Kekalahan Pertama Marvin Hagler Berujung Balas Dendam TKO Ronde 2

Kekalahan pertama Marvin Hagler berujung balas dendam TKO ronde ke 2

Di sebuah arena di philadelphia, seorang petinju muda yang kelak di kenal sebagai salah satu petarung paling ganas juara WBA, WBC, IBF yang tak kenal kompromi di atas ring untuk pertama kali nya merasakan kekalahan dalam karir profesional nya.

Nama petinju itu adalah Marvin Hagler, pada malam tersebut masih jauh dari status legenda harus menerima kenyataan bahwa tangan nya tidak di angkat oleh wasit.

Lawan nya Bobby Watts keluar sebagai pemenang lewat keputusan mayoritas, duel ini kemudian di kenang sebagai salah satu paling bersejarah dalam hidup seorang Marvin Marvelous Hagler.

Pandangan penulis kekalahan pertama dalam karir seorang petinju sering kali lebih menentukan dari pada puluhan kemenangan berikut nya, di sinilah mental, ego dan arah hidup seorang petarung di uji dan ini menjadi awal dari kelahiran legenda sejati.

Bentrokan mereka belum di akui dunia di sistem tinju era 1970 an yang kerap kejam pada petarung tanpa nama besar.

Marvin Hagler lahir dan besar dalam keras nya kehidupan kota Brockton Massachusetts yang juga melahirkan legenda lain seperti Rocky Marciano, namun berbeda dengan petinju yang tak terkalahkan sampai pensiun itu memang di elu elukan sejak awal sedangkan Hagler harus menempuh jalan penuh kerikil.

Hagler memulai karir profesional nya pada tahun 1973, gaya bertarung nya sudah memperlihatkan sesuatu yang lain.

Hagler adalah pekerja keras, kidal mematikan dengan daya tahan fisik yang nyaris tidak manusiawi, dia bertarung bukan untuk hiburan namun untuk bertahan hidup, sejak muda sudah membawa aura outsider yang jarang mendapat pertarungan besar, tinju saat itu belum siap menerima petarung pendiam dan tidak menjilat promotor.

Berbeda dengan Hagler, Bobby Watts adalah nama yang hari ini nyaris terlupakan oleh sejarah arus utama tinju namun pada pertengahan 1970 an, Watts adalah petinju yang sah untuk di perhitungkan, dia memiliki gaya bertarung yang cerdik, tahu bagaimana mencuri ronde lewat teknik bukan lewat kekerasan.

Watts adalah petinju yang tepat berada di waktu yang hoki, dia bukan legenda tetapi cukup pintar untuk memanfaatkan sistem penilaian juri di era tersebut.

13 januari 1976 pertemuan pertama.

Pertarungan berlangsung selama 10 ronde, Hagler tampil agresif menyerang mendominasi pertarungan, dia mendaratkan pukulan lebih keras seperti ingin menghabisi, namun Watts bermain cerdas, dia bergerak menghindar dan sesekali mencuri poin lewat pukulan cepat.

Saat bel akhir berbunyi banyak yang mengira Hagler telah melakukan cukup banyak untuk mempertahankan rekor nya tetapi keputusan juri berkata lain Bobby Watts di nyatakan menang lewat keputusan mayoritas.

Hasil tersebut langsung menuai perdebatan, banyak pengamat waktu itu merasa Hagler terlalu dominan untuk kalah bahkan dalam berbagai wawancara setelah nya menganggap kekalahan itu sebagai salah satu ketidakadilan terbesar dalam karir nya.

Menurut saya pribadi, inilah momen di mana Hagler di bentuk oleh sistem yang menolak nya, kekalahan ini menanamkan satu prinsip dalam diri nya jangan pernah serahkan nasib pada juri.

Sejak kejadian ini Hagler bertarung dengan satu tujuan menyelesaikan pertarungan sebelum bel akhir, prinsip ini kelak terlihat jelas dalam masa kejayaan nya sebagai juara dunia, Hagler berubah menjadi penghancur tidak memberi kesempatan kepada yang nama nya kontroversi.

