Headline

Rick Glaser Yakin Zuffa Boxing Tak Akan Tumbang

Glaser yakin Zuffa tak akan tumbang

Rick Glaser tidak percaya Zuffa Boxing akan runtuh hanya karena menghadapi kritik setelah kepergian Shakur Stevenson, dia yakin perusahaan milik Dana White memiliki kekuatan finansial untuk bertahan dalam jangka panjang.

Melalui akun X milik nya, Glaser menanggapi orang-orang yang menginginkan kegagalan Zuffa Boxing, promosi tinju bukan proyek sesaat yang akan berhenti hanya karena menghadapi masalah dalam membangun pertarungan.

“Kepada mereka yang menginginkan kehancuran Zuffa Boxing….itu tidak akan terjadi, Zuffa ada di sini untuk tetap bertahan, suka atau tidak suka, mereka adalah perusahaan yang di bangun untuk lomba panjang bukan lari cepat jarak pendek, tulis Glaser”.

Sumber: Rick Glaser

Zuffa masih menjadi bahan perdebatan setelah Shakur Stevenson mendapatkan pembebasan kontrak tanpa menjalani satu pertandingan pun, dia mengumumkan kepergian nya pada 19 Oktober 2026. 

Setelah merebut gelar juara dunia kelas welter junior WBO dengan mengalahkan Teofimo Lopez pada Januari itu sebelum nya berharap mendapatkan pertarungan besar bersama Zuffa, namun negosiasi melawan sejumlah nama, termasuk Devin Haney, Gary Antuanne Russell tidak menghasilkan pertandingan dia akhirnya meminta pembebasan kontrak dan permintaan nya di kabulkan.

Keputusan itu tidak bisa di jadikan alasan untuk menyimpulkan bahwa masa depan Zuffa Boxing sedang terancam, Glaser membela para petinggi perusahaan itu untuk mengakhiri kerja sama dengan Shakur sebagai keputusan bisnis yang bijaksana, mereka sudah menunjukkan kesabaran dengan menunggu cukup lama sebelum melepaskan petinju yang telah mereka rekrut.

“Melepaskan Shakur Stevenson adalah keputusan bisnis yang bijaksana, para eksekutif Zuffa menunjukkan banyak kesabaran menunggu selama yang mereka lakukan, Zuffa Boxing sama sekali tidak akan kehabisan uang.”

Bagi pihak yang mengkritik Zuffa, kepergian petinju sekaliber Shakur sebelum menjalani debut seperti sakit tak berdarah pada reputasi promosi baru ini, mereka mempertanyakan bagaimana perusahaan yang ingin menjadi kekuatan besar dalam tinju tidak berhasil mewujudkan pertandingan bagi salah satu nama terbesar yang di rekrut nya.

Bila negosiasi tidak menghasilkan pertarungan yang di harapkan, melepas petinju bisa menjadi keputusan yang lebih masuk akal dari pada terus mempertahankan kontrak tanpa kepastian kata Glaser.

Glaser juga optimistis dengan posisi TKO Group Holdings, perusahaan yang menaungi sejumlah bisnis olahraga dan hiburan besar termasuk UFC, WWE dan usaha patungan Zuffa Boxing, kapitalisasi pasar TKO berada di kisaran 32,98 miliar dolar AS, angka itunsudah cukup menjelaskan kenapa dia tidak khawatir akan kehabisan uang.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua 2026, TKO mencatat pendapatan 1,547 miliar dolar AS dan laba bersih 303,9 juta dolar AS untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni, mereka juga melaporkan kas dan setara kas sebesar 592,5 juta dolar AS pada tanggal tersebut.

Angka itu menunjukkan bahwa TKO merupakan perusahaan besar dengan bisnis yang tersebar di berbagai sektor olahraga dan hiburan.

Glaser juga mengangkat keterlibatan investor Arab Saudi yang memiliki kepentingan sebesar 60 persen di Zuffa Boxing, struktur bisnis yang di umumkan secara resmi memang menempatkan nya sebagai usaha patungan antara TKO Group dan Sela.

Kombinasi ini menjadi salah satu alasan Glaser menilai Zuffa memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi kritik maupun hambatan dalam menyusun pertandingan, tapi dukungan finansial hanyalah bagian dari bisnis promosi tinju, cara mendapatkan lawan yang tepat, menyepakati bayaran, membangun pertandingan besar dan menjaga kepercayaan petinju juga menentukan keberhasilan sebuah promosi.

Glaser menutup unggahan nya agar tidak meremehkan Dana White yang sudah terkenal luas melalui kiprah nya membangun UFC menjadi salah satu promosi olahraga tarung terbesar di dunia, sekarang dia menghadapi tantangan ketika mencoba menerapkan bisnis nya dalam tinju profesional, olahraga dengan struktur gelar, jaringan promotor dan negosiasi pertarungan yang tidak sama.

“Ingat ini..bertaruhlah pada Dana White, rekam jejaknya sudah jelas menunjukkan hal itu,” tulisnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top