Cekcok di Gym: Curmel Moton vs Giorgio Visioli Mulai Panas Sebelum Kontrak

moton vs visioli cekcok di gym

Kadang persaingan tidak selalu panas di dalam ring tetapi menyala di gym dalam ruang sempit penuh keringat, itulah yang terjadi ketika dua prospek muda Curmel Moton dan Giorgio Visioli kembali di pertemukan di Top Rank Gym Las Vegas.

Tidak ada bel atau wasit hanya kata kata jauh lebih tajam dari pada jab, Giorgio Visioli petinju kidal asal Inggris berusia 22 tahun sedang berada dalam agresif karir nya, rekor 10-0 (6 KO) lima pertarungan dalam satu tahun dan kini dia menetap sementara di Las Vegas untuk mengasah diri bersama Mark Tibbs, dia datang ke Amerika bukan untuk liburan tapi untuk naik level.

Curmel Moton lebih muda baru 19 tahun dengan rekor 8-0 (6 KO) nama nya di kenal luas di media sosial viral karena cuplikan sparring di promosikan sebagai the next big thing.

Percikan konflik muncul waktu sparring yang tak bisa mereka lupakan, bagi sebagian petinju sparring hanyalah latihan namun bagi moton dan visioli itu adalah pembuktian tidak resmi yang menjadikan luka tak pernah sembuh.

Ketika Visioli menantang Moton untuk merilis rekaman sparring lama mereka itu bukan permintaan iseng tapi itu sindiran terbuka.

Moton membalas dengan menyangkal keberadaan rekaman, namun penyangkalan membuka pintu yang lebih besar, siapa yang sebenar nya menang di gym dan siapa yang hanya menang di internet.

Kata paling kejam dalam adu mulut ini bukan ancaman fisik tapi satu kata relevansi, Visioli menyerang tepat di area sensitif Moton minim nya aktivitas bertarung, dua laga tahun lalu nihil sejak Mei, untuk petinju muda kondisi seperti ini bisa mematikan momentum.

Moton membalas dengan meremehkan eksistensi Visioli orang kenal kamu karena aku ucapan yang merasa menjadi pusat semesta.

Persepsi itu tidak bertahan lama hanya jadwal pertarungan dan kualitas lawan dan Visioli bermain di wilayah itu dengan cerdas 5 kali naik ring dalam setahun tanpa perlu teriak keras.

Tinju generasi baru hidup di dua dunia antara ring dan layar ponsel, Moton adalah produk sempurna era ini viral, di sorot dan di bicarakan tapi Visioli menusuk tepat ke jantung fenomena tersebutviral karena mukulin petinju kelas bawah kata nya.

Karena dalam tinju sparring tidak tercatat tidak ada sabuk apalagi ranking, jika identitas seorang petinju terlalu bergantung pada gym footage maka publik berhak bertanya bagaimana ketika kamera mati dan lampu arena menyala.

Unggahan Instagram Story Visioli….“sign the contract” bukan gimmick namun ultimatum dari gym ke kertas kontrak dari omong kosong ke konsekuensi.

Menurut saya Curmel Moton punya bakat tapi tanpa aktivitas adalah cerita yang menua terlalu cepat, tinju tidak memberi tempat bagi prospek yang berjalan di tempat apalagi di era ketika jadwal padat menjadi mata uang utama reputasi sementara Visioli mungkin belum punya sorotan sebesar dia tapi melakukan yang selalu di hargai dengan bertarung berkali kali tanpa menunggu sempurna.

Moton di jadwalkan bertarung pada 28 Februari 2026 melawan Wilfredo Flores di Turning Stone Casino New York itu kesempatan emas untuk menjawab kritik bukan dengan caption tapi dengan performa.

Adu mulut di Top Rank Gym ini mungkin tidak akan langsung menghasilkan kontra tapi benih nya sudah di tanam, cepat atau lambat tinju selalu memihak pada mereka yang mau naik ring bukan hanya naik headline.

#Moton #Visioli

Scroll to Top