Eddie Hearn kembali bikin gaduh dalam sebuah wawancara panjang usai gelaran di Wembley Arena, promotor Matchroom itu tidak hanya membahas masa depan Anthony Joshua dan potensi megafight melawan Tyson Fury tapi juga melontarkan komentar tajam soal Shakur Stevenson yang baru saja di kaitkan dengan Zuffa Boxing.
Nada bicara nya tidak biasa, ada sindiran dan sedikit keraguan terhadap arah baru industri tinju yang mulai berubah cepat dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti biasa jika Eddie Hearn sudah mulai bicara panjang hampir selalu ada bahan panas yang bisa di petik.
Salah satu bagian paling menggelitik dari wawancara itu ketika Hearn membahas Shakur Stevenson, petinju asal Amerika tersebut di sebut sudah bergabung dengan proyek tinju Zuffa yang belakangan memang agresif masuk ke pasar dengan bayaran tinggi, tarik nama besar dan bangun event cepat.
Tapi di mata Hearn ada satu masalah besar bukan soal uang tapi kualitas lawan, dia menilai model seperti itu bisa menjadi bumerang jika tidak di imbangi dengan matchmaking yang tepat.
Dia mempertanyakan bagaimana promotor bisa mempertahankan motivasi petinju elite jika terlalu banyak uang yang di lemparkan tanpa lawan sepadan di level tertinggi dan menyindir bahwa Shakur adalah petinju hebat tetapi sistem seperti ini bisa membuat jalur karir nya jadi carut marut.
“kalau semua petinju di bayar sangat tinggi,l tapi lawan nya tidak berada di level yang sama bagaimana publik bisa menilai siapa yang benar benar terbaik?”
Ini bukan kritik kecil jelas sindiran terhadap model bisnis baru yang mulai menantang promotor tradisional seperti diri nya.
Di samping itu Hearn juga membahas Anthony Joshua yang menurut nya sekarang dalam kondisi terbaik saat kan menghadapi Kristian Prenga sebelum masuk ke rencana besar melawan Tyson Fury dan perebutan gelar dunia kelas berat.
Tapi Hearn memberi peringatan keras, bila Joshua tidak bisa tampil dominan di laga itu maka pembicaraan soal Fury sebaik nya di hentikan dulu.
Menurut penulis ini semacam tes kelayakan sebelum panggung terbesar dalam sejarah tinju Inggris, Hearn bahkan menekankan bahwa kalau AJ tidak bisa mengalahkan Prenga dengan meyakinkan duel melawan Gypsy king di pastikan akan batal jika salah satu kalah di laga sebelum nya, mereka sudah berada di jalur yang sama dan kontrak di sebut sudah ada tinggal menjaga momentum.
Hearn kembali membela status Anthony Joshua di divisi heavyweight, dia menyebut bahwa semua petinju lain pada dasar nya harus membayar sewa kepada Joshua.
Istilah itu langsung mengarah ke AJ masih menjadi pusat gravitasi baik dibsukai atau tidak karena mengangkat kembali popularitas kelas berat terutama di Inggris dan membuat nya menjadi sorotan global.
Kata nya tidak ada petinju lain yang punya dampak sebesar Joshua dalam beberapa tahun terakhir dan dia yakin itu bukan opini kosong tapi fakta industri.
Yang tak kalah panas dari wawancara ini tidak hanya soal Shakur atau Joshua tapi ketika Hearn mulai menyinggung Zuffa dan Sky Sports yang lebih luas, dia mengkritik keras model bisnis itu yang menurut nya tidak berkelanjutan.
Hearn menilai ada ketidakseimbangan antara nilai kontrak dan kualitas pertandingan yang di siapkan, dia bahkan menyebut bahwa beberapa keputusan di belakang layar melibatkan konflik kepentingan dan masalah kontrak yang ruwet, ini selaras dengan kritikan dan masalah dari Ben Shalom promotor Boxxer.
Meski tidak menyebut semua secara terbuka nada bicara nya menunjukkan ada ketegangan yang sedang berlangsung di balik panggung.
Baca juga:
#EddieHearn #ShakurStevenson #ZuffaBoxing









