Derek Chisora tidak yakin ada orang yang bisa mengubah wajah tinju hanya dengan menggelontorkan uang dalam jumlah besar, bahkan Turki Alalshikh yang dalam beberapa tahun terakhir membawa banyak pertarungan besar ke panggung internasional akan berhadapan dengan kenyataan yang sama.
Awal nya Chisora membicarakan perseteruan Dana White dengan Eddie Hearn lalu bergeser pada gagasan mengubah industri tinju, bagi petinju veteran Inggris itu, olahraga ini sudah memiliki sistem dan orang-orang yang membentuk nya jauh sebelum nama mama baru datang membawa investasi besar.
“Saya suka Dana, tapi saya tidak suka apa yang dia katakan, dia bilang akan datang dan mengubah permainan, permainan ini sudah ada sebelum dia lahir dan akan tetap ada setelah dia tidak ada, kata Chisora di iFL TV.
Nama Turki Alalshikh kemudian ikut di seret, Chisora mengakui sosok asal Arab Saudi itu sudah mengeluarkan uang dalam jumlah sangat besar untuk membawa perubahan ke tinju, tetapi hasil akhir nya tetap sama, tidak ada satu orang pun yang bisa menguasai olahraga tersebut sepenuhnya.
“Kita tidak bisa mengubah tinju, kita menyukai korupsi dalam tinju, menyukai para bajingan di dalam tinju, saya tidak bisa mengubah nya, dia juga tidak bisa, Turki sudah mencoba mengubah nya, sudah menghabiskan begitu banyak uang tapi akhirnya dia sadar bahwa dia tidak bisa mengubahnya.”
Chisora kemudian menjelaskan kenapa dia begitu yakin karena tinju bukan milik satu promotor atau satu kelompok bisnis, olahraga ini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang di berbagai negara dan latar belakang.
“Permainan ini adalah milik masyarakat. Kamu tidak bisa mengubah nya, tinju adalah milik semua orang, kita semua, siapa pun itu, kulit hitam, putih, Muslim, Kristen, orang yang tidak percaya agama, tinju milik siapa saja, milik semua orang, ketika ada orang mengatakan ingin mengubah tinju mereka itu omong kosong.”
Ucapan Chisora datang ketika masa depan keterlibatan Turki juga sedang menjadi bahan perbincangan, Oscar De La Hoya beberapa hari sebelum nya berbicara mengenai kemungkinan Turki mengurangi aktivitas nya setelah duel Tyson Fury melawan Anthony Joshua selesai.
Memang nelum ada kepastian resmi dari Turki mengenai rencana meninggalkan tinju ataupun melepas The Ring, ucapan Chisora tidak bisa sebagai di jadikan patokan konfirmasi atas kabar ini, dia sedang menyampaikan pandangan nya mengenai upaya mengubah sistem tinju berdasarkan apa yang dia lihat selama bertahun-tahun sebagai petinju profesional.
Chisora juga tidak terlalu tertarik dengan perdebatan mengenai siapa yang memegang sabuk tertentu, bukan berarti dia tidak suka atau benci tapi satu yang di kepala nya yaitu MONEY.
“Persetan dengan sabuk, Sekarang ada empat juara dunia, Saya bertarung demi uang. Saya suka uang. Saya tidak peduli dengan sabuk.”
Hanya ada satu gelar yang masih punya tempat khusus yakni sabuk British dan Commonwealth, Chisora menganggap kedua gelar itu memiliki nilai karena berkaitan langsung dengan sejarah dan persaingan di Inggris serta negara-negara Persemakmuran.
Untuk pertarungan berikut nya, Chisora masih belum ingin pensiun karen dia menyebut Jarrell “Baby” Miller sebagai calon lawan dan mengatakan George Warren berada di pihak yang mengurus pertarungan tersebut.
Chisora siap kembali naik ring tahun depan tapi belum memberikan kepastian mengenai tanggal atau lokasi, terakhir Miller naik ring melawan petinju tak terkalahkan Lenier Pero yang di menangkan lewat angka pada april lalu.









