Headline

Ini Alasan Mantan Juara Dunia Joseph “Jojo” Diaz Masuk ke BKB, Ingin Bangkit Lagi

Ini alasan Jojo Diaz masuk ke BKB

Joseph jojo Diaz ikut menghiasi gelombang petinju yang mulai menyeberang ke dunia bare knuckle boxing, mantan juara dunia itu memilih bergabung dengan BKB setelah perjalanan panjang nya tidak berjalan seperti yang dia harapkan.

Keputusan ini bukan semata karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda, tapi membutuhkan sebuah dorongan baru untuk kembali membangun nama nya setelah karir tinju nya mengalami pasang surut total 10 kali kekalahan dari 34 kemenangan.

Diaz pernah mengangkat sabuk IBF kelas bulu super tahun 2020, lalu naik kelas ke ringan sempat memegang gelar interim WBC dan kalah melawan Devin Haney pada 2021 lewat angka ketika menjadi penantang wajib, sejak saat itu dia tak bisa lagi ke puncak dari 10 pertarungan nya hanya 2 kali menang, terakhir kalah dengan Ashton Sylve pada Juni 2026.

“Sejujur nya, saya merasa harus menciptakan percikan baru dan sebuah kesempatan untuk membangun kembali nama saya, jelas karir saya di tinju tidak berjalan seperti yang saya rencanakan, saya kalah dalam beberapa pertarungan yang menurut saya seharusnya bisa saya menangkan atau sebenarnya bisa saya menangkan, ketika David dan William datang kepada saya dan bercerita tentang BKB yang sedang mereka jalankan serta mengatakan mereka ingin saya bergabung, saya mulai memikirkan nya. Saya akhirnya berkata, “Ayo kita lakukan”  kemudian menjalani pertarungan BKB pertama saya, kata Diaz lewat video call dengan iFL TV.”

Debut nya di BKB berlangsung pada 18 Juli 2026 bersamaan dengan Victor Ortiz, kala itu dia melawan Nate Williams dan berakhir cepat menghentikan di ronde pertama, sekarang bersiap kembali tampil di Newcastle Inggris.

Diaz merasa gaya bertarung nya cocok dengan format tanpa sarung tangan yang gemar memberikan tekanan melepaskan banyak pukulan dan bertarung dalam jarak dekat karena ring nya tidak sebesar tinju, selain itu perbedaan paling besar antara tinju dan bare knuckle terletak pada tidak ada nya perlindungan dari sarung tangan maupun bantalan.

Pengalaman dalam beberapa perkelahian jalanan turut menjadikan nya merasa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru nya ini.

“Saya juga pernah terlibat dalam beberapa perkelahian jalanan. Jadi saya pikir itu juga membantu, namun saya rasa gaya bertarung saya secara umum benar-benar cocok dengan BKB, saya tipe petarung yang ingin memberikan banyak tekanan. Saya melepaskan banyak pukulan, tetapi ketika berada dalam kondisi fisik yang bagus, saya juga sangat presisi, saya bisa mendaratkan pukulan di tempat yang tepat untuk mengakhiri pertarungan.”

Meski kini memasuki dunia bare knuckle, Diaz tidak menganggap tinju sebagai masa lalu malah memasang dua cita cita menjadi juara dunia BKB dan kembali merebut gelar dunia di tinju.

Diaz juga tidak gentar menghadapi suasana di Trigon, arena berbentuk segitiga yang sebentar lagi akan melawan Brian Hyslop pada 10 Oktober mendatang, dia memperkirakan pertarungan akan berlangsung keras dari awal karena ruang gerak yang terbatas juga tidak adanya sarung tangan.

“Saya ingin menjadi juara dunia di BKB, tetapi saya juga ingin kembali menjadi juara dunia di tinju, saya sudah menghadapi petarung-petarung terbaik di dunia dan saya hanya melakukan apa yang saya cintai dan sekarang saya mengambil tanggung jawab penuh dengan berlatih habis-habisan setiap hari.”

Kehadiran Diaz menambah daftar nama dari dunia tinju, sebelum nya Fernando Vargas Jr dan adiknya Amado juga telah masuk ke pembahasan mengenai gelombang petinju yang memilih pertarungan tanpa sarung tangan.

BKB bukan tempat untuk mengakhiri karir Diaz, dia memandang nya sebagai jalan untuk kembali mendapatkan perhatian juga membuktikan bahwa masih mampu bertarung ala koboi jalanan yang ada aturan main nya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top