Tak sampai 20 hari lagi Tim Tsztu akan menjalani pertarungan besar nya melawan Errol Spence Jr yang akan berlangsung di kandang nya sendiri, petinju asal Australia itu menargetkan kemenangan juga ingin mengakhiri perjalanan salah satu nama terbesar di kelas menengah ringan.
Dalam wawancara bersama Ring Magazine, Tszyu menegaskan bahwa memandang laga ini sebagai momen penentu bagi Spence karena sang mantan juara dunia itu memasuki pertarungan dengan banyak tekanan setelah lama tidak bertanding sehingga hasil duel nanti bisa menentukan apakah dia masih layak bersaing di level atas.
“Saya menganggap ini sebagai pertarungan terakhir nya, datanglah dan saksikan laga terakhir Errol Spence,” kata Tszyu.
Tszyu mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk menguji kemampuan teknis nya sekaligus daya juang yang masih di miliki Spence.
Seorang petinju yang sudah meraih hampir semua pencapaian biasa nya akan menghadapi pertanyaan besar di dalam diri nya ketika pertarungan mulai berjalan tak seperti di masa jaya nya, itulah yang ingin dia manfaatkan saat kedua petinju bertemu di atas ring.
“Saya ingin menguji hati nya seberapa besar dia masih menginginkan semua ini? Ketika pertarungan menjadi berat, saya ingin melihat apakah dia masih memiliki dorongan untuk terus bertarung,” ujarnya.
Dia juga menyoroti keputusan Spence yang langsung menerima laga besar tanpa menjalani pertarungan pemanasan setelah cukup lama meninggalkan ring, biarpun menghormati keberanian lawan nya keputusan itu akan menjadi penyesalan bagi Spence.
“Saya ingin membuat nya menyesal karena tidak mengambil laga pemanasan terlebih dahulu,” ucap Tszyu.
Spence sendiri bukan petinju yang mengandalkan kecepatan atau aksi mencolok harus menang KO ronde 1 tapi lebih konsisten memberikan tekanan dengan pukulan yang terus mengalir.
Karena itulah Tszyu mengaku mempersiapkan diri menghadapi versi terbaik dari Spence tanpa memedulikan berbagai komentar yang mempertanyakan kondisi sang mantan juara setelah lama menepi.
“Saya selalu mempersiapkan diri menghadapi versi terbaik nya, tugas saya adalah menguji seberapa besar keinginan nya untuk tetap berada di olahraga ini,” jelasnya.
Petinju berusia 31 tahun itu bahkan mengisyaratkan tidak mau menang angka berharap duel berakhir sebelum ronde terakhir dan mampu memberikan kemenangan yang lebih meyakinkan di banding hasil yang pernah di raih Terence Crawford saat mengalahkan Spence.
Tszyu menilai kesempatan bertarung di hadapan publik Australia menjadi motivasi tambahan, dia merasakan dukungan luar biasa dari para penggemar yang terus menyemangati nya sejak pemusatan latihan di mulai.
Suasana kamp latihan nya kini jauh lebih positif berkat kehadiran Jeff Fenech sang legenda tinju Australia yang kata nya membawa energi baru yang membuat persiapan nya menyenangkan tanpa mengurangi keseriusan dalam latihan.
Setelah kalah RTD ronde 7 melawan Fundora di rematch, Tszyu menang 2 kali, di akhir tahun 2025 dia merusak rekor petinju Amerika Anthony Velasquez lewat angka.
April 2026 Tszyu kembali menang angka ketika Denis Nurja petinju italia kelahiran Albania harus rela rekor tak terkalahkan nya juga di nodai.
Terlepas dari ucapan Tim Tszyu, duel kali ini memang layak di sebut salah satu pertarungan paling menentukan dalam karier Errol Spence yang sudah berusia 36 tahun, dia juga memikul resiko yang tidak kecil, mungkin tidak bermaksud menyombongkan diri saat bilang ingin menyudahi karir si raja tua, tapi semua itu akan berubah menjadi kenyataan hanya dengan satu cara yaitu mengalahkan nya dengan KO.
Andai hasil nya berakhir di juri sorotan tajam tentu akan berbalik mengarah kepada nya karena ucapan sebelum laga biasa nya selalu di ingat lebih lama dari pada alasan di balik nya dan publik akan mencemooh sebab tidak ada beda nya dengan 2 pertarungan terakhir nya.
#TimTszyu #ErrolSpencejr









