Upaya Edwin De Los Santos untuk mengubah hasil pertarungan nya melawan Jose Rayo Valenzuela akhir nya menemui jalan buntu.
Komisi Atletik Negara Bagian Nevada (NSAC) menolak protes yang di ajukan pihak De Los Santos terkait kekalahan KO ronde kedua yang dialaminya pada 28 Juni di Las Vegas, dengan keputusan tersebut hasil pertarungan utama dalam kartu Zuffa Boxing itu tetap tercatat sebagai kemenangan Valenzuela.
Persoalan bermula dari kejadian ketika De Los Santos terjatuh pada ronde kedua, pihaknya menilai Valenzuela masih memberikan pukulan setelah De Los Santos berada di kanvas dan di anggap ikut membuat nya tidak mampu bangkit sebelum wasit Thomas Taylor menyelesaikan hitungan 10.
Manajer De Los Santos, Adrian Clark, kemudian membawa persoalan tersebut ke NSAC, dia meminta komisi meninjau kembali sejumlah keputusan yang dibuat dalam pertarungan, termasuk apakah De Los Santos memang sudah berada dalam kondisi jatuh dan apakah pukulan Valenzuela merupakan pelanggaran yang di sengaja.
NSAC tidak melihat ada nya dasar untuk mengubah hasil pertandingan, direktur Eksekutif Jeff Mullen menjelaskan bahwa persoalan seperti itu pada dasar nya berada di bawah kewenangan wasit yang memimpin pertandingan.
Dalam tanggapan resmi kepada Clark, Mullen merujuk pada aturan negara bagian yang memberikan wewenang kepada wasit sebagai pengambil keputusan utama di dalam ring.
Menurut aturan itu wasit bertugas memastikan pertandingan berjalan sesuai regulasi, mencegah tindakan tidak adil yang dapat membahayakan petarung dan memiliki kewenangan untuk menyatakan pelanggaran maupun menghentikan pertandingan.
Keputusan wasit dalam menjalankan tugas tersebut tidak dapat begitu saja di batalkan kecuali melalui mekanisme yang memang di perbolehkan oleh peraturan negara bagian setelah di lakukan sidang di hadapan komisi.
Clark sebelum nya memang meminta agar De Los Santos mendapatkan sidang di hadapan NSAC, permintaan itu pada akhir nya tidak terwujud.
Sebelum insiden yang menjadi bahan protes, De Los Santos sebenar nya sudah mengalami kesulitan, pada ronde pertama, dia terguncang setelah menerima beberapa pukulan kiri ke arah kepala, kemudian situasi menjadi lebih buruk pada ronde berikut nya.
Valenzuela menjatuhkan De Los Santos melalui kombinasi pukulan yang di tutup dengan pukulan kanan ke kepala, ketika jatuh ke kanvas Valenzuela kemudian melancarkan pukulan kiri.
Taylor menilai pukulan itu terlalu ringan untuk di anggap pelanggaran atau sebagai pukulan yang memiliki dampak berarti dalam membuat De Los Santos tetap berada di bawah, hitungan terus berjalan hingga tidak mampu kembali berdiri sebelum angka 10, itulah keputusan yang kemudian di persoalkan oleh pihak mereka.
Protes yang di ajukan Clark tidak hanya berkaitan dengan status De Los Santos ketika terjatuh tapi juga memasukkan permintaan agar komisi menentukan persoalan mengenai kemungkinan pengurangan poin.
Mullen kembali merujuk pada aturan yang mengatur kewenangan dalam memberikan penalti, dalam regulasi wasit dapat mengurangi poin seorang petarung apabila terjadi pelanggaran atau pelanggaran aturan lain nya, jumlah poin yang di kurangi di tentukan berdasarkan tingkat keparahan pelanggaran serta dampak nya terhadap lawan, tapi aturan tersebut tetap menempatkan keputusan awal mengenai apakah sebuah pelanggaran benar terjadi di tangan wasit.
Dia juga menyatakan bahwa aturan yang di jadikan dasar dalam protes tersebut sudah di cabut dan di gantikan dengan aturan yang lebih menegaskan kewenangan wasit.
Karena Taylor tidak terlebih dahulu menetapkan bahwa telah terjadi pelanggaran, persoalan mengenai pengurangan poin tersebut di anggap tidak bisa untuk mengubah hasil pertandingan.
Akhir nya Mullen menyimpulkan bahwa protes De Los Santos tidak memberikan dasar yang memungkinkan keputusan pertandingan di ubah dan perkara tersebut tidak akan di bawa ke hadapan komisi untuk menjalani sidang.
Keputusan NSAC memang mengecewakan tetapi pihak nya tidak lagi memiliki pilihan selain melanjutkan karier De Los Santos.
Clark mengakui bahwa Taylor menurut nya gagal melindungi De Los Santos dalam situasi itu, di juga memahami posisi NSAC yang harus mempertahankan keputusan wasit nya.
“Saya mengerti Thomas Taylor gagal melindungi petarung tersebut dan NSAC harus mendukung wasit mereka serta kesalahan nya,” kata Clark.
Menurut Clark, De Los Santos kini harus kembali bertanding dan mencari kemenangan sebelum dapat kesempatan menghadapi Valenzuela sekali lagi.
Pertemuan ketiga itu bukan tanpa alasan. De Los Santos sebelum nya pernah mengalahkan Valenzuela melalui KO pada ronde ketiga dalam pertemuan pertama mereka pada 2022.
Sekarang setelah kekalahan kedua mereka berakhir dengan kontroversi menurut pihak De Los Santos, Clark ingin melihat pertarungan ketiga terjadi pada 2027.
Inti nya hasil pertarungan 28 Juni tetap tidak berubah, Valenzuela menang KO ronde kedua dan De Los Santos harus kembali membangun karir dari kemenangan berikut nya.
Baca juga:
#JoseValenzuela #EdwinDeLosSatos #ZuffaBoxing









