Zuffa Boxing 9 menghadirkan total 8 pertarungan termasuk partai puncak Edgar Berlanga melawan Steven Butler, sebelum masuk ke sana Jalil Hackett pulang dengan kemenangan angka mutlak selama 10 ronde dengan skor 98-92, 97-93, 96-94 atas Sergiy Derevyachenko.
Keberhasilan nya memperiki rekor nya menjadi 13-1-(9 KO), Hackett tidak mudah menaklukkan petinju 40 tahun itu, Sergiy yang lebih berpengalaman tak memberi waktu berdiam diri, mereka saling bentrok secara bergantian dan terjadi insiden yang tidak di sengaja benturan kepala menyebabkan dahi Sergiy terluka tapi tidak membawa masalah besar.
Di ronde ke 2 mereka tetap semangat dengan jab yang teratur juga footwork yang gesit, pukulan cepat dari Hackett mengejutkan Sergiy di akhir putaran ke 4, dia membalas mendaratkan beberapa pukulan keras mengenai kepala dan tipuan tangan kanan yang tak terbaca.
Petinju 23 tahun itu memakai strategi baru dengan mengajak Sergiy adu pukul di jarak dekat, dengan itu tanpak nya berhasil menjaga momentum nya, ronde ke 6 sampai 7 Hackett melancarkan hook dan uppercut memperlambat balasan dan mencari sasaran luka yang di alami lawan nya.
Deras nya darah yang mengalir membuat dokter sejenak memeriksa sebelum ronde ke 8 di mulai tapi di ijinkan kembali bertarung karena tidak menjadi penghalang yang berarti.
2 ronde terakhir mereka saling hantam tak ada yang mengalah, Sergiy sempat melepaskan kombinasi keras namun tak bisa mengejar ketertinggalan harus menerima kekalahan nya menjadi 16-7-(11 KO), perlu di catat semua noda di rekor nya ini semua lewat keputusan juri bukan karena penghentian atau KO.
Kemenangan nya ini mungkin kurang greget tak seperti saat Hackett melawan Elijah Vines menjatuhkan nya sekali ronde ke 2 dan dua kali di putaran ke 3 pada september 2025 ketika menjadi partai pendukung Anthony Olascuaga vs Carlos Camacho.
Di bagian prelims, petinju kelas berat Kashaun Davis untuk pertama kali nya bertarung dalam 8 ronde penuh, lawan nya juga tak terkalahkan bernama Mihai Nistor berusia 35 tahun.
Davis tak mampu menghentikan pertarungan lewat KO dari 11 kemenangan, sejak awal dia menunjukkan kecepatan tangan nya memaksa Nistor hanya bertahan, ketangguhan nya tak goyang sekalipun serangan terus datang bertubi-tubi, Jab nya di lepas untuk meredam pergerakan liar dari petinju yang berbadan lebih besar.
Pengurangan poin terjadi pada putaran ke 5 untuk Nistor karena terlalu sering memegang erat, peringatan itu ternyata tidak membuat nya hilang semangat, dia segera melepaskan oeverhand kanan terus maju menabrak sampai benturan kepala tak terhindarkan, akibat nya luka lumayan parah di alami nya namun dia sama sekali tidak memberi tanda akan menyerah.
Davis seperti nya sudah membaca arah pukulan lawan, meskipun Nistor punya tekad untuk menyerang hampir semua meleset tak ada yang berhasil mencuri poin penting, pukulan nya lebih banyak di blok atau di tangkap sehingga wajah petinju 27 tahun itu masih aman.
Ketahanan nya bertarung dalam tempo cepat di akhir ronde 10 cukup membuat Davis bertahan, sekali lagi dia tak bisa memberikan dampak serius atau kejutan yang menggebrak kanvas, hasil akhir ketiga juri memberikan kemenangan 80-71 dua kali dan 79-72.
Di kelas bulu super, petinju Argentina
Andres sosa berhasil merusak rekor tak terkalahkan Dominique Francis yang berasal dari Amerika Serikat.
Francis 16-0-( 10 KO) sebetul nya tampil bagus di awal ronde mengajak tarung berhadapan, namun Sosa mampu membalikkan keadaan pada ronde ke 2 lewat jab yang terus mengalir membuat petinju 25 tahun kelihatan gugup.
Ronde ke 3 pukulan Hook kiri Sosa sukses menganvaskan Francis untuk pertama kali sepanjang karir nya, dia berdiri merubah teknik bertinju nya atas arahan pelatih dengan serangkaian pukulan kombinasi tapi lawan nya tak hanya berdiam diri melayani tanpa henti membalas dengan hook panjang juga body shot secara konsisten menjadikan unggul sampai di pertengahan ronde.
Kedua mengerahkan sisa tenaga nya terutama Francis terlihat bernafsu ingin mencari KO demi menyelamatkan rekor nya, Sosa yang sudah di atas angin tak menghindar justru menahan serangan agar tidak masuk dan membalas sebisa nya sampai titik bel akhir.
Skor akhir 79-72, 78-73, 77-73 untuk Sosa, dari kekalahan ini Francis belajar banyak karena tidak semua petinju bisa di taklukkan dengan penghentian, usia nya lebih muda tapi pengalaman bertarung sangat penting di asah untuk menentukan arah karir nya di d masa depan.
Di pertarungan berikut nya akan penulis ulas terpisah agar tidak menumpuk dalam 1 artikel, salah satu nya duel Richardson Hitchins melawan Ricardo Salas dll.
Baca juga:
#JalilHackett #SergiyDerevyanchenko #KashaunDavis









