Damazion Vanhouter, petinju kelas berat Amerika berusia 21 tahun ini hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk menghentikan Ivan Balaz setelah menjatuhkan lawan nya tiga kali pada ronde pertama di partai tambahan Chris Billam Smith vs Cheavon Clarke.
Tak butuh waktu lama, Vanhouter langsung maju dengan kecepatan tangan yang tak bisa di imbangi Balaz, meski mencoba memanfaatkan keunggulan ukuran tubuh, serangan itu tetap tak terbendung ketika di arahkan ke bagian tengah tubuh.
Knockdown pertama datang melalui hook kiri keras ke ulu hati yang membuat Balaz berlutut, dia masih mampu bangkit dan melanjutkan pertandingan, tidak lama kemudian kembali terjatuh setelah menerima pukulan kanan ke bagian rusuk.
Vanhouter tidak kehilangan ketenangan untuk memburu penyelesaian, dia mengarahkan pukulan ke kepala guna membuka pertahanan, lalu kembali menghantam tubuh Balaz, serangan kanan lanjutan menjatuhkan lawan nya dan wasit langsung menghentikan pertandingan.
Hasil ini membawa rekor Vanhouter menjadi 14-0 dengan 11 KO, dia juga memperpanjang rentetan kemenangan KO menjadi delapan pertandingan dan mencatat penghentian ke 4 bersama Zuffa sepanjang 2026 termasuk menghajar Raphael Akpejiori.
Penampilan singkat ini menarik perhatian Dana White, Bos Zuffa itu menyebut kemungkinan menempatkan Vanhouter dalam kartu pertarungan Anthony Joshua melawan Tyson Fury bulan depan.
Vanhouter sendiri menyambut tawaran itu menyatakan sangat tertarik tampil di acara besar penutup tahun dan berharap kesempatan tersebut bisa datang secepat nya, tapi masih ada yang perlu dibbenahi sebelum dia menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Ketika Balaz mulai berani melancarkan kombinasi, Vanhouter beberapa kali tetap berdiri di depan lawan nya tanpa banyak menggerakkan kepala atau keluar dari garis serangan bahkan menerima pukulan telak ke dagu walaupun tidak sampai goyang.
Kelemahan seperti itu bisa menjadi masalahsaat menghadapi petinju yang memiliki daya pukul lebih besar, kecepatan tangan dan kemampuan menyerang tubuh memang menjadi keunggulan Vanhouter, tetapi dia membutuhkan lawan yang lebih tangguh untuk menguji pertahanan dan stamina nya.
Jangan sampai Vanhouter terlalu di sanjung sanjung seperti Moses Itauma, kemudian bertemu dengan Filip Hrgovic yang memang terkenal dagu karang, ending nya petinju Inggris itu kehabisan tenaga di ronde akhir.
Di pertandingan lain, Kayla Allen harus melewati 6 ronde yang cukup menguras tenaga sebelum mengalahkan Julia Igel melalui keputusan angka, dia menang tipis dengan skor 58-56 dalam pertarungan kelas welter ringan.
Allen langsung menyerang sejak ronde pembuka, Igel yang merupakan petinju kidal berpengalaman mampu memberikan perlawanan melalui pukulan counter keras, Allen baru mulai mendapatkan keunggulan lebih jelas ketika lawan nya terlihat kelelahan menghadapi tekanan yang terus di berikan.
Allen berhasil membuat lawan nya berdarah, dengan kondisi itu dia terus melancarkan serangan pada bagian akhir pertandingan, upaya tersebut cukup untuk mengamankan kemenangan meskipun Igel memberikan ujian yang lebih berat dibandingkan lawan dalam debut profesional yang berakhir dengan KO.
Sementara itu, Vinnie Kemp mengawali karier profesional nya dengan kemenangan TKO atas Liam McElhinney dalam pertarungan kelas menengah yang di jadwalkan berlangsung selama 4 ronde.
Kemp hanya membutuhkan waktu 2 menit 33 detik untuk menyelesaikan pertandingan pada ronde pertama, dia langsung menekan McElhinney sejak bel pembuka berulang kali menghantam bagian tubuh lawan nya dengan hook keras.
Kemp juga terus ngoceh selama pertarungan hingga wasit menghentikan aksi untuk memberikan peringatan, begitu pertandingan di lanjutkan, di kembali menyerang bagian rusuk McElhinney sampai wasit turun tangan menghentikan duel.
Kemenangan ini menjadi awal yang meyakinkan bagi Kemp, tetapi lawan nya datang dengan catatan tak pernah menang, artinya debut ini belum bisa di jadikan patokan menyeluruh mengenai kemampuan nya ketika menghadapi petinju dengan pengalaman dan kualitas yang lebih baik.

















