Baru beberapa hari Shakur Stevenson bergabung dengan Zuffa Boxing memang banyak menuai kritikan karena organisasi baru itu belum membuktikan apapun, sebagian orang heran apa yang membuat juara 4 divisi itu tertarik masuk, padahal januari lalu mengalahkan Teofimo Lopez merebut WBO & The Ring kelas ringan super.
Akhir nya alasan itu di jawab sendiri oleh Stevenson saat berbincang lewat online bersama Ring Magazine, awal nya dia tidak membantah bahwa banyak yang melarang termasuk orang di sekeliling nya agar tidak mengambil keputusan itu karena mereka melihat Zuffa Boxing belum ada rekam jejak yang bisa di jadikan panutan sehingga resiko nya terlalu besar untuk petinju yang berada di puncak.
“Semua orang bilang jangan bergabung, mereka belum melakukan apa pun di dunia tinju, tapi saya suka mencoba hal baru, saya bukan orang yang tertutup, jadi dengan keputusan ini saya bangga dan apa pun yang akan terjadi di masa depan saya siap menghadapi nya.” kata Stevenson.
Stevenson mengaku dari dulu dia memang tidak suka berjalan di belakang orang lain, lebih senang menjadi orang yang membuka jalan meski harus menghadapi rintangan di banding mereka yang datang belakangan.
Karena alasan itulah dia merasa bangga bisa menjadi salah satu petinju yang bergabung menyusul Jai Opetaia, Edgar Berlanga, Efe Ajagba dan masih banyak lagi yang tak mungkin di sebutkan satu persatu.
“Saya merasa diri saya seorang pemimpin, saya bukan pengikut dan suka mencoba sesuatu yang baru,” ucap nya.
Cara berfikir itu pula yang membuat Stevenson tidak terlalu memedulikan komentar dari luar, setiap keputusan besar memang selalu mengundang keraguan dan kalau hanya mengikuti apa yang di katakan banyak orang tidak akan pernah ada perubahan.
Masuk nya dia semakin mantap setelah berbicara langsung dengan Dana White, dari pertemuan itu Stevenson menangkap sesuatu yang sebelum nya tidak dia lihat dari orang yang berambisi membangun olahraga ini dengan cara lama, tidak hanya meminjam nama besar UFC tetapi ingin membangun organisasi yang bisa menjadi rumah bagi petinju terbaik, itulah yang membuat Stevenson yakin proyek ini tidak ramai di awal lalu menghilang begitu saja.
“Saya melihat motivasi yang dimiliki Dana White. Setelah berbicara dengannya, saya merasa dalam lima sampai sepuluh tahun mereka bisa mengambil alih dunia tinju”.
Ucapan itu bukan berarti Stevenson meremehkan promotor lama yang sudah menguasai seperti Bob Arum, Frank Warren, Eddie Hearn dan Oscar De La Hoya, dia hanya melihat ada peluang lahir nya sesuatu yang baru.
Di tengah pembahasan ini Stevenson juga di tanya mengenai target yang ingin dia capai, nama pertama yang langsung keluar dari mulut nya adalah Devin Haney, sebelum nya tidak terlalu memikirkan duel itu, karena belakangan ayah nya Bill Haney sering menyebut nama nya dalam berbagai kesempatan dari situ dia merasa pertarungan itu sudah layak di wujudkan.
Setelah Haney ada satu nama lain yang juga masih masuk dalam daftar incaran nya yaitu Gervonta Davis, Stevenson mengingat Tank pernah menyatakan ingin bertarung dengan nya, karena itu dia menunggu comeback nya setelah terjerat kasus hukum apakah akan di buktikan di atas ring.
Menghadapi Haney maupun Tank tidak semata mata mengejar pertandingan besar, dua nama itu sebagai lawan yang bisa mengukuhkan posisi nya di pound for pound nomer 1.
Baca juga:
#ShakurStevenson #DevinHaney #GervontaDavis