Duel Ulang 19 April 1980 Rematch.

4 tahun setelah kekalahan yang masih membekas di benak nya Marvin Hagler akhir nya mendapatkan kesempatan untuk menutup lingkaran sejarah, duel ulang ini adalah bentuk balas dendam yang terencana.

Hagler tidak datang untuk membuktikan sesuatu kepada juri atau penonton tapi untuk memastikan bahwa di pertemuan pertama adalah kekeliruan.

Bel ronde pertama berdentang Hagler menekan dengan kejam tidak ada lagi permainan jarak aman Watts tidak di beri waktu untuk mencuri angka.

Pada ronde ke 2 Hagler akhir nya melepaskan kombinasi keras yang menjatuhkan Bobby Watts ke kanvas, dia memang mampu bangkit tetapi kondisi nya jauh dari siap dia berdiri dengan langkah sempoyongan tanpa ragu wasit langsung menghentikan pertarungan dan menyatakan kemenangan TKO.

Inilah versi paling adil dalam tinju karena tidak ada kartu juri apalagi perdebatan angka, Hagler menang dengan cara yang sejak lama dia yakini sebagai satu satu nya jaminan kemenangan sejati menghancurkan lawan sebelum sistem ikut campur.

Flasback ke era yang tak se indah sekarang.

Pada pertengahan 1970 an adalah era ketika tinju kelas menengah di penuhi bakat tetapi juga di kelilingi intrik.

Promotor memegang kekuasaan besar, juri sering di pertanyakan netralitas nya dan petinju tanpa daya jual kerap menjadi korban sistem, ini periode paling membagongkan bagi petinju tipe seperti Hagler, dia bukan petinju yang pandai berbicara di depan kamera yang mudah di jual.

Hagler tidak punya gaya Muhammad Ali dalam berbicara yang ada hanya kemampuan bertarung, di kelas menengah saat itu nama seperti Carlos Monzon menjadi Standar juara dunia sangat tinggi tetapi akses menuju pertarungan besar sangat terbatas.

Petinju seperti nya harus memenangkan segala nya secara mutlak hanya untuk di perhatikan, bila melihat ulang laporan lama dan kesaksian saksi mata Hagler di anggap lebih dominan namun agresivitas tidak selalu di hargai dalam sistem penilaian era tersebut.

Seorang petarung bisa terlihat menang di mata publik tetapi tetap kalah di mata juri, Bobby Wats bertarung cerdas itu tidak salah dan memanfaatkan lemah nya aturan, tapi apakah itu cukup untuk mengalahkan Hagler?

Banyak yang meragukan nya, itulah yang membuat duel ini hidup dalam diskusi sejarah hingga hari ini, Marvin Hagler bukan petinju yang meluapkan kemarahan lewat kata dan tidak melakukan protes berlebihan di atas ring.

Tapi dalam diam itulah perubahan besar terjadi, Hagler membawa kemarahan itu ke gym, dia melipat gandakan latihan dan memperkeras mental nya.

Butuh waktu bertahun tahun bagi Hagler untuk mendapatkan apa yang layak dia dapatkan, setiap kali dia melangkah ke ring selalu membawa ingatan akan malam ketika keadilan tidak berpihak pada nya.

Sejarah juga tidak mengangkat nama Bobby Watts setinggi Hagler, kemenangan terbesar nya menjadi catatan kaki dalam kisah orang lain, ini bukan penghinaan bagi Watts tapi sejarah tidak hanya mencatat siapa yang menang tetapi siapa yang berubah.

Setelah kekalahan pertama ini, Hagler kalah lagi melawan Willie Monroe tapi dia membalas 2 kali dengan sadis semua nya lewat TKO ronde ke 12 dan ke 2.

#Marvinhagler #Bobbywats #Kelasmenengah

Scroll to Top