Tanggal 29 Juli 2000 seharus nya menjadi kesempatan bagi Julio Cesar Chavez membuktikan masih mampu menjadi juara lagi setelah 4 kehilangan gelar nya, tapi jauh sebelum bel pertama berbunyi, banyak orang mempertanyakan kenapa pertarungan ini sampai mendapat izin.
Usia Chavez telah menginjak 38 tahun, ratusan ronde keras yang dia jalani sepanjang karir membuat banyak pihak khawatir legenda asal Meksiko itu tidak lagi memiliki kemampuan untuk menghadapi petinju sekelas Kostya Tszyu yang sedang berada di puncak performa.
Kekhawatiran itu sampai ke dunia politik, senator Amerika Serikat kala itu John McCain, secara terbuka meminta agar pertandingan di batalkan karena menurut nya duel sangat beresiko bagi keselamatan Chavez, komisi Atletik Nevada juga menolak menggelar nya di Las Vegas sehingga promotor memindahkan lokasi pertandingan ke Phoenix Arizona.
Meski mendapat banyak peringatan Chavez tetap tak peduli, petinju yang telah menjadi ikon Meksiko itu yakin pengalaman masih bisa menutupi kekurangan yang seiring bertambah nya usia.
Dia naik ring tidak untuk mengucapkan selamat tinggal tapi berniat merebut sabuk juara dunia WBC kelas welter ringan dari tangan Kostya Tszyu yang dulu pernah di pegang nya.
Sang juara Tszyu tidak tidak menganggap Chavez lawan yang tua biarpun banyak orang menyebut sang legenda sudah melewati masa terbaik, sebelum naik ring dia menghabiskan waktu mempelajari gaya bertarung Chavez sampai tamat.
Persiapan itu terlihat saat pertandingan di mulai, Tszyu mampu mematahkan tekanan Chavez lalu melepaskan pukulan silangbyang terus menguras tenaga, saat Chavez ingin masuk dia sudah lebih dulu mengetahui apa yang akan di lakukan sang legenda karena sudah memahami kebiasaan Chavez sehingga mampu mengantisipasi hampir setiap serangan yang datang.
Tekanan tanpa henti akhir nya memaksa kubu Chavez mengambil keputusan, setelah terjatuh di ronde ke 6, Tszyu mendorong nya ke tali lewat serangan beruntun, pelatih naik memeluk nya dari belakang meminta pada wasit pertandingan di hentikan.
Walaupun dia sukses mengalahkan nya Tszyu tetap memberikan penghormatan, kemenangan itu sangat berbagi nya karena mampu menang melawan salah satu nama terbesar dalam sejarah.
“Chavez adalah petarung hebat, kini orang-orang di seluruh dunia mengenal saya karena saya bertarung melawan seorang legenda dan berhasil mengalahkan nya”.
Penonton yang memenuhi arena tidak menerima keputusan itu yang sebagian besar hadir untuk mendukung Chavez, sehingga suara cemoohan langsung menggema ketika pertarungan di hentikan, suasana semakin memanas hingga Tszyu harus segera meninggalkan ring bersama tim nya sambil di kawal khawatir di serang oleh fans yang marah.
Tidak ada perayaan di atas panggung yang seperti biasa nya ada tangan terangkat dari salah satu pemenang, Jimmy Lennon tetap melakukan tugas nya menyiarkan Tszyu sebagai pemenang walaupun sudah tidak di dalam ring.
Julio Cesar Chavez bertahan di atas kanvas untuk menjalani wawancara televisi, sorak-sorai penonton yang sejak awal mendukung nya masih terdengar memenuhi arena.
Saat di tanya bagaimana kondisi nya, Chavez mengaku lebih terluka secara emosional dari pada fisik.
“Saya merasa sangat sedih. Saya telah mengecewakan Don King.”
Ucapan itu merujuk kepada promotor nya yang telah bekerja keras mewujudkan pertarungan tersebut, Chavez merasa gagal memenuhi harapan tim nya setelah tidak mampu merebut sabuk juara dunia dari tangan Tszyu.
Pewawancara kemudian menanyakan apakah usia dan kondisi tubuh mulai memengaruhi penampilan nya. Chavez tidak mencari alasan, dia mengakui telah mengerahkan seluruh kemampuan yang masih dimiliki tetapi malam itu tubuh nya sudah tidak mampu mengikuti keinginan nya.
“Saya sudah memberikan yang terbaik, namun tubuh saya tidak memiliki kekuatan nya.”
Jawaban ini menjadi salah satu pengakuan paling jujur, Chavez yang terkenal hampir tidak pernah mundur dari pertarungan malah di hadapan ribuan penonton dia mengakui bahwa tubuh nya tak lagi bisa merespons seperti ketika berada di masa keemasan.
Ketika pembicaraan beralih mengenai masa depan nya, Chavez mengisyaratkan bahwa malam itu bisa menjadi penampilan terakhir sebagai petinju profesional.
“Pasti nya, saya merasa sudah saatnya bagi saya untuk pensiun, saya tidak kesulitan mencapai batas berat badan tapi Saya hanya merasa sudah waktun nya untuk pergi.”
Ini seperti reflek karena kekecewaan, kenyataan nya Chavez masih kembali naik ring pada menjalani 5 kali pertarungan, dia pensiun setelah kalah RTD melawan Grover Willey pada September 2005 yang kemudian di balas oleh putra nya Julio Cesar Chavez jr lewat KO ronde ke 3 yang berlangsung di Madison Square Garden Juni 2007.
Sejarah seperti terulang, tahun 1997 Kostya Tszyu di kejutkan dengan kekelahan pertama nya melawan Vince Phillips dan harus kehilangan gelar IBF nya, setelah kemenangan ini dia menambah sabuk WBA super merampas dari tangan Sharmba Mitchell lewat RTD di ronde ke 7 di mandalay bay nevada.
Saat ini masa kejayaan Tszyu di teruskan oleh anak nya Tim Tszyu yang sudah pernah memegang gelar WBO di kelas menengah ringan, 26 juli kemarin bertarung melawan Errol Spence jr di kandang sendiri menang angka mutlak dan mengakhiri karir The Truth dari ring tinju.
Chavez sendiri walaupun sudah lama gantung sarung tinju nama nya tetap abadi, dia masih aktif mengikuti tinju hadir langsung di dalam arena untuk menyaksikan pertarungan para penerus nya, kadang di minta pendapat atau prediksi oleh wartawan seusai menonton.
Baca juga:
#KostyaTszyu #JulioCesarChavez









