan dari Daniel Dubois kini semua nya menjadi bagian dari perjalanan menuju gelar dunia.

Di O2 Arena, dia menjadi juara dunia pertama dalam sejarah Kroasia, rekor nya menjadi 21-1 dengan 16 kemenangan KO, dia membuktikan ucapan nya akan menghajar Itauma dengan keras.

Itauma masih memiliki waktu untuk bangkit tetapi malam di London ini akan menjadi peringatan bahwa sebelum menjadi raja kelas berat seorang calon juara harus terlebih dahulu melewati ujian ketika semua nya tidak berhasil di menangkan dengan KO, sebelum mereka saling hantam beberapa partai tambahan nya juga tak mengejutkan, ada yang imbang, berdarah darah dan juga berakhir TKO.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top