Josh Taylor Kritik Conor Benn: “Tidak Bagus Sama Sekali!” Fury vs Joshua Ikut Di Sentil

Josh taylor kritik performa Conor benn

Akhir pekan kemarin seharus nya jadi panggung pembuktian nama besar seperti Conor Benn dan Tyson Fury sama sama naik ring dan menang tapi reaksi dari mantan petinju ternyata jauh dari kata memuji salah satu suara paling keras datang dari mantan juara dunia tak terbantahkan Josh Taylor yang bicara tanpa di rem.

Taylor langsung masuk ke inti masalah terutama soal kemenangan Benn atas Regis Prograis, Benn memang menang tapi di mata Taylor itu membuka banyak pertanyaan besar.

Menurut nya Prograis yang sekarang bukan lagi petinju yang dulu pernah dia hadapi, waktu berjalan usia bertambah dan performa menurun, Taylor melihat jelas itu di atas ring kaki Prograis tidak stabilseperti sedang cidera dan pergerakan nya lambat di situlah kritik Taylor makin tajam kalau lawan nya sudah seperti itu kenapa Benn tidak bisa membuat nya terlihat mudah?

“Jujur saja saya tidak terlalu terkesan, kalau mau blak blakan performa nya biasa aja, Prograis sekarang itu sudah jauh dari versi terbaik nya, sudah 5–6 tahun sejak saya lawan dia dan sekarang dia cuma bayangan dari diri nya dulu, menurut saya itu malah bikin Benn kelihatan lebih buruk lawan yang sudah lewat masa terbaik nya bahkan baru KO di pertarungan sebelum nya dan Benn yang notabene welterweight besar tapi tak bisa apa apa, itu tidak kelihatan bagus sama sekali apalagi dengan hype sebesar itu.”

Taylor melihat nya sebagai kegagalan untuk tampil dominan, Benn yang selama ini di bangun dengan gembar gembor seharus nya bisa menutup pertarungan dengan tegas tapi yang terjadi tidak ada momen yang menunjukkan superioritas mutlak atau tekanan yang memaksa Prograis KO, yang terlihat Benn yang bekerja keras menghadapi lawan yang seharus nya sudah tidak lagi di level elite.

Kata Taylor jelas dan tajam dia tidak terkesan bahkan lebih jauh, dia menyebut Benn sebagai petinju yang terlalu di besar besarkan, dalam pandangan nya Benn memang punya fisik kuat tapi itu saja tidak cukup di level tertinggi.

Skill tinju kecerdasan ring dan kemampuan membaca situasi dianggap belum berada di standar yang seharus nya.

Bahkan soal daya tahan Taylor juga menyinggung bahwa Benn bukan tipe petinju dengan dagu kuat yang bisa di andalkan dalam perang panjang, beberapa kali Benn terlihat rapuh dalam karir nya dan itu menjadi catatan penting ketika berbicara soal masa depan di level elite.

Namun di tengah kritik keras itu Taylor masih memberi sedikit ruang, dia memahami bahwa Benn sedang dalam masa adaptasi berat, selama beberapa tahun terakhir Benn sempat bertarung di kelas yang lebih tinggi menambah massa otot lalu harus turun lagi proses itu tidak mudah tubuh harus beradaptasi ulang, stamina berubah, tenaga pukulan bisa ikut terpengaruh.

Itu terlihat jelas di ring, menurut Taylor pukulan Benn kali ini tidak seberbahaya biasa nya teaga berkurang, saat mendapatkan momen tidak ada pukulan membuat Prograis sempoyongan serius itu bukan ciri petinju yang sedang berada di puncak performa.

Dari situ muncul pertanyaan apakah Benn cocok di 147 lbs Taylor sendiri ragu, dia melihat Benn tanpak memaksa, jika kondisi itu berlanjut kemungkinan besar Benn akan kembali naik ke 154 atau bahkan 160 tempat di mana tubuh nya lebih natural, lalu ketika nama Ryan Garcia masuk dalam pembicaraan Taylor tidak ragu memberikan prediksi, menurut nya jika pertarungan itu terjadi Garcia punya peluang besar untuk mengakhiri laga lewat KO, bukan karena benci tapi dia melihat perbedaan kualitas teknik yang cukup jelas.

