Kesempatan Lindolfo Delgado untuk memperebutkan gelar IBF kelas super ringan batal tampil dalam kartu pertandingan Canelo Alvarez vs Christian Mbilli pada 31 Oktober di Riyadh menyusul kekhawatiran mengenai keamanan perjalanan yang sebelum nya disuarakan pelatih nya Robert Garcia.
Kabar pencoretan Delgado di sampaikan jurnalis tinju Lance Pugmire melalui akun X, dalam unggahan nya, dia menyatakan telah mendapat kepastian bahwa Delgado tidak lagi masuk dalam kartu pertandingan di Arab Saudi.
Delgado di jadwalkan menghadapi Arthur Biyarslanov untuk memperebutkan sabuk IBF kelas super ringan yang kosong, namun rencana ini di bayangi masalah perjalanan yang belum tuntas karena situasi keamanan di kawasan itu masih belum jelas apakah sudah aman atau tidak.
Garcia sebelum nya sudah menyampaikan kegelisahan nya karena belum adanya kejelasan mengenai perjalanan Delgado beserta anggota tim nya, NY Fights melaporkan pernyataan sang pelatih pada 22 Oktober, beberapa hari sebelum kabar pencoretan ini muncul.
Kekhawatiran itu bukan tanpa latar belakang, peringatan keamanan Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 21 Oktober menyebutkan bahwa operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh masih di hentikan dan juga meminta warga AS mempertimbangkan kembali kunjungan ke Arab Saudi karena adanya ancaman serangan drone dan rudal.
Dalam kondisi seperti itu, masalah nya bukan lagi sebatas kesiapan bertanding, Delgado memang telah mempersiapkan diri untuk kesempatan dalam karir nya, tetapi tim nya juga harus mempertimbangkan resiko perjalanan serta memastikan seluruh pengaturan keberangkatan berjalan aman.
Kesempatan memperebutkan gelar dunia bisa datang setelah persiapan panjang bagi seorang petinju, tetapi target itu tidak serta-merta menghilangkan pertimbangan keselamatan, Garcia harus memperhitungkan keadaan yang berada di luar kendali tim nya, mulai dari situasi keamanan hingga kepastian akses perjalanan menuju lokasi pertandingan.
Sedangkan Biyarslanov di laporkan sudah berada di Arab Saudi, dengan Delgado keluar dari kartu pertandingan, nasib pertarungan perebutan gelar ini ikut menjadi tanda tanya, belum ada kepastian apakah Biyarslanov tetap akan bertanding pada Sabtu atau bagaimana penyelenggara akan menangani kekosongan lawan.
Laporan Pugmire juga belum mengungkap seluruh proses pengambilan keputusan di kubu Delgado, belum ada keterangan pasti mengenai langkah lain untuk peluang sang petinju merebut gelar IBF.
Penyelenggara sekarang harus menghadapi perubahan susunan pertandingan hanya beberapa hari sebelum acara berlangsung, menghadirkan petinju pengganti mungkin menjadi salah satu pilihan, tetapi itu tidak bisa menyelesaikan masalah utama yang di angkat Garcia.
Menurut penulis, banyak petinju berlomba lomba mendapatkan kesempatan bertarung untuk gelar dunia, contoh yang paling hangat adalah Bektemir Melikuziev yang menjadi penantang wajib Jaime Munguia untuk sabuk WBA dan dia sudah di jadwalkan melawan Nikita Zon, Melikuziev tetap menunggu kejelasan bahkan siap tidak di bayar asalkan duel tetap di gelar.
Melihat Delgado mundur sangat di sayangkan, Robert Garcia mungkin memiliki pertimbangan tersendiri, tetapi jika peluang ini hilang, dia bisa saja menyesali karena kesempatan serupa mungkin tidak kunjung datang lagi.
Arab Saudi bukan negara yang akan diam begitu saja keamanan sebuah acara internasional sebesar ini, ketika pertandingan tetap di izinkan berlangsung, tentu ada tanggung jawab besar di pihak penyelenggara dan otoritas setempat untuk mengatur pengamanan, melindungi para petinju dan memastikan para tamu dapat menjalankan aktivitas mereka.
Penulis tidak sedang mengatakan bahwa resiko keamanan mustahil terjadi, tidak ada negara yang bisa menjamin ancaman sepenuh nya lenyap, tapi sebuah negara yang menjadi tuan rumah acara olahraga seperti ini tentu memiliki sistem pengamanan dan prosedur untuk menghadapi berbagai kemungkinan termasuk kemampuan mendeteksi ancaman, kesiapsiagaan aparat juga langkah perlindungan menjadi bagian dari upaya tersebut.
Ke khawatiran seharus nya dinilai berdasarkan informasi mengenai situasi dan langkah pengamanan yang tersedia, bukan hanya kemungkinan terburuk yang bisa di bayangkan, bila setiap resiko yang belum tentu terjadi lalu menjadi alasan untuk melepas kesempatan besar, berapa banyak peluang dalam karir seorang petinju yang akan terbuang?
Canelo Alvarez sendiri telah menyatakan kesiapan nya untuk tetap datang ke Arab Saudi dan bertarung apa pun yang terjadi, itu informasi langsung dari Turki Alalshikh di unggahan pribadi nya di X.
Presiden WBC Mauricio Sulaiman juga telah menyiapkan tiket untuk menyaksikan langsung pertandingan tersebut, dengan sikap mereka berarti masih ada pihak yang bersedia melanjutkan rencana perjalanan di tengah kekhawatiran yang ada, tentu keputusan Canelo tidak bisa membuktikan bahwa semua orang harus mengambil resiko yang sama.
Setiap orang memiliki pertimbangan dan tanggung jawab berbeda, namun kesediaan petinju sebesar Canelo untuk tetap berangkat memperlihatkan bahwa kekhawatiran tidak akan membuat semua orang membatalkan kehadiran mereka.
Terus bagaimana dengan Robert Garcia? Apakah kekhawatiran nya cukup beralasan untuk membuat Delgado kehilangan kesempatan memperebutkan gelar dunia?
Mungkin pertanyaan itu bisa ajukan, tetapi harus adil, Garcia mungkin memiliki informasi atau pertimbangan yang tidak di ketahui publik, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa dia hanya takut tanpa mengetahui secara pasti dasar keputusan nya, yang patut di pertanyakan adalah apakah seluruh pilihan sudah di pertimbangkan secara mendalam sebelum kesempatan sebesar ini di lepaskan.
Karena dalam tinju, resiko tidak hanya soal apa yang mungkin terjadi selama perjalanan atau ketika berada di negara tuan rumah, tapi ada juga kehilangan momentum, kesempatan menjadi juara dunia dan harus kembali menempuh jalan panjang untuk mendapatkan pertarungan seperti ini.
Delgado dan timnya berhak menentukan pilihan sebab keselamatan tidak boleh di anggap sepele, tetapi kesempatan merebut gelar dunia juga tidak mudah di gantikan, apalagi hanya petarung biasa yang belum punya gelar, seandainya penulis jadi Delgado, gassss tanpa banyak berpikir bagaimana pun cara nya untuk membujuk semua agar siap berangkat.