Berpindah ke laga utama fokus beralih ke Tyson Fury yang menghadapi Arslanbek Makhmudov, di sini Taylor juga tidak terlalu terkesan meski mengakui Fury tetap melakukan tugas nya dengan baik.

Fury menang itu fakta tapi performa nya tidak membuat orang terkejut, tidak ada dominasi total atau ada momen yang menunjukkan bahwa dia berada di level tertinggi seperti beberapa tahun lalu bahhkan beberapa pukulan dari Makhmudov masih bisa masuk sesuatu yang menurut Taylor seharus nya tidak terjadi pada Fury versi terbaik.

Dia melihat adanya penurunan bukan dalam teknik dasar tapi dalam ketajaman, timing nya sedikit melambat, di kelas berat perbedaan kecil seperti itu bisa jadi sangat besar.

Dari situ pembahasan langsung mengarah ke duel yang sudah lama di nanti antra Fury vs Anthony Joshua, Taylor mulai membandingkan kondisi kedua nya secara jujur.

Menurut nya Joshua mungkin berada dalam kondisi lebih fit meski pernah mengalami kekalahan KO Joshua tidak melalui pertarungan panjang dan brutal seperti yang di alami Fury saat menghadapi Deontay Wilder trilogi itu menguras fisik, mental dan daya tahan.

Sementara Joshua meski pernah jatuh tidak mengalami akumulasi kerusakan yang sama itu membuat nya terlihat lebih baik secara keseluruhan, dalam duel selevel ini faktor itu bisa sangat menentukan.

Namun Taylor juga tidak menutup mata terhadap kondisi Joshua di luar ring, dia menyebut bahwa Joshua sedang melalui masa sulit dalam hidup nya, kehilangan orang dekat dan tekanan mental bisa memengaruhi performa tidak peduli seberapa kuat seseorang secara fisik.

Karena itu prediksi nya tidak mutlak tapi jika hanya melihat performa terakhir dia sedikit memfavoritkan Joshua.

Taylor juga menyinggung bahwa duel ini sedikit terlambat, dia membandingkan nya dengan kasus Manny Pacquiao vs Floyd Mayweather Jr yang terjadi saat kedua nya sudah melewati masa terbaik, Fury vs Joshua seharusn ya terjadi beberapa tahun lalu saat kedua nya berada di puncak.

Namun daya tarik nya tetap besar dan tetap menjual, publik tetap ingin melihat siapa yang terbaik meski mungkin tidak lagi dalam versi paling sempurna.

Soal momen call out di ring Taylor malah memuji sikap Joshua, dia menilai Joshua tidak mencoba mencuri perhatian atau membuat drama menjadikan momen itu tentang diri nya, dia duduk tenang dan membiarkan Fury menikmati sorotan, di era di mana banyak petinju mencari sensasi sikap itu terlihat lebih dewasa.

Di luar semua itu Taylor juga sedikit membuka tentang kehidupan nya sekarang, dia mulai aktif di dunia analisis dan punditry tetap dekat dengan olahraga yang telah dia jalani selama puluhan tahun, dia juga kembali ke gym membantu generasi muda berbagi pengalaman yang tidak semua orang miliki.

Bagi nya meninggalkan tinju sepenuh nya bukan pilihan dunia ini sudah terlalu lama menjadi bagian hidup nya.

Dari semua yang dia katakan Taylor tidak bicara untuk menyenangkan siapa pun dia bicara berdasarkan apa yang dia lihat memang terdengar keras tapi di situlah letak nilai nya suara yang jujur seperti ini selalu punya tempat di hati para penggemar.

#Joshtaylor #Conorbenn #Tysonfury

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top